Myspace Backgrounds

Wednesday, March 26, 2008

Gaji Orang Indonesia


GAJI ORANG INDONESIA

Tidak biasanya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ir. Tifatul Sembiring tidak mengucapkan pantun saat memberikan kata sambutan pada seminar politik yang dihadiri oleh Prof James Fox dari Australian National University dan Jakob Oetama, tokoh pers,di Jakarta, Senin.
Tifatul justru menyampaikan sebuah lelucon yang menggambarkan potret masyarakat Indonesia , yang sampai kini masih menjadi permasalahan bangsa.
Lelucon itu menceritakan dua orang yang sedang berdialog.
Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia .
Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, "Berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?"
Orang Eropa menjawab, "Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan."
"Lalu sisa 500 Euro untuk apa?", tanya orang Indonesia .
Orang Eropa menjawab secara ketus, "Oh.. itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!"
Kemudian orang Eropa berbalik bertanya. "Kalau anda bagaimana?"
"Gaji saya Rp 950 ribu, Rp 450 ribu untuk tempat tinggal, Rp 350 ribu untuk makan, Rp 250 ribu untuk transport, Rp 200 ribu untuk sekolah anak, Rp 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, Rp100 ribu untuk...".
Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.
"Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?", kata orang Eropa itu keheranan.
Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng, "Begini Mister, tentang uang yang kurang, itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya,".
Spontan hadirin tertawa, termasuk Prof James Fox yang tertawa hingga terpingkal-pingkal.

Tuesday, March 25, 2008

Kekuatan Api Cinta


Alkisah suatu ketika, Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api sedang mengadakan perjalanan bersama-sama.


Di suatu tempat, perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jalanan. Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.

“Itu bisa aku singkirkan,” kata Kapak.
Pukulan-pukulannya keras sekali menghantam baja yang kuat dan keras juga itu.
Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu lebih tumpul sendiri sampai ia berhenti.

“Sini, biar aku yang urus,” kata Gergaji.
Dengan gigi-gigi yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi kaget dan kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.

“Apa kubilang,” kata Palu, “Kan aku sudah omong, kalian tak bisa.
Sini, sini aku tunjukkan caranya.”
Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tak berubah.

“Boleh aku coba?” tanya Nyala Api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk, dan mendekapnya erat-erat tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun meleleh cair.

Renungan:
Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga tinggi.

Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat.
Betapa arif bijak ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin.

Ah, tak ada yang tahan menampik nyala cinta kasih.

Monday, March 24, 2008

NAMA BAIK


Alkisah pada suatu ketika, Angin, Air dan Nama Baik sedang mengadakan perjalanan bersama-sama.

Angin, biasa datang terburu-buru seperti orang yang sedang marah.
Bisa melompat di sini dan menendang debu di sana.

Air berjalan dalam bentuk seorang putri. Ia selalu membawa kendi ditangannya, meneteskan beberapa air di atas tanah sekitarya.

Nama Baik berwujud dalam seorang pemuda yang tampan dengan sikap-sikap yang baik, namun sedikit pemalu.

Mereka saling menyukai, meskipun mereka sangat berbeda satu sama lain.
Ketika mereka harus berpisah, mereka bertanya, “Kapan kita bisa bertemu untuk mengadakan perjalanan yang lain lagi?”

Angin menjawab, “Engkau akan selalu menemukan aku di puncak gunung-gunung atau melompat-lompat di sekitar kakimu. Meniup debu ke mana kamu pergi.”

Air berkata, “Aku juga akan selalu ada disekitarmu. Kamu bisa pergi ke laut atau sungai, bahkan ke dapur, untuk menemuiku.”

Nama Baik tidak mengatakan apa-apa.
Angin dan Air bertanya, “Nama Baik, kapan dan dimana kita akan bertemu lagi?”
Nama Baik menjawab, “Kamu tidak akan bertemu aku lagi di manapun.

Siapapun yang telah kehilangan aku sekali saja, takkan pernah bisa mendapatkan aku lagi.”

Renungan :
Kaca, Porselen dan Nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. (Benjamin Franklin)

Kisah Tukang Ledeng


Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya.Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya .

Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi .
Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng .

Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini , kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ?

Mr.Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ?

Ya , namanya Christopher L.Jr . Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !

Renungan :
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :

1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita . Jangan pernah memberinya sampah .

2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to face !

3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan .

4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta.


Djodi Ismanto
eks Customer Care Div. Auto 2000 Jakarta

Roda Kehidupan



“Kabayan, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki.
Cuma yang aneh, setiap ada jalan menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan sedang mendaki ia tersenyum.
Hikmah apakah yang bisa saya petik dari kisah ini?” tanya sang teman
“Itu perlambang manusia yang telah matang dalam meresapi asam garam kehidupan.
Itu perlu kita jadikan cermin.
Ketika bernasih baik, sesekali perlu kita sadari bahwa satu ketika kita akan mengalami nasib buruk yang tidak kita harapkan." Demikian si Kabayan menjelaskan.
Dengan demikian kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta.
Ketika nasib sedang buruk, kita memandang masa depan dengan tersenyum optimis.
Optimis saja tidak cukup, kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras.” Lanjut si Kabayan.

“Apa alasan saya untuk optimis, sedang saya sadar nasib saya sedang jatuh dan berada dibawah.” tanya sang teman.
“Alasannya ialah iman, karena kita yakin akan pertolongan Sang Maha Pencipta.”
“Hikmah selanjutnya?” si teman kembali bertanya.
“Orang yang terkenal satu ketika harus siap untuk dilupakan, orang yang diatas harus siap mental untuk turun kebawah. Orang kaya satu ketika harus siap untuk miskin.”

Olyimpiade Yang Istimewa



Beberapa tahun lalu, diadakan olimpiade khusus orang-orang cacat di Seattle. Saat itu dilakukan pertandingan lari jarak 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap di tempat start masing-masing.

Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakkan, mereka semua berlari, meski tidak tepat berada di garis lintasannya, namun semuanya berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan.

Kecuali, seorang pelari, anak lelaki, tiba-tiba tersandung dan terjatuh berguling beberapa kali. Ia lalu menangis.
Delapan pelari mendengar tangisan anak lelaki yang terjatuh itu. Mereka lalu memperlambat lari mereka dan menoleh ke belakang. Mereka semua berbalik dan berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh di tanah itu.
Semuanya, tanpa terkecuali.

Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman padanya dan berkata, “Semoga membuatmu merasa lebih baik.”

Kemudian kesembilan pelari itu saling bergandengan tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.

Seluruh penonton yang ada di stadion itu berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada di sana saat itu masih saja tak bosan bosannya meneruskan kejadian ini.

Tahukah anda mengapa? Karena di dalam diri kita yang terdalam kita tahu bahwa:

Dalam hidup ini tak ada yan jauh lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua. Yang terpenting dalam hidup ini adalah saling tolong menolong meraih kemenangan, meski kita harus mengalah dan mengubah diri kita sendiri.

Saturday, March 22, 2008

Saat KIRI Iri Dengan KANAN



Kenapa sih, semua selalu memilihmu?” tanya Kiri kepada Kanan.
”Kenapa semua selalu menganggapmu baik, sedangkan aku buruk”

“Kenapa aku selalu menjadi simbol keburukan”
“Aku tak bisa memikirkan alasan kenapa semua itu bisa terjadi?” tanya Kiri bertubi-tubi kepada Kanan.


”Tak hanya kau yang bingung,” kata Kanan,
”Aku sendiri tak tahu kenapa aku selalu dianggap baik.
Tapi, aku takkan bisa sendiri, aku membutuhkanmu”
”Pelukanku takkan sehangat seperti saat kau membantuku memeluk”

”Jabatanku takkan seerat seperti saat kau turut menjabat”
”Saat berdoa pun aku selalu berdampingan denganmu, bersama memohon segala rahmat dan hidayah dariNya”
”Dan satu hal yang pasti, aku ada karena kau ada " Demikian si Kanan menjelaskan.

Keindahan selalu muncul saat kita semua berpikir positif

Sebutir Pasir


Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam.
Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasi yang luas dan gersang sekali pun!
Lantas apa? “Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, “Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka.

Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk.
Tanpa sadar, kaki pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”

Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai.

Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kak seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang malakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil.

Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.

Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar ummatnya tida mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupa kan amal baik kendati kecil juga.

Dalam kisah sufi, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar karena faktor keikhlasannya.

ukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjin tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga?

Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.

Wednesday, March 19, 2008

JARINGAN LABA-LABA DI KERAH BAJU


Dulu ada seorang hakim arif , yang terkenal karena kebijaksanaannya.
Pada suatu hari seorang pemilik toko datang melapor, bahwa ada barang dicuri dari tokonya, tetapi ia tidak dapat menangkap pencurinya.

Hakim memerintahkan agar pintu toko dilepas dari engselnya, dibawa ke tengah pasar dan dicambuki lima puluh kali, karena tidak melakukan kewajibannya menahan pencuri masuk toko.

Banyak orang berkumpul melihat hukuman aneh yang sedang berjalan. Ketika cambukan sudah dijalankan, hakim membungkuk dan bertanya kepada pintu, siapa pencurinya. Lalu ia menempelkan telinganya ke pintu, untuk mendengar lebih baik apa yang dikatakan pintu.

Ketika ia berdiri ia mengumumkan.

"Pintu menyatakan bahwa pencurian itu dilakukan oleh seseorang , yang membawa sarang laba-laba di kerah bajunya."

Segera tangan orang tertentu di tengah massa itu meraba kerah bajunya.
Rumahnya diperiksa dan barang-barang curian tersebut ditemukan.

Yang diperlukan hanya kata yang menyanjung atau celaan untuk membuka kedok " si aku."

UJIAN BAGI CALON AHLI BEDAH


Seorang ahli bedah yang terkenal menyatakan kepada para mahasiswa, bahwa ahli bedah membutuhkan dua hal:

1. Bebas rasa muak dan
2. Kemampuan mengamati.

Lalu ia mencelupkan jari dalam cairan berasal dari mayat yang memuakkan dan menjilatnya.

Kemudian ia mempersilakan setiap mahasiswa untuk berbuat yang sama.
Semua mereka memaksakan diri dan berhasil melakukan hal sama tanpa berkedip.

Lalu dengan senyum ahli bedah berkata:
"Saudara-saudara kuucapkan selamat, karena lulus ujian pertama.

Tetapi sayang, belum yang kedua, sebab tidak satu pun dari kalian punya kemampuan mengamati , bahwa jari yang kujilat tadi bukan jari yang kumasukkan dalam cairan."

PIKIRAN AKAN TUHAN DAN WANITA CANTIK


Seorang Ustadz setempat kerap dilihat bicara dengan wanita cantik yang terkenal sebagai perempuan jalang - dan di muka umum lagi, hal ini menjadi batu sandungan bagi umatnya.

Ia dipanggil oleh para ulama dan mendapat marah besar.
Ketika para ulama sudah selesai memarahi , sang Ustadz berkata:

"Bapak - bapak Ulama , Aku selalu berpikir, bahwa lebih baik berbicara kepada wanita cantik dengan gagasan tertuju kepada Tuhan daripada berdoa kepada Tuhan, dengan pikiran tertuju kepada wanita cantik."

Kalau sufi masuk kedai minuman , Kedai itu menjadi tempat berzikirnya.
Kalau pemabuk masuk tempat ibadah , Tempat Ibadah menjadi kedai minumannya.

Menjemur Baju


Kabayan sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air.

Saat menyambut Kabayan, beberapa penduduk mengeluh,
“Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Kabayan.
Tanaman-tanaman mati.
Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi.
Tolonglah kami.
Berdoalah meminta hujan.”

Kabayan mau menolong mereka.
Tetapi ia minta dulu seember air.
Maka datanglah setiap kepala keluarga membawa air terakhir yang mereka miliki.
Total terkumpul hanya setengah ember air.

Kabayan melepas pakaiannya yang kotor, dan dengan air itu, Kabayan mulai mencucinya. Penduduk kampung terkejut,
“Kabayan ! Itu air terakhir kami, untuk minum anak-anak kami!”
Di tengah kegaduhan, dengan tenang Kabayan mengangkat bajunya, dan menjemurnya.

Pada saat itu, terdengar guntur dahsyat, yang disusul hujan lebat.
Penduduk lupa akan marahnya, dan mereka berteriak gembira.
“Bajuku hanya satu ini,” kata Kabayan di tengah hujan dan teriakan penduduk,
“Bila aku menjemurnya, pasti hujan turun deras!”

Tuesday, March 18, 2008

Nanoko dan Pencuri


Nonoko adalah seorang Guru Zen tua yang hidup sendiri di salah satu pondok di kaki sebuah gunung.

Pada suatu malam ketika ia sedang bermeditasi, masuklah seorang asing ke dalam pondoknya sambil mengacungkan pedang ke arahnya, meminta uangnya.
Nonoko tidak menghentikan meditasinya sementara ia berkata kepada orang itu: "Semua uang saya ada di dalam mangkuk pada rak di atas sana. Ambillah semua yang
kauinginkan, tetapi sisakan lima yen untuk saya. Minggu depan saya harus membayar pajak."

Orang asing itu mengambil semua uang yang ada di dalamnya dan mengembalikan lagi lima yen ke dalamnya. Ia juga mengambil jambangan yang sangat berharga yang terletak di
rak.

"Bawalah jambangan itu dengan hati-hati," kata Nonoko.
"Jambangan itu mudah pecah."

Orang asing itu sekali lagi melihat sekeliling ruangan kecil yang kosong dan akan segera pergi.

"Engkau belum mengucapkan terima kasih," kata Nonoko.
Orang itu mengucapkan terima kasih dan pergi.

Hari berikutnya seluruh desa ribut. Banyak orang mengatakan bahwa mereka dirampok. Seseorang melihat jambangan tidak ada lagi pada rak di dalam pondok Nonoko dan bertanya apakah ia pun menjadi kurban perampokan.

"Tidak," kata Nonoko. " Saya memberikan jambangan itu kepada seorang asing, dengan sejumiah uang.

Ia mengucapkan terima kasih kepada saya dan cepat pergi. Ia seorang yang menyenangkan, hanya sedikit sembrono dengan pedangnya!"

DINAIKKAN ATAU DITURUNKAN


Dua truk diparkir bertolak belakang dan seorang pengemudi truk sedang berjuang untuk mengangkat sebuah peti besar dari truk yang satu ke truk yang lain.

Kabayan yang sedang kebetulan lewat ketika melihat keadaan seperti itu menyediakan diri untuk menolong.

Maka kedua orang itu bekerja dan berusaha sekuat tenaga selama lebih dari setengah jam, tanpa hasil.

"Saya khawatir, pekerjaan kita tidak akan berhasil," kata Kabayan yang coba membantu.
"Kita tidak akan pernah dapat MENURUNKAN barang itu dari truk." Kata si Kabayan

"Menurunkan!" seru pengemudi itu. "Masyaalah, saya tidak mau menurunkan, saya mau MENAIKKAN !"

Kabayan : " !@%%^&?>+(*&. . . . . . "

Monday, March 17, 2008

SIAPA YANG MEMBUAT SANDWICH ?


Ketika itu adalah saat makan siang di pabrik. Seorang pekerja membuka bungkusan makan siangnya dengan sedih.

"Ah,roti keju lagi!" gerutunya dengan suara keras.
Ini terjadi pada hari berikutnya, berikutnya dan berikutnya lagi.

Seorang pekerja lain yang selalu mendengar gerutu kawannya itu berkata, "Kalau engkau tidak suka roti keju , mengapa engkau tidak minta kepada istrimu untuk menyiapkan makanan yang lain?"

"Itulah yang menjadi masalah , karena saya tidak berkeluarga. Saya menyiapkannya sendiri."

Orang yang belum mengalami penerangan batin tidak mampu melihat bahwa dirinya sendirilah yang merupakan sebab kesedihannya.

Kaki Keluar Dari Lingkaran


Sepasang pengantin yang sedang berbulan madu sedang menuju ke tempat tidur di hotel mereka ketika seorang perampok bertopeng masuk ke kamar mereka.
Perampok itu membuat sebuah lingkaran di lantai dengan sebuah kapur, memberi isyarat kepada sang suami dan berkata,

"Berdiri di lingkaran ini.Kalau engkau keluar dari lingkaran ini, saya akan menembak kepalamu."

Sementara sang suami berdiri di tempatnya, perampok itu mengambil semua barang yang dapat ia bawa dan memasukkannya ke dalam kantong. Ketika ia hendak pergi ia melihat pengantin putri yang cantik yang hanya terbungkus selembar kain.

Ia menghampirinya, membunyikan radio, berdansa dengannya, memeluk dan menciuminya - dan hampir saja memperkosanya seandainya pengantin putri itu tidakmelawannya dengan berani.

Ketika akhirnya perampok itu pergi, pengantin putri itu memandang suaminya dan berteriak,

"Lelaki macam apa kau! Kau hanya diam terpaku di tengah-tengah lingkaran dan tidak melakukan sesuatu pun sementara saya hampir saja diperkosa!"
"Tidak benar kalau saya tidak melakukan sesuatu," protes sisuami.
"Apa yang kaulakukan?"
"Saya menentang perintahnya.

Setiap kali ia membelakangi saya, saya mengeluarkan kaki saya dari lingkaran!"

Bahaya yang siap kita hadapi adalah bahaya yang dapat kita hadapi dari jarak yang aman.

Terpaksa Menggunakan Otak


Dengan bantuan PETUNJUK PEMAKAIAN seorang wanita selama berjam-jam mencoba merakit alat rumah tangga yang rumit , yang baru saja ia beli.

Akhirnya ia menyerah dan membiarkan bagian-bagian alat itu terserak di meja dapur.

Bayangkan betapa ia terkejut ketika beberapa jam kemudian ia kembali dan menemukan alat itu sudah dirakit oleh pembantunya dan bekerja dengan sempurna.

"Bukan main, bagaimana engkau mengerjakannya?" serunya.
"Ah ibu, kalau orang tidak dapat membaca, dia terpaksa menggunakan otaknya," jawabnya tenang.

Kabayan Mengenai Pemerintahan Yang Baik


Ramai - ramai soal persenjataan negara ( Alutsista ) kita sekarang ini Kabayan terlibat pembicaraan dengan teman nya disaung tengah sawah.

Seorang teman berkata kepada Kabayan,
"Apakah unsur-unsur dasar untuk suatu pemerintahan yang baik?"
Ia menjawab, "Makanan, senjata dan kepercayaan rakyat."

"Tetapi," lanjut sang teman itu,
"Kalau anda dipaksa untuk melepaskan salah satu dari ketiga unsur itu, mana yang akan anda lepaskan?"
"Senjata."

"Dan kalau anda harus melepaskan satu lagi dari dua yang masih tinggal?" tanya lagi sang teman.
"Makanan."

"Tetapi tanpa makanan rakyat akan mati!" sang teman penasaran.
"Sejak dahulu, kematian merupakan bagian hidup manusia.
Tetapi rakyat yang tidak lagi mempercayai para pemimpinnya, sungguh celaka."

Tak Tahu Siapa Yang Gagah



Di sebuah hutan terdapat raja hutan (singa) yang merasa dirinya hebat.

Dan untuk melegalisasikan kehebatannya, maka si singa bertanya kepada sebagian penghuni hutan.

Bertanyalah si singa kepada seekor gorila.
Singa : ‘Hai gorila, siapakah yang paling gagah di hutan ini?’
Gorila: ‘Anda tuan ku.’
Banggalah si singa mendengar itu.

Kemudian ia bertemu dengan seekor banteng.
Singa : ‘Hai banteng, siapakah yang paling gagah dan hebat di hutan ini?’
Banteng: ‘Sudah tentu Anda.’
Mendengar jawaban-jawaban dari sebagian hewan yang ia temui, merasa sombonglah si singa.

Kemudian ia berjalan kembali, dan di tengah jalan ia bertemu dengan seekor gajah.
Singa : ‘Hai gajah, siapakah yang paling gagah dan perkasa di hutan ini?’

Tetapi gajah tidak menjawab, dan diluar dugaan singa, gajah langsung menghajar dan menginjak-injak singa hingga babak belur.

Kemudian gajah berlalu meninggalkan si singa.
Dengan badan yang sudah babak belur, si singa berkata kepada gajah, ‘Kalo nggak tau jawabannya jangan marah gitu dong ….


From
Daris Rajih

Saturday, March 15, 2008

PENGHARGAAN


"Ada dua hal yang diinginkan orang lebih daripada seks dan uang,yaitu pengakuan dan pujian."-- Mary Kay Ash, pendiri, Mary Kay Cosmetics

INILAH kisah I Made Suardana. Dalam blognya, orang Bali yang bekerja di sebuah resort bintang lima di Kepulauan Turks and Caicos, BritishWest Indies ini, berkisah tentang pengalaman yang baru saja dilaluinya. Biasanya dia tak hirau akan isi dari papan pengumuman yang biasa dipajang di kantin kantornya. Dia selalu datang, makan,dan pergi. Begitulah kebiasaannya setiap harinya tanpa menghiraukan papan pengumuman di depannya.

Namun hari itu, dia sangat terkejut. Secara tidak sengaja memandang ke arah deretan foto-foto karyawan di dinding di perusahaannya. Eh,ternyata fotonya terpajang di sana. Lebih terkejut lagi, dia menyaksikan fotonya dalam ukuran 10R itu diberi embel-embel "Employee of The Month for September 2007".

Olala… seakan mimpi, dia terpilih menjadi satu dari ratusan karyawan yang bekerja di sana. Terbayang di depan Made, sertifikat dan bonus $150 menantinya. Dia juga berhak mendapat satu tiket untuk menjadi nominee Employee of The Year dengan bonus $1000- $1500.

Beberapa perusahaan di Indonesia juga telah melakukan hal yang sama.Mereka memberikan penghargaan kepada setiap karyawannya atas kinerja yang dicapainya. Secara kasat mata, memang baru terbatas pada beberapa perusahaan saja. Yang mencolok adalah restoran cepat saji.

Wajah dari karyawan yang berprestasi dipajang dekat kasir saat kita membayar makanan yang kita pesan. Mengapa perusahan-perusahaan perlu melakukan hal itu?

Pemberian insentif berupa uang bagi karyawan memang sangat menyenangkan. Survei yang dilakukan perusahaan penempatan tenaga kerja di Amerika, Robert Half International menemukan hasil 46% kepala bagian keuangan menganggap uang merupakan sarana yang paling baik untuk menunjukkan penghargaan kepada karyawan. Para manajer sering beranggapan bahwa orang hanya termotivasi oleh uang.

Namun, penghargaan tidak harus berupa uang. Seperti yang dilansir situs http://www.portalhr.com/, para ahli di sana berpendapat penghargaan berupa uang tunai dan non uang sebenarnya sama-sama efektif dalam menyenangkan hati karyawan.

Artinya, pujian pun bisa membuat tenteram suasana hati pegawai. Sayangnya, menurut Roger Flax,Direktur Motivational Systems banyak manajer mengabaikan atau kurang menghargai kekuatan pujian.

Bicara soal penghargaan non uang, kita harus kembali kepada fitrah karyawan sebagai manusia biasa.

Karyawan juga manusia. Setiap manusia, memiliki kesamaan mendasar, ingin dipuji, didengarkan, dan dihormati. Kadang dengan pujian yang tulus pun, karyawan akan merasa tersanjung dan dihormati.

Sedikit pujian dapat memberikan dorongan,semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan atas terselesaikannya suatu pekerjaan dengan baik, merupakan salah satu motivator utama kinerja karyawan.

Manusia bukanlah sekedar makhluk fisik semata, tetapi juga makhluk spiritual. Mereka butuh penghargaan atas kontribusi yang telah mereka lakukan. Memberikan pengakuan sebenarnya sangat mudah dilakukan dan tidak mahal untuk didistribusikan, jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya.

Menyenangkan hati orang lain pun tidaklah merepotkan dan malah tidak membutuhkan biaya. Sedikit pujian pada teman kantor saja bisa menenteramkan suasana hatinya.

Namun memang pada kenyataannya, memberikan pujian ternyata tidaklah mudah. Jauh lebih mudah bagi kita untuk mengkritik orang lain.

Sumber:
Sonny Wibisono, Jakarta