Myspace Backgrounds
Showing posts with label Inspirations. Show all posts
Showing posts with label Inspirations. Show all posts

Wednesday, September 15, 2010

Kisah Tiga Orang Kuli Bangunan

Ini adalah sebuah kisah klasik tentang tiga orang kuli bangunan. Kisah sederhana namun inspiratif. Entah darimana kisah ini berasal, yang jelas kisah ini telah melanglang buana begitu jauh. Dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Menyeberangi lautan, tiba dibenua yang satu lalu tersebar disana kemudian berangkat ke benua dan bahasa yang lain.

Suatu kali disiang yang terik, disaat ketiganya tengah sibuk bekerja, melintaslah seorang tua.


"Apa yang sedang kau kerjakan ?", tanya orang tua itu kepada salah seorang dari antara mereka.

Pekerja bangunan yang pertama tanpa menoleh sedikitpun, menjawab orang tua itu dengan ketus. "Hei orang tua, apakah matamu sudah terlalu rabun untuk melihat. Yang aku kerjakan dibawah terik matahari ini adalah pekerjaan seorang kuli biasa !!".

Orang tua itupun tersenyum, lalu beralih kepada pekerja bangunan yang kedua. "Wahai pemuda, apakah gerangan yang sebenarnya kalian kerjakan ?".


Pekerja bangunan yang kedua itupun menoleh. Wajahnya meskipun ramah tampak sedikit ragu.

"Aku tidak tahu pasti, tetapi kata orang, kami sedang membuat sebuah rumah Pak", jawabnya lalu meneruskan pekerjaannya kembali.


Masih belum puas dengan jawaban pekerja yang kedua, orang tua itupun menghampiri pekerja yang ketiga, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya. Maka pekerja yang ketiga pun tersenyum lebar, lalu menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu dengan wajah berseri-seri berkata.

"Bapak, kami sedang membuat sebuah istana indah yang luar biasa Pak ! Mungkin kini bentuknya belum jelas, bahkan diriku sendiripun tidak tahu seperti apa gerangan bentuk istana ini ketika telah berdiri nanti. Tetapi aku yakin, ketika selesai, istana ini akan tampak sangat megah, dan semua orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Jika engkau ingin tahu apa yang kukerjakan, itulah yang aku kerjakan Pak !", jelas pemuda itu dengan berapi-api.


Mendengar jawaban pekerja bangunan yang ketiga, orang tua itupun sangat terharu, rupanya orang tua ini adalah pemilik istana yang sedang dikerjakan oleh ketiga pekerja bangunan itu. (*)


Hal yang sama rupanya berlaku pula dalam hidup ini.

Sebagian besar orang tidak pernah tahu untuk apa mereka dilahirkan kedunia. Mungkin karena telah begitu disibukkan oleh segala bentuk “perjuangan”, merasa tidak terlalu perduli dengannya. Bisa hidup saja sudah syukur !


Sebagian lagi, yang biasanya adalah tipe “pengekor” atau “me too” yaitu orang-orang yang punya pandangan yang samar-samar tentang keberadaan mereka dalam kehidupan. Sepertinya begini…kayanya begitu…kata motivator sih begono..tapi pastinya ?
Don’t have idea !!

Namun sisanya : golongan terakhir -biasanya hanya segelintir orang- menemukan “visi” atau “jati diri” mereka didunia ini. Mereka adalah orang-orang yang tidak hanya kebetulan lahir, sekedar hidup, bertahan agar tetap hidup, tua karena memang harus tua, kawin lagi jika ada kesempatan, lalu berharap mati dan masuk surga, namun adalah orang-orang yang hidup dalam arti yang sebenar-benarnya.

Mereka sering dianggap sebagai “perpanjangan tangan TUHAN”. Orang-orang yang tidak hanya berjalan dalam tuntunan tangan Yang Maha Kuasa, tetapi juga mengenal benar kemana arah perjalanan itu, dan tentunya bergaul karib dengan DIA, Sang Penuntun perjalanan mereka.


Semoga setelah kembalinya ke fitrah, membuat Anda dan saya tidak hanya menjadi bersih dan suci, namun lebih dari itu, mengetahui untuk apa kita hadir didunia ini. Sehingga tugas maha luas dan abstrak “menjadi rahmat bagi semesta” dapat kita konkritkan dan tunaikan sebelum selesainya sisa waktu yang kita miliki.

Selamat Hari Raya Idul Fitri , Minal Aidin Wal Faidzin.

Source :
Made Teddy Artiana,

Tuesday, January 22, 2008

PAHIT


PERNAH mendengar kisah tokoh khayalan Nasrudin? Suatu haribia mengeluh pada istrinya, Shakila: ''Dulu, waktu baru nikah, setiap kali saya pulang ke rumah, kau membawakan sandal saya dan anjing kita menyambut dengan gonggongan.

Kini terbalik, anjing kita yang membawakan sandal, dan kau yang menggonggong.

''Mendengar kegusaran suaminya, Shakila tak kalah tangkas menangkis: ''Jangan mengeluh suamiku, bagaimanapun engkau tetap mendapatkan pelayanan yang sama: ada yang membawakan sandal dan ada yang menggonggong.''

Menyelaraskan keinginan memang tak mudah. Ada unsur waktu, ada rasa pakewuh. Tapi, begitu watak asli terkuak , seiring dengan rasa bosan yang muncul , kecerewetan,ketidaksabaran, dan ketidak bersahajaannya pun mencuat.

Begitulah manusia. Cenderung menyukai mengenakan topeng,khususnya bila urusan duniawi jadi tujuan pokok.Mungkin, topeng itu pula yang membuat kita sering terkecoh.
Kita suka melihat yang tampak, bukan bagian yang ''dalam''. Kita cenderung mencuatkan ego. Akibatnya,seperti dikisahkah Prof. Dr. Muhammad Amin Suma, pengajar di beberapa perguruan tinggi, ada perkawinan yang hanya berumur tujuh hari.

Ceritanya, sepasang kekasih telah berpacaran tiga tahun.Si wanita 33 tahun, dan prianya 37 tahun. Cukup matanguntuk berumah tangga. Apalagi keduanya sarjana.''Ternyata, rumah tangga mereka cerai gara-gara soal lampu,'' kata Amin.

Si wanita, yang selama 33 tahun selalu tidur dalam keadaan terang, menghendaki kamarnya diterangi. Sebaliknya, suaminya bersikukuh harus gelap. Maklum, 37 tahun dia selalu tidur dalam gelap. Kompromi tak bisa dicapai.Mereka pun cerai.
Padahal , memasang lampu lima watt yang remang-remang kan bisa,'' ujar Amin.Begitulah jika manusia menekankan keinginan sendiri tanpa menimbang perasaan orang lain. Hatinya kosong.
Kesetiaan,penghormatan, perhatian, kepedulian, keadilan, kejujuran,semua ditentukan melalui kualitas hati. Tanpa hati yang jernih, seseorang akan sulit menyatakan terima kasih,apalagi berbagi kasih.

Djodi

Friday, January 11, 2008

Keberanian


Seorang perwira muda diserahi tugas untuk menjaga jalan masuk ke markas tentara dan diberi perintah untuk tidak membiarkan mobil masuk, kalau mobil itu tidak membawa tanda khusus.

Ia menghentikan mobil yang ditumpangi oleh seorang jendral yang mengatakan kepada sopirnya untuk tidak mempedulikan penjaga dan terus melarikan mobilnya.

Karena itu sang perwira itu itu maju dengan senjata siap ditembakkan dan dengan tenang berkata, "Maaf bapak, ini baru bagi saya. Siapa yang saya tembak ? Bapak atau sopir ?"

Renungan :
Anda akan mencapai kebesaran kalau anda tidak dirisaukan oleh kedudukan orang-orang yang ada diatas anda dan kalau anda membuat orang-orang yang berada dibawah anda tidak merisaukan kedudukan anda.

Ditambah lagi bila kalau anda tidak sombong terhadap orang-orang yang rendah dan tidak rendah dengan orang-orang yang sombong.

Adakah ilustrasi ini terjadi di perusahaan anda ?
Andalah yang bisa menjawabnya . . . . .


Djodi

Bunyi yang Punya Arti


Suatu hari, Kabayan dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi ribut mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggunya. Kedua orang itu bertemu dan kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba Kabayan berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar. Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"


Teman kotanya itu menoleh ke arahnya sambil tersenyum, dan kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?" "Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara nyanyiannya." Kabayan.

Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi kamu pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?" Kata Kabayan, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini sekarang."

Kabayan berjalan ke depan beberapa langkah, lalu berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Kabayan memetik beberapa daun, dan di atas daun itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali. Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya.

Ketika mereka kembali berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami." Kabayan tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkannya kepadamu!"

Lalu, Kabayan mengambil uang logam dan menjatuhkannya di trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian Kabayan memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.

Kata Kabayan, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu.

Alasannya tentu bahwa bukan orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."

Renungan :

Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon pertolongan pada Allah, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini kita jadi sadar, sebabnya bukan karena Allah tidak menjawab, tapi karena kita lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada fokus pada Allah dan pertolonganNya.

Kita memasang telinga agar Allah menjawab sesuai dengan keinginan dan cara kita dan menolak suara Allah yang mengatakan bahwa Dia menyediakan jalan lain yang lebih baik !


Wednesday, January 9, 2008

Bibit Tanaman


Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.
Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi dipucuk-pucuk daunku."
Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah.
Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Renungan :
Dear friend ! , memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada peran - peran yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.

Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah.
Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.

Djodi

TEMUKAN CINTA ANDA


Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang bekerja disana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu.
Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.
Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda.
Ini akan mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.
Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan disana, maka cintai apapun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman penghias meja, cicak diatas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.Apa saja.

Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, mengapa anda disitu?
Tak ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan.
Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah disana.

Hidup hanya sekali.
Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta.


Kiriman Erny Muis
Promotion Officer Group SBM


Tuesday, January 8, 2008

API dan ASAP


Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni, sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap saat,dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang merapat.
Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau melewatinya.Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu, untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan, sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua daun nyiur dengan cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar,rata dengan tanah, hampir tak bersisa.


Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam.
Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku.Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini.
Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu kalau aku ada disini?Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"

Renungan :
Teman, sangat mudah memang bagi kita, untuk marah saat musibah itu tiba.Nestapa yang kita terima, tampak akan begitu berat, saat terjadi dan berulang-ulang. Kita memang bisa memilih untuk marah, mengumpat, dan terus mengeluh. Namun, teman, agaknya kita tak boleh kehilangan hati kita. Sebab,Tuhan selalu ada pada hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun.

Dan ingatlah, saat ada " asap dan api " yang membubung dan terbakar dalam hati anda, jangan kecil hati. Jangan sesali semua itu. Jangan hilangkan perasaan sabar dalam kalbu. Sebab, bisa jadi, itu semua adalah sebagai tanda dan simbol bagi orang lain untuk datang pada anda, dan mau menolong.

Sebab, untuk semua hal buruk yang kita pikirkan, akan selalu ada jawaban yang menyejukkan dari-Nya. Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita. Jangan hilangkan harapan itu.

Djodi

Monday, January 7, 2008

Bola Golf


Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?


Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi. Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis di dekat lobang di lapangan hijau.
Bravo!
Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.

Renungan :
Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan

Djodi


Friday, January 4, 2008

BATU KECIL


Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi.
Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.

Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang kedua pun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit, temannya menengadah ke atas?
Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Renungan :
Allah SWT kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepadaNya.

Seringkali Allah SWT melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepadaNya.
Karena itu, agar kita selalu mengingat kepadaNya, Allah SWT sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita, seperti gempa bumi , penyakit dsb.

Djodi Ismanto

Demi Bumi , Demi Kita



Anggapan sebagai orang gila begitu lekat dalam diri H.Chaerudin alias Bang Idin. Betapa tidak. Untuk mewujudkan mimpinya menghijaukan bantaran Kali Pesanggrahan, ia berani bersitegang dengan orang gedongan yang notabene para pejabat, yang tinggal dikawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Bang Idin pun nekat menyusuri kali pesanggrahan hanya dengan rakit pelepah pisang selama lima hari enam malam, demi melihat kondisi sungai yang saat itu penuh dengan sampah dan airnya berwarna kelam.

Bagi Bang Idin yang putra Betawi ini , upaya penyelamatan Kali Pesanggrahan ini harus didasari dengan pemahaman. "Orang yang pahamlah yang akan mengerti betapa pentingnya sebuah upaya konservasi lingkungan," kata Bang Idin ketika tampil di Kick Andy tadi malam 04 Januari 2008.

Lima belas tahun berlalu, julukan orang gila telah lekang dari diri Bang Idin. Orang-orang disekelilingnya kian paham dengan apa yang dilakukan Bang Idin. Kondisi bantaran Kali Pesanggrahan pun tak lagi tandus dan penuh sampah.

Sebaliknya bantaran sungai yang membelah kawasan Selatan Jakarta itu terlihat hijau oleh rimbunnya pepohonan yang jumlahnya sekitar enam puluh ribu spesies tanaman. Tentu saja itu semua tidak terlepas dari upaya Bang idin bersama teman-temannya dari Kelompok Tani Sangga Buana yang pantang menyerah melakukan upaya penghijauan dan konservasi dengan manajemen kearifan alam.


Source : http://www.kickandy.com/

Wednesday, January 2, 2008

Kucing Berhaji


Alkisah, ada seekor kucing dewasa yang sudah berkecukupan. Ia hendak menunaikan ibadah haji karena merasa ada sebuah kewajiban dan tentu untuk menyambut seruan Tuhan. Berangkatlah ia dengan semangat ketertundukan.

Setelah menunaikan segala macam rukunnya, pulanglahlah ke tempat tinggal semula. Setelahnya, lebih banyak berdzikir, tak lupa "mengenakan" aksesoris layaknya para pelaku haji. Dan di luaran, tampilan mendadak shaleh.
Berhajinya seekor kucing itu terdengar sampai berbagai penjuru. Termasuk sampai terdengar pada sarang segerombolan tikus.

Pemimpin tikus, sebagai yang dituakan, berinisiatif untuk berekonsiliasi dengan sang kucing.
"Wahai rakyat tikus semuanya, dengarlah, sang kucing telah berhaji, sudah saatnya kita berdamai dengannya."
Salah satu rakyat tikus menjawab, "Tuanku, jangan, kucing tetap kucing, dia tetap akan memburu kita."
"Apa salahnya kita mencoba menjalin komunikasi, siapa tahu ada peta jalan damai antara warga tikus dan kucing."

Walaupun rakyat tikus amat gelisah dengan pendapat pemimpin tikus, tapi tetap memutuskan untuk berangkat menemui sang kucing.Berangkatlah ia dengan hati-berdebar- debar. Sesampainya di sarang kucing, pemimpin tikus mencoba tersenyum dan menyampaikan niat baiknya untuk berdamai. Awalnya, sang kucing diam saja. Semakin lama didiamkan, pemimpin tikus mulai gelisah.

Lalu, sang kucing memandangi sang tikus dengan tatapan beringas, lantas melompat, mencoba menerkam dan memangsa tikus. Untung sang tikus sudah siap sedia dan berhasil meloloskan diri dari terkaman sang kucing. Berlari dan terus berlari meninggalkannya. Sampai di sarang tikus, rakyat yang sejak awal khwatir bertanya,
"Bagaimana, tuanku, apakah perdamaian berhasil?
"Celaka, benar katamu, sang kucing tetap kucing, dia tetap akan memangsa kita."

Renungan :
Kisah ini adalah sindiran bagi kita semuanya. Haji bagi umat Islam memang sebuah kewajiban untuk yang mampu. Kita pasti mempunyai niat untuk menunaikannya, alangkah bahagianya kita bisa pergi ke tanah suci.

Tapi, ada dimensi lain yang patut kita ingat. Haji bukanlah sebuah trend atau bahkan sebuah gaya hidup agar dipandang "wah". Juga bukan melulu berdimensi ketuhanan semata.
Ada dimensi lain yang perlu kita amalkan, yaitu dimensi sosial dengan menterjemahkan simbol-simbol haji yang telah dilaksanakan.

Salah satunya seperti dituturkan Ustadz Quraish Shihab,
"pakaian biasa" ditanggalkan dan "pakaian ihram" dikenakan.

Artinya, menanggalkan segala macam perbedaan dan menghapus keangkuhan.Dengan berhaji, kita belajar menghargai sesama manusia, tidak melakukan lagi penghisapan atau penindasan terhadap manusia lain. Kita semua hakikatnya sama, miskin kaya, pejabat tinggi atau rakyat biasa.

Dan, kita juga perlu meninggalkan karakter-karakter jahat yang barangkali sudah melekat erat dalam diri sekian lamanya. Kalau setelah berhaji tetap punya karakter dan perilaku sama, maka sia-sialah semuanya.


Source : Yon's Revolta
KotaSantri.com

Thursday, December 27, 2007

CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BERPRINSIP


Dalam situasi bisnis sekarang ini tampaknya mudah sekali orang membenar kan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, "bisnis adalah bisnis",sedangkan "etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan". Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yangtampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan.


Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan. Mengapa demikian?

Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly Effective People", dalam bukunya yang lain "Principle Centered Leadership",hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan,kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda.


Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yangvtak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.


Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu.


Ada delapan ciri-ciripemimpin yang berprinsip.

1--Mereka terus belajar.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.

2--Mereka berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier.Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual,pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.

3--Mereka memancarkan energi positif.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.

4--Mereka mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.

5--Mereka hidup seimbang.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.

6--Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak,inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.

7--Mereka sinergistik.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan.Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.


8--Mereka berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengankeinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.


Nah sekarang bagaimana ciri pemimpin anda ? Andalah yang menilainya


Djodi


(Diringkas dari: Stephen R. Covey, Principle Centered Leadership)

Friday, November 30, 2007

GAGAL, APA UNTUNGNYA... ?



Jika ada kegagalan yang mengakibatkan kematian karier, Sergio Zyman adalah orang yang pernah mengalaminya. ..

Tahun 1984, Coca Cola memberinya tanggung jawab untuk memenangkan persaingan dengan Pepsi. Zyman pun menyusun strategi; Ia mengubah formula Coca Cola, memberi label "New Coke", lalu mempromosikannya. Namun ia melakukan satu kesalahan, ia menarik semua Coca Cola lama dari pasaran. Akibatnya, New Coke menjadi peluncuran produk baru yang paling hancur setelah kegagalan peluncuran mobil Edsel. Maka, dalam 79 hari, Coca Cola lama kembali dipasarkan dengan nama "Classic Coke".

Setahun kemudian, dengan perasaan terluka Zyman meninggalkan perusahaan itu. Kegagalan selalu dianggap memalukan dan merusak citra diri. Tapi lain dengan Zyman, karena tepat tujuh tahun setelah itu, ia kembali ke Coca Cola. Kepercayaan dirinya telah pulih, wewenangnya di perusahaan itupun semakin besar. Zyman, seorang yang pernah melakukan kesalahan, dipecat, diturunkan jabatannya, dengan kata lain, gagal, namun bangkit kembali.

Walt Disney pernah dipecat dari salah satu pekerjaan pertamanya. Baik Disney maupun Henry Ford pernah mengalami kebangkrutan, sebelum akhirnya mereka mengubah hal itu menjadi kesuksesan besar.

Suatu saat mungkin Anda akan mengalami kegagalan... ;

Perubahan pesat dalam dunia bisnis masa kini menuntut aksi untuk menghadapi ketidak pastian; Artinya, kemungkinan membuat kesalahan akan tetap ada selama kita tidak menyerah...;

Bill Gates suka memperkerjakan orang-orang yang pernah membuat kesalahan. "Itu menunjukkan mereka berani mengambil resiko", kata Gates. "Cara seseorang mengatasi masalah adalah ukuran bagaimana mereka mengatasi perubahan".

Tapi apa yang membuat beberapa orang jatuh dan terpukul, sementara yang lain bangkit kembali ?.

Mungkin jawaban dibawah ini dapat membantu kita menjadi orang yang dapat "Bangkit Kembali" :

1. Visualisasikan Kemenangan Besar Berikutnya.
Dalam keadaan terpuruk-pun, dibenak kepala kita harus selalu ada gambaran bahwa kita sudah berhasil atau meraih kemenangan-kemenang an besar; Profesor Martin Seligman mengatakan, "Orang-orang
optimis percaya 'Masalah saya hanya sementara'. Sedangakan orang-orang pesimis yang biasanya tidak dapat bangkit kembali, melihat kegagalan sebagai sesuatu yang permanen"

2. Ambil Resiko Tanpa Takut Gagal.
Saat Sergio Zyman meninggalkan Coca Cola, ia tidak berhubungan dengan rekan-rekannya dari perusahaan itu selama 14 bulan. Dia merasa kesepian, namun ia tidak berhenti, bersama seorang rekannya ia
memulai sebuah perusahan konsultan, yaitu : " Zyman Plaza ", yang hanya dilengkapi satu komputer, sebuah pesawat telepon dan sebuah mesin faksimile; Mereka mulai menangani klien-klien seperti Microsoft, Miller Brewing. Rahasianya : Mereka Berpikir di luar Kebiasaan dan Berani Mengambil Resiko. Akhirnya, bahkan Coca Cola juga memintan sarannya dan memperkerjakannya kembali untuk membuat perubahan-perubahan besar; Padahal menurut Zyman, "Dalam mimpi pun saya tidak pernah berpikir perusahaan itu mau meminta saya kembali".
Benarlah apa yang dikatakan oleh CEO Coca Cola (Roberto Goizueta) : "Bukankah Anda tersandung hanya jika Anda sedang bergerak ?".

3. Saat Krisis Datang, Jangan Menyerah.
Orang yang berhasil umumnya adalah orang yang gigih, pantang menyerah.

David Brinkley berkata, "Orang yang sukses adalah orang yang bisa membangun landasan yang kuat dengan batu bata yang dilemparkan orang lain kepadanya".

4. Pandang Diri Anda sebagaimana Orang Memandang Anda.
Psikolog Robert Staub percaya bahwa penyebab pertama dari kegagalan ialah kurangnya kesadaran diri. Anda harus keluar dari diri Anda untuk dapat mengadopsi pandangan orang lain.
Anne Busquet dari American Express. Empat tahun lalu, ia menjabat general manager bagian Optima Card; Sifatnya yang sangat perfecksionis, dipandang bawahannya sebagai suatu hal yang menakutkan.

Akibatnya, lima dari 2000 pegawainya, begitu takut untuk memberi tahu Busquet soal kerugian sebesar $.24 juta, hingga mereka berbohong untuk menutupinya. Dan karena itu Busquet harus bertanggung jawab. Ia kehilangan kariernya di Optima, namun ditawarkan untuk menyelamatkan salah satu unit kecil American Express.

Harga dirinya terguncang, hampir saja ia menolak tawaran tersebut. Tapi kegagalannya di Optima menantangnya untuk beraksi kembali. "Saya sadar saya perlu pengertian", kata Busquet.

Busquet menjadi lebih sabar, lebih mau mendengarkan, dan juga belajar memperoleh kabar buruk. "Seandainya dulu saya lakukan hal ini, mungkin saya bisa mengatasi masalah Optima lebih cepat". Busquet kini menjabat Executive Vice President.

Seperti kata Shakespeare, "Manis rasanya hikmah dari penderitaan. Kegagalan menyelamatkan Anne Busquet dan membuat Sergio Zyman menjadi model sukses yang 'aneh tapi nyata".


Jika Anda belum pernah gagal, demi keuntungan karier Anda, Anda mungkin harus mengalaminya. ..?.