Myspace Backgrounds
Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Friday, September 18, 2009

Jangan Pernah Katakan “Akan”

Pernahkah anda mempunyai impian yang ingin diwujudkan. Mempunyai target yang ingin dicapai.

Saya tahu pasti anda memilikinya. . karena jika tidak! anda sudah termasuk orang yang gagal. Mengapa? Karena orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya.
Tapi saya percaya anda bukan orang gagal. Saya percaya anda adalah orang yang mempunyai mimpi!

Sekarang tinggal bagaimana caranya membuat mimpi anda menjadi kenyataan.
Ada banyak jalan menuju Roma, disini saya hanya ingin memperkuat hati anda untuk segera mengambil salah satu jalan tersebut.

Saya kembali teringat sebuah kalimat motivasi yang bunyinya kurang lebih seperti ini.

Orang gagal mengatakan “aku akan sukses” berkali-kali
Namun orang sukses mengatakan “aku akan sukses” hanya satu kali saja.

Maksudnya adalah….Terkadang kita selalu mengucapkan keinginan untuk sukses berkali-kali namun tanpa tindakan yang nyata.

Padahal kesuksesan ada karena ada sebuah tindakan.
Sebenarnya ada kesalahan dalam berfikir kita selama ini.

Kita selalu mengatakan “akan” untuk mencapai tujuan..padahal mungkin itu bisa membuat kita malah tidak akan mewujudkannya.

Coba deh berapa kali orang mengatakan ini :
Aku akan menjadi pengusaha
Aku akan mempunyai mobil
Aku akan menjadi president.

Apakah anda juga termasuk orang yang sering mengatakan itu semua?
Lalu apa yang terjadi saat ini?
Apakah anda masih gagal?
Jika jawabannya “ya” berarti mungkin ini masalah anda :

Lupakanlah menggunakan kata “Akan”, itu hanya membuat anda semakin malas mengejar tujuan anda.
Bahkan LEBIH PARAH mengurangi SEMANGAT anda.

Gunakan saja kata “Pasti” untuk membuat hati anda menggelora seperti api :

Aku pasti menjadi pengusaha
Aku pasti mempunyai mobil
Aku pasti menjadi president.

Tanyakanlah kepada yang paling bisa anda percayai, yaitu hati anda.
Tanyakanlah kepada hati anda “Apakah mimpi dan tujuan saya”.
Lalu gunakan kata “PASTI” untuk mewujudkannya.

Selamat Berjuang!!!

Jangan sekedar Bangga terhadap Indonesia

Pada saat postigan ini ditulis kita sudah 64 tahun merdeka.
Pertanyannya apakah selama ini anda atau saya pernah bangga terhadap negara ini. Saya rasa amat sulit mengatakan kita “bangga” tapi sedikit yang bisa dibanggakan dari negara Indonesia.

Banyak yang mengatakan kita harus bangga karena hutan kita terbesar, banyak binatang langka, memiliki ribuan pulau dan Sumber daya Alam yang melimpah. Tapi Saya rasa bukan itu alasan kita bangga terhadap negara ini.

Karena semua itu sudah ada dari dulu sebelum ada Indonesia.
Lucunya bukannya kita menjaga malah merusaknya !! !
Walau begitu banyak kok usaha dari manusia yang berhasil membuat bangga Indonesia.

Contohnya bulutangkis, atau para pemenang olimpiade pengtahuan itu.
Sayangnya jika dilihat persentase dari 200 juta orang lebih. Itu amatlah sedikit sekali.

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai bangsa Indonesia.

Gampang saja…Jangan sekedar bangga terhadap Indonesia. Tapi buatlah Indonesia merasa BANGGA dengan apa yang anda lakukan.

Disini saya mengajak anda untuk berjuang sampai titik maksimal dalam bidang masing-masing. Hentikan sifat “Mengeluh”,
Bersemangatlah terhadap apa yang anda lakukan. Karena saat anda sukses…walaupun sama sekali tidak berniat membanggakan Indonesia.

Nama negara akan ikut terangkat karena kesuksesan anda.
Contohnya adalah salah seorang teman " sekampung " an se almamater saya , Kang Ganahadi Ratnuatmadja bekerja begitu profesionalnya , sehingga menjadi Captaion Pilot VVIP Orang nomor satu di Libya , Muammar Khadafi untuk pesawat Kepresidenan Libya , walaupun belum hal ini terekspos luas.

Jadi intinya disini saya ingin para pembaca untuk membanggakan negara ini. Jangan sekedar merasa bangga terhadap negara ini tapi tidak tahu apa yang dibanggakan.

Saya yakin walaupun Negara kita sedang susah PARAH. Tapi kita suatu saat pasti bisa mengubahnya.
Di dunia ini memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah. Tapi kalau hanya sekedar membuat Negara Sejahtera dan Sukses…

Kita PASTI bisa melakukannya.

Wednesday, September 9, 2009

3 ( Tiga ) Pertanyaan Sebelum Menikah


Perkawinan merupakan komitmen di antara dua orang yang tidak boleh disalahgunakan. Pastikan Anda menikah untuk alasan yang tepat, bukan untuk alasan yang salah.


Manusia dilahirkan dengan keinginan untuk dicintai dan mencintai. Tetapi, cinta tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan untuk menikah. Kedengarannya memang romantis, ya, jika ada pasangan yang memutuskan untuk menikah karena tergila-gila satu sama lain.


Tetapi, keberhasilan suatu perkawinan didasarkan pada persahabatan yang kuat yang dibangun oleh masing-masing pasangan. Fondasi yang kuat untuk sebuah perkawinan termasuk kecocokan, kepercayaan, dan komunikasi.


TIGA PERTANYAAN SEBELUM MENIKAH


Rasanya tak ada salahnya Anda mengajukan tiga pertanyaan berikut pada diri sendiri sebelum memutuskan naik pelaminan.


Pertama: Apakah Anda berdua saling cocok?


Di dalam sebuah perkawinan, definisi kecocokan agak sedikit berbeda dan artinya lebih dari hanya memiliki kesamaan hobi, gemar makanan yang sama, film dan musik yang sama, dan seterusnya. Cocok di dalam sebuah perkawinan adalah memiliki kemampuan beradaptasi untuk berubah.


Kedua: Apakah Anda berdua saling percaya?


Perkawinan tanpa rasa saling percaya bisa ditebak merupakan perkawinan yang akan berakhir dengan perceraian. Memiliki kepercayaan dari pasangan merupakan suatu keharusan di dalam suatu hubungan. Bila ada keragu-raguan satu dan lainnya, berarti tidak ada rasa percaya.


Ketiga: Adakah komunikasi?


Tidak adanya komunikasi dapat menghancurkan suatu hubungan. Orang yang menikah perlu berkomunikasi setiap saat. Berbicara hanya pada saat genting atau tidak berbicara sama sekali hanya menyakiti hubungan tadi.


Tidak adanya komunikasi juga membawa pernikahan pada perceraian.Nah, bila Anda dan pasangan dapat menjawab ketiga pertanyaan di atas secara jujur dan saling memberikan jawaban yang memuaskan satu sama lain, mungkin perkawinan merupakan ide yang baik bagi Anda berdua.


Memiliki kecocokan, saling percaya, dan komunikasi di dalam suatu hubungan akan membangun fondasi yang kuat dari hubungan yang diperlukan untuk sebuah perkawinan. Perkawinan di antara dua manusia harus berlangsung hanya bila memiliki ketiga faktor di atas.


PIKIR KEMBALI JIKA...


Rasanya bukan merupakan ide yang baik bila Anda menikah untuk alasan yang salah. Alasan untuk tidak menikah termasuk menikah karena cinta pada pandangan pertama, ketertarikan secara seksual, mengatasi rasa kesepian, sebagai sikap berontak, karena keharusan, tekanan, kehamilan, dan untuk alasan keuangan.


Cinta pada pandangan pertama


Menikah didasari pada cinta saja merupakan alasan utama untuk tidak menikah. Cinta pada pandangan pertama merupakan perasaan sementara. Hanya cinta saja, bukan merupakan fondasi yang cukup untuk menopang suatu perkawinan. Menikah karena alasan cinta pada pandangan pertama merupakan ide yang buruk, dan menikah karena ketertarikan secara seksual tidak akan bertahan.


Mengatasi rasa kesepian


Menikah hanya untuk menghindari perasaan kesepian jelas bukan termasuk alasan yang tepat, baik bagi Anda maupun pasangan. Manusia takut kesepian dan karena itu mereka cenderung melakukan pernikahan untuk menghindarinya. Alasan ini tidak memiliki fondasi yang kuat untuk suatu persahabatan dan perkawinan dan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan yang mengarah pada perceraian.


Sikap berontak


Menikah sebagai ungkapan rasa berontak juga bukan merupakan ide yang baik. Hal ini memperlihatkan sikap mementingkan diri sendiri. Menikah sebagai bentuk pemberontakan hanya akan menyakiti orang yang Anda cintai dan diri sendiri. Pemberontakan di dalam suatu perkawinan dapat memiliki dampak yang negatif pada orang-orang yang terlibat.Menikah dengan seseorang sebagai pelarian tidak adil bagi pasangannya. Orang yang jatuh cinta sebagai pelarian, cenderung menikahi orang yang salah. Menikah karena alasan sebagai pelarian dapat menyakiti pasangannya yang pada dasarnya memang betul-betul mencintainya.


Keterpaksaan


Anda tidak boleh merasa terpaksa ataupun memaksa seseorang untuk menikah. Perkawinan semacam ini biasanya berakhir dengan perceraian. Tidak sedikit orang yang menikah karena merasa terpaksa atau merasa bersalah untuk menolaknya. Menikahi seseorang untuk menyenangkan pasangannya bukan merupakan ide yang baik. Mengikuti kehendak orangtua, keluarga, ataupun teman-teman, hanya akan membuat Anda tidak bahagia.


Status


Menikah untuk menghindari status orang tua tunggal atau perawan tua bukan merupakan ide yang baik. Banyak orang percaya kehamilan dapat mengikat seseorang untuk menikahinya, namun ia tidak menyadari bahwa hal ini merupakan cara yang salah. Memang betul seorang anak memerlukan sosok dua orang tua yang utuh, tetapi bila perceraian dapat dihindari, demikian juga halnya dengan pernikahan yang terpaksa. Perceraian dapat memberikan dampak negatif pada anak-anak.


Alasan ekonomi


Banyak pria maupun wanita yang menikah karena alasan keuangan, yaitu menikah dengan seseorang agar dapat mengatasi masalah keuangan yang mereka hadapi. Hal ini merupakan alasan yang paling egois untuk menikahi seseorang.


Djodi Ismanto

From nice city of Medan

Wednesday, July 23, 2008

Aku Yang Salah


Seorang Raja di negara antah berantah mengutus seorang pejabat untuk memberikan surat undangan kepada keluarga yang dianggap tauladan. Pergilah pejabat itu mendatangi sebuah rumah keluarga terpandang.

Namun sayang ketika masuk ke rumah itu, bukannya disambut dengan kehangatan malah pertengkaran yang ada. Hanya gara – gara salah satu anggota keluarga itu salah menempatkan gelas yang akhirnya tertendang anggota keluarga lainnya, maka cacian dan makian serta saling menyalahkan keluar dari mulut keduanya. Melihat suasana panas seperti itu, sang pejabat kecewa dan akhirnya pamit.

Demi untuk menyampaikan amanat Raja, pejabat itupun pindah menemui keluarga lainnya yang dinilai cocok untuk menerima surat undangan itu.

Datanglah pejabat itu ke sebuah rumah lain.

Di depan rumah yang akan dikunjunginya itu, sang pejabat melihat seorang pemuda sedang mengepel lantai.
Di belakangnya terletak ember berisi air.

Tak lama kemudian kakak dari pemuda tadi lewat untuk menemui tamu. Namun sayang karena terburu – buru maka ia pun menabrak ember tadi hingga terjatuh. Sang pemuda segera memburu kakaknya.

Maaf Kak…aku yang salah. Lantainya masih basah Kakak jadi kepeleset deh.”
“Tenang saja..bukan kamu yang salah kok. Kakak tadi jalan terburu – buru jadi ngga liat ember. Aku ngga apa – apa kok, udah terusin aja ngepelnya.”

Melihat dua peristiwa yang berbeda dalam satu hari membuat sang pejabat ini mengerti mengapa keluarga ini disanjung.

Keluarga ini rukun, kompak dan saling menyayangi. Entah siapa yang salah, mereka saling mendahului meminta maaf. Kemudian pejabat itupun merasa bahwa keluarga inilah yang pantas untuk menerima undangan Raja.

Renungan :

Manusia dalam kehidupan sehari – hari cepat sekali panas hanya karena masalah kecil. Bahkan dalam skala besar bisa menimbulkan perang. Semua ini berpangkal pada keinginan memuaskan ego atau gengsi manusia yang merasa menang sendiri. Jika masalah ego ini tidak segera ditangani maka akan timbul dendam dan penderitaan yang berkepanjangan.

Jika manusia mampu meredam ego untuk menang sendiri dan berinisiatif mengakui kesalahan sendiri serta mau segera meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya, maka permusuhan bisa diredam dan dihilangkan. Sebagai gantinya maka akan timbul kedamaian dan keharmonisan seutuhnya. Dan ini akan membuat kita lebih mudah bergaul dan diterima di lingkungan manapun kita berada.

Cara untuk meredam emosi dan ego adalah dengan berendah hati dan bertoleransi. Ini juga bisa diterapkan pada atasan yang egois. Selain itu layani atasan tersebut dengan membuat prestasi dan cinta terbaik.

Tuesday, July 22, 2008

Mulailah Memberi


Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.
Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.
Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,memperhatikan apa pun pada diri anda.
Jangan masukkanke dalam hati.

Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.
Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.
Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.

Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.
Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini.
Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar.
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini.
Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini.

Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.
Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.
Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah.
Dan,sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.
Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia.

Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya . . . . . .


Selamat memberi..

Monday, July 21, 2008

Memilih Kata-Kata Positif Atau Negatif


Mari kita renungkan, apabila dalam setiap tindakan kita memilih kata-kata yang negatif, maka kata-kata itu akan menempel dan menghancurkan motivasi diri kita sendiri, bahkan lebih parah lagi mungkin juga akan berdampak ke orang lain atau bisa juga beberapa generasi selanjutnya.

Sebaliknya bila kita selalu memandang positif dan memilih kata-kata yang positif, maka ada pencerahan yang datang secara otomatis yang bisa membangun, mendukung dan meningkatkan motivasi diri.

Sebenarnya kita sendirilah yang memilih apa yang akan kita ambil untuk diri kita kita dan orang-orang disekitar kita.

Misalnya ada gelas yang berisi air putih bersih, dan di tangan kanan kita ada kerikil bersih dan di tangan kiri ada kerikil kotor, maka apabila kita masukan kerikil bersih ke dalam gelas itu, maka air tetap berwarna putih, tetapi bayangkan kita masukan kerikil kotor maka gelas akan segera berubah menjadi air kotor dan tidak berwarna putih lagi.

Dalam kehidupan kata-kata yang kita gunakan ibarat kerikil, sedangkan air kita ibaratkan sebagai diri kita dan orang-orang dalam kehidupan kita.

Apabila kita memilih kerikil kotor yang juga diibaratkan kata-kata negatif maka tidak hanya mencemari diri kita tetapi juga akan mencemari motivasi orang lain disekitar kita.

Saturday, June 7, 2008

Segelas Air . . . . . .


Didepan Anda, terletak sebuah gelas,dengan air yang terisi setengah di dalamnya…

Apa yang Anda lihat, setengah penuh atau setengah kosong?
Atau ada hal yang lain ???

Seorang pintar akan melihatnya sudah terisi,Dan tidak berupaya mengisinya …

Seorang pembelajar akan mengosongkan gelas tersebut,dan memberikan tempat yang lebih banyak untuk air yang baru ...

Jika,air adalah ilmu dan gelas adalah otak kita ...

Apakah yang Anda lakukan dengan ilmu dan otak kita?

a) Merasa sudah tahu dan tidak memberikan tempat kepada ilmu baru?
Cenderung membantah dan mendebat orang yang ingin menuangkan air baru?

Atau

b) Merasa belum cukup, mengosongkan gelas dan membiarkan ilmu baru mengalir masuk? Setelah itu, baru ditelaah, apakah ilmu tersebut cocok atau tidak buat Anda?


Percepatan dalam Belajar

Banyak orang mengalami percepatan tinggi dalam belajar setelah menerapkan cara yang kedua.

Jangan merasa diri pintar, karena tong kosong nyaring bunyinya..
Janganlah malu bertanya, karena Anda akan sesat di jalan ...
(buat apa pusing mikiran jika bisa tanya?).

Jika dicemooh sebagai seorang bodoh, biarkan saja! Kita adalah seorang bodoh yang sedang menjelma menjadi pintar, dan bukan seorang bodoh yang tidak berkembang dan tetap bodoh ...

Saya memerlukan waktu lama untuk mengenal hal tersebut ...

Semoga berguna bagi Anda ...

Thursday, May 29, 2008

JANGAN KEHILANGAN KONTAK


"Sekali-kali turunlah ke medan tempur. Jangan sampai kehilangan naluri mengenai apa yang membuat suatu usaha itu berhasil."

Semakin tinggi kedudukan anda dalam organisasi, semakin jauh anda dari pusat peristiwa yang mempunyai dampak terbesar, yaitu kontak dengan pelanggan anda.

Anda juga kehilangan ketajaman naluri untuk merasakan operasi organisasi Anda yang sebenarnya, entah itu organisasi keuangan, hukum, pengiriman, pemasaran atau apa pun.

Di satu pihak, hal itu memang tak mudah dihindarkan. Tidak ada waktu untuk melibatkan diri dengan semua detail. Tetapi anda perlu mempertahankan kepekaan terhadap apa yang terjadi. Ini membutuhkan disiplin dan pemahaman mengenai betapa pentingnya tugas ini.

Anda biasanya tergoda untuk mengabaikan hal-hal detail semacam ini karena anda "sibuk mengurusi masalah-masalah yang lebih penting".

Jika sampai kehilangan kontak dengan para pelanggan atau karyawan, berarti anda memasuki daerah merah.

Zona berbahaya ini tidak mudah dilihat.Seringkali anda tidak bisa melihatnya, sampai tahu-tahu anda menginjak ranjau. Lalu anda bertanya pada diri sendiri,
"Kenapa tadi tak kulihat benda ini?"

Alasannya sederhana: Anda tidak mau susah-susah melangkah di lapangan itu dan melihat-lihat orang-orang yang memasang ranjau.

Berjalan-jalanlah dan lihat operasi anda secara teratur. Bicaralah dengan para karyawan dan pelanggan ( khususnya yang bersedia menyampaikan hal yang benar pada anda, bukan sekedar hal yang ingin anda dengar). Sekali-kali lakukan pekerjaan orang lapangan . Pada akhirnya hal itu akan sangat berharga.


\Bahan Renungan:

- Jika anda mendaftar semua fungsi yang anda kelola atau yang berdampak terhadap bidang tanggungjawab anda, di bidang manakah pengetahuan anda dirasakan paling lemah?

- Kapan terakhir kali anda berbicara dengan pelanggan? Sebutkan lima hal yang paling tidak mereka sukai dan lima hal yang paling mereka sukai pada produk atau jasa Anda.

- Sebutkan satu masalah yang sedang dihadapi para karyawan anda dan yang bisa anda atasi?

Saturday, May 17, 2008

Sukses Yang Tertunda


Berani Gagal . . . . .
Ungkapan yang aneh . . . yang jarang kita dengar.

Kegagalan adalah sukses yang tertunda , itulah yang sering kita dengar.
Ayo bangkit dari kegagalan

Bangkit untuk tidak selalu menyerah menghadapi segala masalah.
Kehidupan itu seperti roda , kadang diatas , kadang dibawah

Jadi jangan pernah menyerah untuk meraih sukses anda yang tertunda
Masih ada ajang pembalasan di Olympiade Beijing 2008

Monday, May 5, 2008

Mengapa Tuhan Memberikan Masalah ?


Permasalaan yang kita hadapi bisa membuat kita jatuh atau bertumbuh, tergantung dari bagaimana cara kita menanggapinya. Sangat disayangkan banyak orang gagal untuk melihat bagaimana Tuhan ( baca : Allah SWT ) menggunakan masalah untuk kebaikan mereka.

Mereka lebih memilih untuk bertindak bodoh dan membenci masalah-masalah mereka daripada menghadapi dan merenungkan kebaikan apa yang bisa mereka dapat dari masalah-masalah tersebut.

Dari beberapa perenungan saya ada lima alasan yang menurut saya mengapa Tuhan dalam memberikan masalah dalam kehidupan kita:

1. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGARAHKAN kita. Kadang-kadang Tuhan harus menyalakan api di bawah kita untuk membuat kita tetap bergerak. Sering kali masalah yang kita hadapi akan mengarahkan kita ke arah yang baru dan memberikan kita motivasi untuk berubah. Ada kalanya masalah menjadi cara yang Tuhan pakai untuk menarik perhatian kita.

2. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGUJI kita. Manusia bagaikan teh celup... jika anda ingin tahu apa yang ada di dalamnya, celupkan saja ke dalam air panas! Tuhan kadang ingin menguji kesetiaan kita melalui masalah-masalah yang kita hadapi. Sebagai orang no. 2 di departement kerja , saya pernah terlunta - lunta " diombang - ambing " tak menentu pada perusahaan otomotif nomor satu Indonesia , namun hal itu justru yang membuat kita jadi kuat , hasilnya sekarang saya jadi orang nomor satu pada departement kerja di perusahaan otomotif no. 2 di Indonesia.

3. Tuhan menggunakan masalah untuk MENGOREKSI kita. Ada pelajaran-pelajaran yang hanya dapat kita pelajari melalui penderitaan dan kegagalan. Mungkin waktu kita masih kecil orang tua kita mengajar kita untuk tidak boleh menyentuh kompor yang panas.

Tetapi mungkin kita baru benar-benar belajar justru setelah tangan kita terbakar. Kadang-kadang kita baru bisa menghargai sesuatu... kesehatan, teman, hubungan..., saat kita sudah kehilangan.

4. Tuhan menggunakan masalah untuk MELINDUNGI kita. Suatu masalah bisa menjadi berkat jika masalah tersebut menghindarkan kita dari bahaya. Tahun lalu ada seorang sahabat yang diberhentikan dari pekerjaannya karena ia menolak untuk melakukan sesuatu yang tidak etis bagi bossnya. Ia menjadi mengganggur, tetapi justru dari masalah itulah ia terhindar dari ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara, karena setahun kemudian tindakan boss itu terbongkar.

5. Tuhan menggunakan masalah untuk MENYEMPURNAKAN kita. Jika kita menanggapi masalah dengan cara dan pandangan yang benar, masalah tersebut bisa membentuk kita. Tuhan lebih memperhatikan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan yang akan kita bawa sampai kekal.

" ... Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan.

Apa yang ada di tangan kita? Dalam beberapa hal, hidup kita berada di tangan kita. Kita dapat memilih untuk menghamburkan setiap jam, hari, minggu, bulan, dan tahun demi kepentingan kita sendiri

Kita akan heran saat menyaksikan betapa banyaknya hal yang Tuhan sempurnakan dalam diri kita dan melalui kita.

Jadi sabar dan jalanilah setiap permasalahan yang kita hadapi. dan permasalahan yang timbul adalah suatu rahmat untuk kita. dan menjadi sebuah tantangan kita untuk hidup yang lebih baik.



Wednesday, February 27, 2008

Menggapai Kebahagiaan


Nun Jauh di sana, bertahun-tahun yang silam, di sebuah desa kecil di Tanah Pasundan , terlihatlah seorang pemuda sedang duduk termenung dekat sebuah taman, raut wajahnya penuh dengan ketidakbahagiaan, penuh kesal, dan mulutnya tak berhenti-henti mengeluarkan suara-suara keputusasaan.

Tak jauh dari tempat pemuda tadi, terlihat seorang kakek yang lanjut usia, sedang mendatangi pemuda tadi, melihat wajah pemuda yang begitu acuh akan kehadirannya, bertanya lah dia:

"Apa yang sedang kamu pikirkan wahai pemuda, kenapa aku melihat wajah mu penuh dengan kekesalan?"
"Dimanakah aku harus mencari kebahagiaan, kenapa aku tidak dapat menemukannya?" Jawab pemuda tadi tanpa menoleh ke sang kakek yang lanjut usia
"Oh...kalo kamu ingin mendapatkan kebahagiaan, tangkaplah capung yang berterbangan di taman disamping mu itu, dan bawalah kepada ku, maka akan aku beri jawaban mengenai kebahagiaan setelah itu" sahut kakek tersebut

Dengan wajah malas, dan langkah gontai, diikuti permintaan kakek tersebut, pergilah pemuda tadi ke taman tersebut, dan mulailah dia menangkap capung yang diminta sang kakek, namun sudah sekian lama mencari capung tersebut, tidak satupun capung yang dia dapatkan . Dia pun mulai berusaha dengan keras, berlari kesana kemari, tanpa tentu arah, di tabraknya rumput-rumput yang menghalanginya, dengan nafas yang terengah-engah, dia terus menangkap tanpa memperdulikan apapun yang ada didepannya, namun tetap saja tidak ada capung didapatnya.

Sang kakek yang memperhatikannya dari jauh, langsung mendekatinya, dengan tersenyum dia pun berkata :
"Begitukah engkau ingin mendapatkan kebahagiaan? dengan berlari tanpa tentu arah, menabrak apapun yang ada didepanmu, merusak rumput-rumput dan membuat capung-capung itu menjauhi mu? "

"Anak muda, mencari kebahagiaan sama dengan menangkap capung, semakin engkau ingin meraihnya, semakin dia menjauhi mu, ingat kebahagiaan itu bukan benda yang berwujud, dan bukan untuk dimiliki, kebahagiaan hanya bisa dirasa oleh hati" lanjut sang kakek

Sang kakek pun mendekati taman dan tanpa susah payah ditangkap sebuah capung dari taman tersebut
"Untuk mendapatkan kebahagiaan, harus menggunakan hati.
Dengan hati yang bersih, maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.

Selama hati mu penuh dengan ambisi untuk mendapatkan kebahagiaan, sesungguhnya kebahagiaan itu sendiri dengan sendirinya akan menjauh dari dirimu, mengertikan engkau anak muda" kata kakek tersebut sambil tersenyum kepada pemuda tadi

"Terima kasih kek, aku telah mengerti" sahut pemuda tadi dengan wajah yang riang.

~Kebahagiaan bukanlah target yang harus kita capai, namun kebahagiaan adalah buah dari perbuatan baik kita. Dengan hati yang tulus dan menghargai semua proses hidup yang kita lalui dengan suka cita, niscaya kebahagiaan sudah adalah dalam diri kita.

Namun seperti menangkap capung, semakin kita berlari tanpa arah, dengan ambisi untuk mendapatkan kebahagiaan, maka kebahagiaan akan menjauh dari kita. Jangan hanya bisa mengeluh, namun hargailah waktu kita sekarang ini, karena kebahagiaan akan menjadi milik orang yang menghargai hidup ~


Djodi Ismanto

Tuesday, January 29, 2008

JARAK ANTARA KEPUTUSASAAN DAN KEBERHASILAN


Seorang penjual roti menjelajahi blok-blok perumahan baru.

Semula hatinya cukup optimis untuk mendapatkan pelanggan di situ.

Setiap hari, sejak subuh sampai matahari setinggi tatapan, ia berkeliling sambil berteriak dan membunyikan klakson motornya.

Sudah tujuh hari ia berputar-putar, namun tak seorang pun mau membeli. Bahkan membuka pintu pun tidak. Penjual roti itu agak kecut.

"Mungkin penghuni perumahan ini tak membutuhkan roti untuk sarapan," begitu pikirnya.

Lalu ia memutuskan untuk berpindah ke lain tempat.

Keesokan hari, penjual roti yang lain memasuki perumahan itu.
Baru ia membunyikan satu dua klaksonnya, beberapa ibu keluar, memanggil dan membeli roti untuk makan pagi.

Ibu-ibu bercerita baru dua tiga hari ini mereka sadar bahwa sarapan roti ternyata bisa memudahkan pekerjaan pagi mereka.
Kini mereka memutuskan untuk membeli roti.

Ah, betapa tipisnya jarak antara keputusasaan dan keberhasilan. Seandainya kita cukup bersabar bahwa belajar adalah sebuah proses bersama waktu, kita akan memetik hasilnya di waktu yang tak kita duga-duga.


Djodi

Friday, January 25, 2008

Pemancing Yang Hebat


Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.

Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.

Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika masing-masing diantara mereka mendapatkan 10 ekor ikan. Tetapi jika jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memberikan apapun.

Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar tentang tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapatkan banyak keuntungan. Disamping mendapatkan `bonus' ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru. Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar keuntungan yang didapatkan oleh si B.

Renungan:
Kisah di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermanfaat bila diamalkan.

"Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang membuat kita berhasil selamanya," kata Harvey S. Fire Stone.

Karena tindakan tersebut disamping menjadikan kita lebih menguasai ilmu pengetahuan, kita juga mendapatkan keuntungan dari segi finansial, pengembangan hubungan sosial, dan lain sebagainya.

"Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, impian Anda akan tercapai," imbuh Zig Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.

Bentuk pemberian tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang dapat kita berikan.

"Make yourself necessary to somebody. - Jadikan dirimu berarti bagi orang lain," kata Ralph Waldo Emerson.

Kebiasaan memberi seperti itu selain memudahkan kita memperluas jalinan hubungan sosial, tetapi juga membangun optimisme karena merasa kehidupan kita lebih berarti.[Djodi]

Sumber: Dua Pemancing Yang Hebat oleh Andrew Ho. Andrew Ho adalahseorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.


Monday, January 7, 2008

ANTARA BURUNG, CACING DAN MANUSIA


Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing. Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Tidak terbayangs ebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus"berpuasa".


Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.
Kita lihat burung tetap optimis akan rejeki yang dijanjikan Allah.

Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup , suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah.

Suatu waktu kelebihan dan dilain waktu kekurangan.
Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing. Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup. Ia tidak mempunyaikaki,tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.Tapi kita lihat , dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rejeki . Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.


Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini sering kali kalah dari burung atau cacing ?

Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi ? padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.


Djodi


Wednesday, January 2, 2008

Antara KRITIK dan PENGHARGAAN


Seorang wanita baru pindah ke sebuah kota kecil. Setelah berada di sana beberapa waktu, ia mengeluh kepada tetangganya tentang pelayanan buruk yang dialaminya di apotek setempat.


Ia meminta pada tetangganya agar mau menyampaikan kritiknya pada pemilik apotek itu.
Beberapa hari kemudian wanita pendatang tersebut pergi lagi ke apotek itu.

Pemilik apotek menyambutnya dengan senyum lebar sambil mengatakan betapa senangnya ia melihat wanita itu berkenan datang kembali ke apoteknya, dan berharap wanita dan suaminya menyukai kota mereka.
Bukan hanya itu, pemilik apotek itu bahkan menawarkan diri membantu wanita dan suaminya menguruskan berbagai hal agar mereka bisa menetap di kota itu dengan nyaman.


Lalu, iapun mengirimkan apa yang dipesan wanita itu dengan cepat dan baik.Wanita itu merasa senang dengan perubahan luar biasa yang ditunjukkan oleh pemilik apotek. Kemudian, ia melaporkan hal itu pada tetangganya.


Katanya,"Anda tentu sudah menyampaikan kritik saya mengenai betapa buruk pelayanannya waktu itu."

"Oh, tidak," jawab tetangganya. "Sebenarnya saya tidak menyampaikan kritik anda pada mereka.

Saya harap anda tidak keberatan. Saya katakan pada pemilik apotek itu betapa anda terkagum-kagum melihat caranya mendirikan apotek dikota kecil ini. Dan, anda merasa apoteknya adalah salah satu apotek dengan pelayanan terbaik yang pernah anda temui.""

???"

Renungan...!
Semua orang akan melakukan apa pun bagi anda, bila anda memperlakukan mereka dengan penuh hormat, penting, dan berharga. Kritik seringkali hanya menghancurkan harapan perbaikan.

Sedangkan sebuah apresiasi (penghargaan) selalu mendorong orang lain untuk melakukan lebih baik lagi.
Adakah kritik yang membangun?
Yang pasti ada adalah penghargaan yang membangun.
Renungan kali ini menggugah kita agar lebih pandai menyuarakan penghormatan, bukan hanya kritik belaka.


Djodi Ismanto

Sunday, December 30, 2007

SALAM UNTUK SEMUA


Tak peduli siapa pun anda, bila jari anda tersulut api, melepuhlah tanpa ayal.
Api tak mengenal siapa nama anda, apa kebangsaan dan kelompok, serta semua atribut-atribut yang anda bawa sepanjang hari.
Api akan membakar.
Sia-sialah kesombongan jari di hadapan sang api yang melepuhkan.

Karena kita berpijak di atas bumi yang sama, meringkuk di bawah langit yang sama, berusaha di terik matahari yang sama, dan jika anda seorang pekerja pastilah berkarya di suatu perusahaan yang sama , menerima gaji dari boss yang sama , bahkan juga memakai toilet yang sama , maka sesungguhnya tiada guna keangkuhan atas nama diri sendiri, atas nama departemen , atas nama ras , atas nama suku , atas nama kebangsaan, atas nama kelompok, bahkan atas nama segala sesuatunya.

Sejatinya manusia bergerombol dalam satu ras, yaitu ras manusia.
bahkan dalam suatu perusahaan kita bersatu atas nama kuli ( baca : pekerja ) yang tentunya sama - sama menerima gaji.

Maka, atas nama manusialah kita berjabatan tangan , atas nama karyawan lah kita bersatu , janganlah saling mencerca bahkan saling menjatuhkan atau malah cari kesalahan orang / departemen lain.


Mari, kita singkirkan perbedaan yang kita agung-agungkan. Setiap manusia unik, itu adalah pasti. Namun, di hadapan ke Agungan Penguasa Alam Raya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, manusia adalah sama merayap, sama merangkak, sama bersujud, sama mengangkat tangan, sama menengadahkan kepala,sama mempersembahkan air mata.

Tak ada benteng yang patut kita tinggikan,selain persaudaraan dan keakraban antar sesama kita.

Perkenankan kami, atas nama creator webblog ini , menelangkupkan kedua telapak tangan di dada dalam keheningan, mohon maaf jika ditahun 2007 , bahkan di hari terakhir tahun ini masih banyak kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam layanan web ini sekaligus kami mengucapkan:

Kepada saudara-saudara Kristiani:
Selamat Natal 2008, semoga Kasih senantiasa tercurah di antara kita.

Kepada saudara-saudara Muslim :
Selamat Idul Adha 1428 H, Semoga Allah SWT. memperkenankan doa dan harapan kita

Kepada seluruh Rekan - rekan di KTB - Mitsubishi Motors , Group Sumatera Berlian , Unilever Indonesia , Ekamant Indonesia , PT. Astra International , Toyota Division , Paguyuban Wargi Sunda - Medan , Setia Kawan Pahala Motors , Dipo Stars Finance , Trainers Club Inonesia , Pengembangan Kepribadian , Aerospace Indonesia , Problema Sekretaris , Cinta Rasul dan seluruh pembaca web ini ,


Selamat Tahun Baru 2008, semoga tahun depan membawa lebih keberkahan dan kebahagian untuk kita SEMUA.


DJODI ISMANTO
http://www.djodiismanto.blogspot.com/

Wednesday, December 26, 2007

BALIK SAJA


Batu setapak menuju pintu masuk di sebuah mesjid kecil sudah aus. Sudah puluhan tahun batu itu diinjak dan dilalui orang. Dalam rapat dewan jemaah,Kyai setempat setuju untuk mengganti batu itu. Namun, batu itu sangat berat,besar dan terbuat dari bahan yang mahal sekali, maklum sumbangan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila , jaman masih berkuasanya orang Cendana .

Dan, mereka tidak memiliki cukup dana untuk membeli batu pengganti. Lalu diputuskan untuk mengumpulkan dana dari setiap jemaah yang mengunjungi mushala tersebut. Meski telah sekian lama berusaha, dana yang terkumpul masih terlalu sedikit. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mencapai dana yang cukup.


Kemudian ada seorang ustad muda yang memiliki ide cemerlang, "Bagaimanakalau batu itu kita balik saja. Yang bawah menjadi bagian atas, lalu kita poles lagi. Tentu akan tampak seperti baru.

"Aha! Ide yang cemerlang! Pak Kyai sangat senang dengan usulan itu.Ternyata, persoalan ini bisa dipecahkan dengan mudah.Lalu mereka berramai-ramai mendongkel dan membalik batu setapak itu.
Betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui ternyata bagian bawah batu itu juga sudah aus, pertanda pernah menjadi bagian atas batu. Belasan tahun yang lalu kakek-kakek ( pendahulu ) mereka telah melakukan hal yang sama.

Dahulu mereka juga hanya membalik batu itu.

Renungan...! Bila kita tak mau berkorban sekarang, tak ada yang akan diberikan pada generasi mendatang.

Monday, December 24, 2007

TATTO GAMBAR SINGA


Suatu ketika ada seorang lelaki yang menginginkan tatto gambar singa dipunggungnya. Ia lalu pergi ke tukang tatto yang paling hebat, dan mengemukakan maksudnya. Ia lalu memilih sebuah gambar singa yang tampak sangat gagah.

Kemudian tukang tatto itu mulai bekerja. Tetapi segera setelah merasakan beberapa tusukan jarum tatto, lelaki itu mengerang kesakitan,

"Engkau mau membunuhku?! Bagian mana yang sedang kau gambar?"
"Aku baru mengerjakan bagian ekornya," jawab tukang tatto itu.
"Kalau begitu, hapus saja ekornya. Biarlah gambar singa itu tanpa ekor,"teriak lelaki itu.

Kemudian tukang tatto itu bekerja lagi. Dan lagi-lagi si lelaki itu tak tahan merasakan sakitnya tusukan jarum. Ia lalu menjerit,
"Wadow, sakit sekali. Bagian mana yang sedang kau gambar kali ini?"
"Kali ini," jawab tukang tatto itu, "adalah bagian telinga singa."
"Tinggalkan saja bagian itu. Biarkan gambar singaku telinga," katanya sambil terengah-engah.

Maka, tukang tatto itu mencoba lagi dengan hati-hati. Tetapi segera saja,setelah jarum menusuk kulitnya, lelaki itu menggeliat lagi. "Sekarang katakan, bagian mana yang sedang buat?"
"Ini adalah perut singa," kata tukang tatto itu dengan putus asa.
"Aku tak mau singa dengan perut!" teriak lelaki itu.


Dengan perasaan jengkel tukang tatto itu berdiri sebentar, lalu membuang jarum dan berteriak,
"Seekor singa tanpa ekor, tanpa kepala, tanpa perut?
Siapa yang bisa menggambar singa seperti itu?
Bahkan Tuhan pun tidak!"

Pojok Renungan :
Kita takkan pernah jadi singa, si raja rimba, bila takut pada panasnya gurun pasir. Kita takkan pernah jadi elang, si raja langit, bila gentar pada gamangnya ketinggian. Maka kita pun takkan menjadi apa-apa bila takut pada apa-apa.

Djodi


Thursday, November 15, 2007

Sukses Anda


Saudara, suatu hari di sebuah desa terdapatlah 2 orang pemuda (Nasyidh dan Kaslan) berangkat ke sawahnya untuk bekerja disana. Mereka melakukan aktivitas dan tujuan yang sama yaitu ingin menghasilkan padi terbaik. Setiap hari mereka pergi kesawah dengan membawa perkakasnya, mulailah mereka membajak sawah dengan tenaga mesin dan mengairi air ke sawah mereka masing-masing.



Keesokan harinya sawah siap untuk ditanami padi. Setelah padi selesai ditanam mereka duduk di gubuk peristirahatan sambil menikmati kopi dan nikmatnya udara. Kemudian Kaslan menyampaikan keinginannya kepada sahabatnya Nasyidh, ”Nasyidh aku ingin 4 bulan yang akan datang mendapatkan panen yang bagus”. ”Aku juga Lan..”, jawab Nasyidh.Hari-hari pun tarus berlalu, padi yang makin membesar membutuhkan pupuk dan perairan yang bagus. Hampir setiap hari Nasyidh pergi ke sawah untuk mengecek keadaan padinya, terkadang dia turun ke sawah untuk membersihkan rumput-rumput dan siput yang menganggu padinya.



Bahkan di waktu padi mulai berbiji Nasyid menghabiskan malamnya di sawah menjaga dari gangguan babi hutan, membuat orang-orangan menghindari dari serangan burung pipit. Sementara Kaslan pergi ke sawah hanya untuk memupuki padinya. Dan ketika panen tiba Nasyidh mendapatkan hasil 4X lipat dari Kaslan.Saudara, begitu juga dalam kehidupan kita.



Cerita tentang kehidupan si Nasyidh dan si Kaslan pernah kita jalani. Kesuksesan ada ditangan anda,”Anda hari ini adalah hasil dari buah fikiran,perasaan dan perbuatan anda masa lalu.” Janganlah anda menyesali hidup anda. Mungkin anda pernah mengeluh dengan keadaan anda hari ini, keuangan yang tidak anda harapkan, karir yang tak menentu, kesehatan yang mulai menyakitkan dan kehidupan penuh menyeramkan.



Bahkan anda mengambing hitamkan hidup dengan mengatakan : “Inilah nasib yang harus aku jalani, Tuhan memang telah menentukan takdir untukku seperti ini”. Kehidupan anda saat ini sebenarnya bukanlah diri anda melainkan buah karya yang telah anda buat pada masa lalu.


Lihatlah, 4 bulan sebelum panen datang, Nasyidh mengahabiskan hidupnya di sawah, rela menemani padinya di malam hari, sementara Kaslan hanya santai di rumahnya dan hasil yang dia peroleh pun sebagaimana usahanya.



Saudara, inilah yang membuat para Motivator dan Trainer selalu menamkan kepada perserta trainee nya untuk memiliki IMPIAN. Dengan memiliki impian maka anda telah memutuskan, kehidupan yang seperti apa yang anda harapkan di masa yang akan datang. Tulislah sedetil-detilnya impian anda sehingga anda tahu apa yang harus anda lakukan untuk meraihnya, keuangan seperti apa yang anda harapkan, jenjang karir, keluarga dan hubungan masyarakat yang bagaimana anda inginkan..?


Belajarlah dari sejarah hidup telah anda jalani, ambil hikmah darinya. Jangan anda lupakan kehidupan anda begitu saja, karena masa lalu akan menjadi pengingat tuk masa depan. Segera anda rubah kebiasaan buruk anda. Kalau anda merasa harus merubah haluan lakukan sekarang, jangan anda menunggu nanti. Ketika anda menberikan waktu dan luang (kesempatan) kepada alasan-alasan anda, maka andapun sedang mengubur impian-impian anda dan menghapus satu-persatu kata-kata



SUKSES dalam hidup anda.Saudara, sekali lagi saya katakan KESUKSESAN ADA DITANGAN ANDA, berkerjalah dengan tekun, semangat, gigh dan penuh kesabaran. Sehingga ketika hari itu datang anda mengatakan KEHIDUPANKU SUNGGUH MENYENANGKAN….AKU SUKSES…



Salam PowerDO IT NOW OR NEVER FOREVER…!



RAHMADSYAH

Personal Development Trainer

Tuesday, October 23, 2007

Tetap Semangat !


Seringkali situasi berjalan tidak sesuai dengan kehendak atau malah mungkin meninggalkan anda.
Mulai dari promosi terhambat , bonus yang tak kunjung keluar , usulan yang selalu ditolak atau di pending , sampai kepada hal – hal sepele seperti computer rusak , line telepon ngadat dll.

Semua itu bisa jadi mengecewakan anda , namun demikian anda dipersilahkan memilih sikap apapun yang anda mau., namun jangan sampai kehilangan semangat.
Saat anda memilih untuk tetap semangat dan positif , sesungguhnya pilihan itu tak banyak.
Pertahankan semangat anda , meski situasi sulit dan tidak memihak anda.

Percayalah , anda tidak akan sanggup kecewa selama 24 jam terus menerus.
Nanti pada saatnya semangat anda akan menemukan harapan baru.
Tetaplah optimis untuk mengerjakan sesuatu.
Kesulitan ini hanya sementara datang untuk akhirnya pergi , janganlah kehilangan antusiasme dan semangat , karena itulah pegangan yang paling kokoh.

Semangat adalah milik anda yang hakiki .
Bukankah semangat adalah kata lain dari “ Spirit ?”.
Sedangkan “ Spirit “ adalah Roh dan Jiwa Anda.

Ingatlah hukum alam dan kata-kata bijak ini :

Tidak ada “ situasi yang tidak tidak enak “ yang berkesinambungan , namun harus anda ingat juga tidak ada “ situasi enak “ yang abadi.


Djodi Ismanto
From nice city of Medan