Myspace Backgrounds

Saturday, May 3, 2008

Kisah Mimpi Tuan Raja


Pada suatu hari, seorang raja bermimpi suatu hal yang aneh, lalu ia mengumpulkan semua menteri di kerajaannya, termasuk permaisurinya untuk menanyakan arti mimpinya tersebut..

Tuan Raja bertanya pada salah satu menterinya, " Malam tadi aku bermimpi bahwa gigiku tanggal semua kecuali tinggal satu. Apa artinya wahai menteri ? "

Sang menteri adalah orang yang pandai. Ia mengerti maksud mimpi tersebut lalu menjawab, " Wahai Tuan Raja, mimpi Tuan Raja menunjukkan bahwa semua keluarga paduka akan meninggal semua kecuali paduka sendiri ."

Tuan Raja marah besar, lalu berkata pada para pengawal, " Kurang ajar, masukkan dia ke dalam penjara. "

Setelah itu, tuan raja bertanya kepada permaisurinya, " Wahai permaisuriku, aku bermimpi bahwa semua gigiku tanggal semua kecuali tinggal satu, apakah engkau mengerti maksud mimpiku itu?"

Sang permaisuri menjawab dengan lembut, " Wahai Tuan Raja, mimpi Tuan Raja sangatlah indah, indah sekali. Mimpi itu menunjukkan bahwa Tuan Raja akan memiliki umur yang sangat panjang, sehingga menyaksikan semua anak-anak dan istriTuan Raja meninggal terlebih dulu."

Tuan Raja merasa senang dan puas dengan jawaban tersebut, lalu berkata kepada pengawal, " Berikanlah hadiah kepada permaisuriku."

Kisah di atas mengandung sebuah pelajaran, yaitu dalam menyampaikan suatu berita atau pesan maka sampaikanlah dengan hikmah. Hikmah akan membuat pesan kita lebih mengena dan diterima oleh hati. Hikmah akan membuka rahasia-rahasia kehidupan dengan amat indahnya.

Sebaik berita apapun jika disampaikan dengan " Killer Words " akan menggelisahkan baik pembicara maupun pendengarnya , dan Seburuk berita apapun jika disampakan dengan " Magic Words " akan menenangkan keduanya.

Hal tersebut dapat kita aplikasikan pada kehidupan sehari - hari pada keluarga , rekan , atasan bahkan pada pelanggan anda.

Kegagalan Terlaris Di Dunia


" Jangan takut gagal ! , karena Tuhan pun tahu dan memberi hikmah lain dibalik kegagalan "

Bisnis yang dimulai dengan kegagalan bisa membawa kesuksesan yang tidak disangka-sangka. Seperti yang dialami oleh Clarence A. Crane, pebisnis permen coklat yang suatu ketika harus memutar otak karena omzet bisnisnya menurun setiap musim panas karena coklat menjadi mudah meleleh.
Akhirnya Crane memutuskan untuk membuat dan menjual permen mint padat.
Untuk mencetaknya, ia menyewa seorang pembuat pil lokal untuk membuat permen mint menjadi padat.
Karena kesalahan mesin, permen yang dihasilkan ternyata tidak berbentuk bundar padat seperti yangdiinginkan, melainkan berlubang di tengah seperti cincin.

Melihat permen gagal itu, Crane tidak begitu saja langsung membuangnya. Ia malah menjual permen cincin itu dengan nama "LifeSavers".

Hasilnya?
Produknya menjadi permen cincin pertama dan paling sukses di dunia.

Sejak pertama kali muncul di tahun 1912 sampai tahun 1980, permen paling laris di dunia ini diperkirakan telah terjual sebanyak 30 milyar keping, yang bila dijejerkan panjangnya sama dengan rute bumi -bulan hingga 3 kali.

Happy Reading
Rosa S. Rustam
http://www.dexton.adexindo.com/

Rahasia Pola Pikir Orang Kaya


Apa jadinya dunia ini apabila uang yang ada dibagikan secara merata ke semua orang? Dan ternyata jawabannya cukup menyedihkan.

Dalam waktu 5 tahun, komposisi uang akan kembali seperti semula.Orang-orang yang dulunya kaya akan kembali menguasai sebagian besar uang yang ada.Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya ada pada pola pikir orang mengenai uang yang dimilikinya. Kebanyakan orang, yang pada akhirnya akan kembali miskin, akan berpikir

"Enaknya uang ini digunakan untuk membeli apa ya?".

Kemudian uangnya dihabiskan untuk membeli barang-barang, berlibur ataupun bersenang-senang. Singkat kata, konsumtif. Setelah seluruh uang dibelanjakan, mereka kembali menjadi miskin.

Hal yang berbeda terjadi pada orang kaya. Orang kaya akan berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan uangnya agar dapat mendatang-kan uang lebih banyak lagi. Mereka akan menggunakan uangnya untuk membuka usaha, ataupun berinvestasi.

Akhirnya mereka akan mengumpul-kan uang jauh lebih banyak dari orang biasa.

Kebanyakan orang tidak bisa menerima kenyataan ini. Orang-orang yang miskin lebih cenderung untuk menyalahkan lingkungan, orang lain ataupun nasib. Ini adalah tindakan yang tidak tepat.

Tindakan menyalahkan tidak akan merubah orang miskin menjadi kaya.Akan jauh lebih baik bila kita semua bersedia mengevaluasi keadaan secara objektif.

Kita bisa mengamati orang-orang kaya di sekitar kita, kita bisa pelajari pola pikirnya yang positif, dan kita bisa menerapkannya dalam kehidupan kita. Kekayaan akan datang dengan sendirinya.


Friday, May 2, 2008

Mulut mu . . . . Harimau mu


Ada sesuatu yang bisa tajam dan merusak bagaikan senjata perang, tetapi bisa juga manis seperti madu dan menyembuhkan seperti balsam. Itu bisa mendatangkan kehidupan, tetapi juga bisa mengakibatkan kematian. Demikianlah gambaran sebuah referensi tentang kesanggupan bicara manusia.

Maka, tidak heran bahwa seorang raja yang bijaksana mengatakan, "Orang yang menjaga mulutnya memelihara jiwanya. Orang yang membuka lebar bibirnya - ia akan menemui kebinasaan."

Reputasi yang rusak, perasaan terluka, hubungan yang tegang, bahkan cedera fisik - semuanya bisa terjadi akibat perkataan yang bodoh. Namun, tidak diragukan, Anda adalah orang yang ingin 'memelihara jiwa Anda'. Bagaimana Anda bisa belajar menjaga mulut agar terhindar dari kebinasaan?

"Dalam Banyak Kata-Kata . . . "

Satu cara sederhana ialah dengan tidak terlalu banyak berbicara! Mungkin, Anda pernah bertemu dengan seorang pria atau wanita yang sepertinya punya komentar untuk segala hal. Orang seperti itu bisa sangat menjengkelkan! "Mulut orang bebal berbual-bual dengan kebodohan", dan "orang bodoh banyak bicaranya".

Tentu saja, ini tidak berarti bahwa setiap orang yang suka berbicara itu bodoh atau setipa orang yang pendiam itu bijaksana. Tetapi, berbicara tanpa henti memang berbahaya. "Dalam banyak kata-kata, pelanggaran tidak akan kurang, tetapi orang yang menahan bibirnya bertindak bijaksana."

Berpikir Sebelum Berbicara

Cara lain untuk menjaga mulut kita adalah dengan berpikir sebelum berbicara. Apabila kata-kata terucap tanpa dipikirkan terlebih dahulu, baik pembicara maupun pendengarnya bisa sakit hati. "Ada orang yang berbicara tanpa dipikir bagaikan dengan tikaman-tikaman pedang."

Betapa buruknya dampak perkataan yang tanpa dipikir, "Betapa kecil api yang diperlukan untuk membakar hutan yang begitu besar! Nah, lidah adalah api. Lidah merupakan suatu dunia ketidakadilbenaran di antara anggota-anggota tubuh kita, karena ia menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan dan ia dinyalakan oleh pembinasaan."

Seseorang yang mengucapkan dusta atau berbohong, menyebarkan informasi yang menyesatkan, atau menyalahgunakan lidah dengan cara-cara lain bisa membuat dirinya dan orang-orang lain kehilangan akal sehat, kepercayaan dan respek. Baik dari keluarga, teman, atasan, bawahan dan lingkungannya dan bahkan merugikan diriya sendiri.

Karena itu, alangkah lebih baiknya jika kita berpikir dahulu tentang apa yang akan kita katakan, ketimbang asal bicara dan akhirnya mencelakakan!

"Sepatah Kata pada Waktu yang Tepat"


Berbicara pada waktu yang tepat adalah cara lain lagi untuk menjaga mulut kita, "Untuk segala sesuatu ada waktu yang ditetapkan . . . waktu untuk berdiam diri dan waktu untuk berbicara."

Apabila teman hidup Anda kelihatannya kelelahan setelah seharian bekerja sekuler atau mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, itukah saatnya untuk membebani dia dengan problem atau permintaan yang sepele? Mungkin, itulah "waktu untuk berdiam diri".

(Disumbangkan, wp08 03/01-IN - SHS)!

Sonny Sayangbati

Jakarta






Thursday, May 1, 2008

LEADERSHIP


1). Leadership Bukan Jabatan

Direktur, manajer adalah sebuah jabatan. Tapi leadership adalah sebuah sikap. Jadi, apa pun jabatan saat ini, Anda bisa disebut sebagai pemimpin dan berbakat menjadi pimpinan bila memiliki sikap seorang pemimpin.
Diantaranya menjiwai pekerjaan dan menjalaninya dengan baik, memiliki visi dan misi yang jelas, bisa menularkan energi positif serta memberi inspirasi pada lingkungannya. Siap jadi pemimpin?

2). Perfeksionis yang Merusak

Seorang perfeksionis biasanya memberlakukan standar yang luar biasa tinggi terhadap orang lain dan merasa kecewa bukan main ketika orang tersebut gagal memenuhi ekspektasinya.
Dalam buku The Power of Focus for Woman, Fran Hewitt & Les Hewitt bilang, menginginkan orang lain melakukan sesuatu semaksimal mungkin mungkin baik, tapi mengharapkan kesempurnaan sama saja memastikan orang gagal.

3). Sumber Kekuatan

Ingin menaikkan kharisma saat rapat? Datanglah dengan gagasan dan siapkan diri sebaik-baiknya. Sebisa mungkin duduklah di sebelah orang yang paling berpengaruh di ruangan.
Lois P. Frankel, Ph.D. penulis Nice Girl Don't Get The Corner Office mengatakan, untuk berbagai alasan yang tidak diketahui, kekuatan orang yang berpengaruh 'menulari' sekitarnya. Juga memberi kesan bahwa Anda tidak takut menghadapi kekuatan.

"To have a great idea, have a lot of them". (Thomas Alpha Edison)

(Dikutip dari Smart CHIC, edisi Maret/April 2008, h. 30, by Emma)


Sent by Sonny Sayangbati

Tuesday, April 29, 2008

Kelihatan Aslinya . . . . . .


"Dalam situasi mendesak, genting atau dalam tekanan yang tinggi, Anda akan tahu siapa Anda sebenarnya."

Kepanikan terjadi di pesawat Silk Air SLXXX penerbangan Penang - Medan yang dijadwalkan mendarat di Bandara Polonia pukul 13:05 WIB, minggu lalu. Hanya beberapa menit menjelang pendaratan seorang anak laki-laki usia sekitar 6 tahun --yang entah kenapa bisa masuk ke kamar kecil sendirian, terkunci di dalam! Padahal seluruh kru dan penumpang sedang dalam persiapan pendaratan.

Penumpang telah diminta menaikkan sandaran kaki, menegakkan tempat duduk, membuka kaca jendela dan mengenakan sabuk pengaman. Dari ketinggian, landasan sudah terlihat dan pesawat perlahan turun mendekati landas pacu.

Anak laki-laki itu terus berteriak dan menggedor pintu, sementara seorang pramugari berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu dari luar. Tidak berhasil.

Terlihat ia semakin panik, terlebih si Anak terus berteriak. Ayah dan Ibu anak itu beranjak dari tempat duduk mereka dan bergantian berusaha menenangkan si buah hati. Untuk sementara berhasil.

Sebaliknya si Pramugari terlihat tegang meskipun secara professional ia berusaha tetap tenang. Jari-jari kecilnya tidak terlalu kuat untuk bisa mencongkel kunci pintu dari luar. Pramugari yang lain sudah duduk di tempatnya masing-masing untuk pendaratan.

Saya berpikir, seandainya anak itu tidak berhasil dikeluarkan dari kamar kecil, sesuai prosedur keselamatan penerbangan yang saya tahu, pastilah pilot akan membatalkan pendaratan.

Tetapi sebelum semua itu terjadi, seorang bergegas pramugara datang dari arah depan. Awak pesawat lain barangkali memanggil bantuan. Dengan sebuah alat kecil, kunci berhasil dibuka.

Si anak keluar dan berlari ke arah orangtuanya, si pramugari terlihat lega, meskipun belum bisa tersenyum. Sambil mengencangkan sabuk pengaman, saya lihat si pramugari berkali-kali menarik nafas panjang sambil memenepuk-nepuk dada. Sangat lega barangkali.

Bayangkan, seandainya kejadian kecil dalam area tanggungjawabnya itu sampai menyebabkan pendaratan dibatalkan, mungkin ia akan ada proses investigasi kenapa sampai ada anak kecil masuk kamar kecil sendirian menjelang pendaratan. Diam-diam saya pun ikut lega.

Dari peristiwa kecil ini saya mempunyai catatan kecil.

Memperhatikan sikap orang-orang di sekitar tempat itu yang tidak berbuat apa-apa (selain menyalahkan orangtua si anak, barangkali), pramugari yang terlihat panik meskipun menjalankan tugasnya secara professional, awak pesawat lain yang menghadapi dilema antara datang membantu dengan prosedur yang harus ditaatinya, serta terlebih lagi orangtua si anak yang juga terlihat pucat.

Pada akhirnya saya menyimpulkan, kita semua ini manusia biasa.

Atribut, topeng-topeng yang kita kenakan akan rontok dengan sendirinya ketika sebuah peristiwa memaksa.

Betapa pun gagahnya mereka ketika masuk pesawat, pada akhirnya kegagahan itu luntur ketika sebuah peristiwa kecil tapi mendebarkan terjadi. Bukankah siapa kita sesungguhnya akan terlihat ketika kita dihadapkan kepada situasi yang mengancam?

Kanyahoan aslina, kata orang Jawa Barat.

Djodi Ismanto

Monday, April 28, 2008

Menanam Singkong


Di belakang kantor…ada sepetak tanah kosong… berukuran 6 x 1 meter…
Daripada terbengkalai, kami sepakat untuk memanfaatkannya.
Bibit singkongpun dibawa dari kampung salah satu karyawan , dan tanahpun ditanamin.

Seminggu berlalu, tunas-tunas baru bermunculan.Senang rasanya melihat hadirnya tanda-tanda kehidupan.

Alam memang ajaib.
Batang kayu ditancap, muncul pohon, luarbiasa...
Jika tidak ada aral merintang, dalam tiga bulan kami akan pesta singkong…

Didalam kantor …Dengan team sales, kita sedang membahas pengembangan usaha …Maka menanam singkongpun dijadikan contoh…Supaya usaha berkembang tiga bulan kemudian, kita harus menanam sing… eh pelanggan baru.

Di Perumahan , dengan warga sekitar kita menanam interaksi menjalin komunikasi dan keharmonisan demi keamanan , kenyamanan dan kedamaian hidup secara kebersamaan.

Di Organisasi , Dengan rekan - rekan sedulur , salembur, sekampung kita sharing menanam ilmu via website , bukankah ilmu harus dibagi . . . .dan pengalaman harus di sharing , apalagi jika kita ingat kata bijak , pengalaman adalah guru yang terbaik . . . entah dari mana pengalaman itu berasal bukanlah persoalan.

Sekarang saatnya bekerja keras menggarap tanah dan menyemai benih.Jika semuanya dilakukan dengan benar, maka kita akan memanen omset , amal dan ilmu dalam hitungan waktu..

Sudahkah Anda menanam " singkong " hari ini ?
Source :
Johny Rusly

Kuat Karena Didera Kesulitan


Penduduk sebuah desa baru saja selesai membangun jembatan secara swadaya. Tetapi, saat beberapa Pick Up Mitsubishi T 120 SS bermuatan berat berjalan di atasnya, jembatan tersebut melengkung dan bergoyang-goyang. Penduduk desa sangat kecewa karena mereka merasa sudah membangun jembatan tersebut dengan benar.

Akhirnya, Kepala Desa meminta pertolongan dari seorang ahli pembuat jembatan untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Sang ahli , si Mr. Ontohot melakukan pemeriksaan dengan cermat, dan menyanggupi untuk memperbaiki jembatan tersebut dalam waktu satu bulan.

Saat perbaikan selesai, penduduk desa berkumpul di sekitar jembatan tersebut. Kayu jembatan telah diganti, tetapi tidak ada perubahan sama sekali pada ukuran kayu dan konstruksi jembatan. Penduduk bertanya-tanya apakah yang akan terjadi jika jembatan itu diberi beban yang berat.

Ketika beberapa Pick Up Mitsubishi L300 bermuatan penuh hasil bumi desa itu dinaikkan ke atas jembatan tersebut, penduduk desa merasa heran karena kali ini tak nampak adanya lengkungan sama sekali.

Seorang penduduk bertanya, "Sulap macam apa yang sudah Anda lakukan Mr. Ontohot ?"

Dengan tertawa ringan, si Mr. Ontohot , sang pembangun jembatan mengatakan,

"Sama sekali tidak ada sulap atau tipuan apa pun yang saya gunakan. Untuk menahan beban yang berat, jembatan ini membutuhkan beberapa batang pohon yang sangat kuat. "
"Batang pohon yang kalian gunakan berasal dari lembah, dan ternyata tidak mampu menahan beban berat. Saya hanya mengganti batang pohon tersebut dengan batang pohon yang berasal dari puncak gunung".

" Terpaan angin kencang yang sering melanda puncak gunung membuat pohon yang tumbuh di sana memiliki batang yang berkekuatan yang luar biasa, jauh melebihi pohon yang tumbuh di daerah lain."

So Dear Friends,
Terpaan angin kencang dengan mudah akan dapat menumbangkan pohon-pohon yang rapuh dan berakar dangkal. Tetapi, sebaliknya terpaan angin kencang yang sama justru akan memperkuat pohon-pohon yang kokoh dan berakar dalam.

Dalam kehidupan sehari-hari 'terpaan angin kencang' berupa masalah, kegagalan, beban kehidupan, konflik rumah tangga, dan berbagai hal negatif lainnya dapat dengan mudah menghancurkan orang-orang rapuh yang tidak memiliki semangat juang dan menjalani hidup tanpa tujuan.

Sebaliknya, kesulitan-kesulitan yang sama justru akan dapat memperkuat orang-orang yang memiliki semangat juang tinggi, dengan tujuan hidup yang pasti, serta keteguhan hati yang kuat.

Kebanyakan orang-orang yang sukses adalah mereka yang dulunya hidup dalam himpitan kesukaran, tetapi mereka berhasil mencapai sukses karena mereka memperkuat 'akar' keteguhan hatinya, dan terus menerus membangun kemampuan untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Mereka tidak akan pernah dapat mencapai sukses jika mereka melarikan diri dari kesukaran yang harus mereka hadapi. Kita akan kehilangan kesempatan untuk mencapai sukses jika kita selalu melarikan diri dari setiap kesulitan yang harus kita hadapi.

Jika Anda ingin mencapai sukses, tak perlu kita mengeluh, tak ada guna kita menghindar, tapi hadapi setiap 'terpaan angin kencang' dengan sikap mental positif, sebagai latihan untuk memperkuat diri dan persiapan untuk mencapai sukses..

"Jangan pernah terlintas dipikiran kita bahwa kesuksesan bisa diraih dengan bantuan tangan orang lain,walaupun itu berasal dari orang terdekat kita...Kesuksesan hanya bisa diraih dengan bantuan diri kita sendiri, Allah SWT dan doa yang tak pernah putus-putusnya.

Jadi berjuanglah..."

Salam,

Friday, April 25, 2008

HANSEI


Dalam bahasa Jepang , hansei berarti perenungan.

Dalam manajemen bisnis, hansei berarti peninjauan ulang secara cermat yang dilakukan setelah tindakan diambil.

Manajemen Toyota pun mengembangkan teknik Hansei ini.
Hal ini dituliskan dalam buku “Rumus Sukses Toyota” oleh Matthew E. May.
Yang menarik adalah bagi Toyota, apapun hasilnya Hansei harus dilakukan.

Tidak perduli hasil akhirnya sukses atau gagal, mereka tetap harus meninjau hasilnya.

Mereka tidak larut dalam euphoria kegembiraan yang berlebihan meskipun mereka juga merayakan kemenangan-kemenangan yang kecil sekalipun.

Dalam kultur barat, Hansei hanya dikenal di sedikit perusahaan.
Mereka berjibaku dalam tindakan namun menjadikan perenungan bukanlah sebagai hal penting.

Inti dari Hansei adalah ini :
Hansei dilakukan secara rutin, tidak soal apa hasil kinerjanya!

Hansei berlawanan dengan pola pikir KALAU TIDAK RUSAK BUAT APA DIPERBAIKI.
Kebanyakan kita masih menunggu rusak baru diperbaiki…

Pada kebanyakan perusahaan - perusahaan Group Astra , Hansei ini dikenal dengan PDCA cycle.

Buat karyawan yang " positive " PDCA berarti :
Plan
Do
Check
Action

Buat karyawan yang " negative " PDCA berarti :
Pasrah
Dan
Cuek
Aja

Nah , anda ternasuk yang mana ?
Source :
Guk Seta

Thursday, April 17, 2008

BAGIAN TERINDAH DARI PERJALANAN


"Akhir pekan lalu," demikian kata salah seorang rekan.
"Kami berlibur keluar kota dan bermalam di tempat yang sudah lama kami angankan.
Udaranyasejuk.
Pemandangannya luar biasa cantik.

Apa yang kami lihat jauh lebih indah daripada yang kami bayangkan sebelumnya.
Liburan yang benar-benar menyenangkan.
Suatu saat cobalah kau berkunjung ke sana."

Rekan tadi terdiam sejenak, lalu ia melanjutkan,
"Namun, di saat pulang aku sadari, ternyata bagian terindah dari liburan ini adalah perjalanan kembali ke rumah."

Sejauh-jauh kita pergi, rumah adalah tempat kembali.
Dari rumah jualah semestinya kita memulai.

Banyak orang mencari ketentraman di luasnya dunia,namun yang dicari tergolek tak jauh dari sudut rumah sendiri.

Mustahil kita temukan kedamaian di luar sana, sebelum kita tanam di halaman rumah nurani.

Dan, rumah terbaik adalah hati ini.

Karenanya, mulailah dari hati, lalu kembalilah pada hati.

KEBERHASILAN DI BALIK PEMBERIAN


Dengan apakah keberhasilan anda ukur?
Apakah dengan seberapa tebal kantung pundi-pundi yang anda miliki?
Apakah dengan seberapa tinggi puncak kekuasaan yang anda daki?
Ataukah dengan seberapa panjang barisan pengagum yang mengikuti?

Kebanyakan orang mengukur keberhasilan mereka dengan penggaris kepemilikan.
Mereka merasa berhasil saat mampu mengumpulkan apa yang mereka inginkan :

kekayaan,
kedudukan,
ketenaran,
bahkan kehormatan.
Itu bukanlah masalah,karena setiap orang berhak memberikan makna apa pun pada pencapaiannya.

Namun, bagaimana bila kita coba ukur keberhasilan bukan dengan seberapa banyak yang bisa kita raih dan kumpulkan, melainkan dengan apa yang bisa kita beri dan sumbangkan?

Tentu kita akan lihat dunia ini dengan pandangan yang jauh berbeda.
Bahkan, mungkin bisa kita reguk kebahagiaan yang lebih berharga.
Cobalah.

7 Syarat Jadi Pemimpin


Sebagai manajer, mungkin Anda belum dituntut punya kualitas kepemimpinan setara dengan Nancy Pelosi, Ketua "DPR"-nya Amerika. Tapi berkaca pada mereka, Anda bisa jadi pemimpin andal. Asalkan memenuhi 7 syarat berikut ini.

1. Problem solver

Seorang pemimpin dituntut mampu membuat keputusan penting dan mencari jalan keluar dari permasalahan. Jika tak mau julukan Mister / Miss No Solution tercetak di punggung, mulailah bertindak tegas dan hapus kebiasaan Anda bersikap plin-plan.

Jangan pula memupuk kebiasaan melarikan diri dari tanggung jawab. Sebagai "nakhoda", Anda-lah yang berkewajiban mengemudikan "kapal" ke arah yang benar.

2. Besikap positif

Setiap orang tak luput dari kesalahan Bila hal ini menimpa anak buah Anda, jangan langsung mencecarnya dengan "segudang" omelan. Selidiki latar belakang permasalahan sehingga Anda bisa bersikap proporsional.

Jika Anda yang melakukan kesalahan, tak perlu ragu mengakuinya dan meminta maaf kepada orang-orang terkait. Jangan lupa melakukan perbaikan untuk "menebus" kekeliruan Anda tersebut.

3. Komunikasi,

komunikasi! Karyawan sebaik apapun akan kehilangan arah bila dibiarkan "berjalan dalam gelap". Sebagai pemimpin, Anda perlu menerangkan sejelas mungkin tentang tujuan bersama yang hendak diraih dan strategi mencapainya.

Bekali pula anak buah dengan penilaian terhadap hasil kerjanya selama ini, sehingga mereka bisa belajar cara melakukan tugas dengan benar. Pelihara komunikasi dua arah dengan bawahan dan mintalah feedback dari mereka setiap kali Anda meluncurkan kebijakan baru.

4. Menjadi inspirasi

Seorang pemimpin harus mampu menetapkan standar dan jadi contoh bagi anak buahnya. Jadilah inspirasi bagi bawahan. Up date benak Anda dengan informasi terkini, tidak pelit membagi pengalaman, dan patuhi peraturan yang Anda buat sendiri-misalnya, selalu tiba di kantor on time.

5. Tumbuhkan motivasi

Berikan penghargaan terhadap prestasi-sekecil apapun itu, yang dilakukan anak buah Anda. Bahkan karyawan yang paling hobi telat sekalipun akan berusaha memperbaiki diri apabila Anda memujinya ketika ia datang tepat waktu (apalagi bila pujian itu diberikan tanpa terkesan menyindir).

Secara berkala, ajukan pula pertanyaan serta tantangan yang mampu merangsang kreativitas berpikir anak buah Anda. Misalnya meminta pendapat mereka atas sebuah proyek kecil. Atau minta ide mereka untuk merubah posisi ruangan kantor.

6. Hubungan baik

Jalin hubungan profesional dan interpersonal yang harmonis dengan seluruh anak buah. lngat, di batik statusnya sebagai bawahan, karyawan adalah pribadi yang memiliki latar belakang unik dan permasalahan tertentu. Luangkan waktu untuk mengenal karyawan secara personal sehingga Anda mampu melakukan coaching tepat sasaran.

7. Turun gunung

Mentang-mentang kartu nama telah dihiasi title manajer, lantas Anda merasa bebas dari kewajiban dan melakukan dirty job atau pekerjaan anak buah. Seorang pemimpin akan dihargai anak buahnya apabila ia bersedia terjun ke lapangan dan tak asal main perintah saja. Semakin hebat lagi hormat anak buah bila pekerjaan itu bisa dilakukan dengan lancar.

Turun gunung, masuk lumpur, itu perlu karena akan menunjukkan kualitas Anda kepada anak buah.
Perempuan punya kualitas "lebih" Perempuan memiliki ciri khas yang amat berguna dalam posisi sebagai pemimpin. Perempuan juga mendatangkan perspektif unik yang memperkaya perbendaharaan makna dalam berbagai bidang.

Berbeda dengan pria yang cenderung memimpin dengan gaya top down; wanita memimpin dengan gaya bottom up. Yaitu, berupaya membentuk koalisi dan menciptakan konsensus. Gaya kepemimpinan yang disebut terakhir ini menguntungkan karena memungkinkan atasan menerima berbagai masukan yang berharga dari anak buah.Jika diterapkan secara proporsional bisa menumbuhkan loyalitas yang tinggi pada diri karyawan.
Untuk bisa menjadi pemimpin, tantangan yang mesti dihadapi perempuan adalah keinginan untuk menciptakan kesamarataan dalam berbagai hal. Padahal, mustahil untuk bisa memperoleh dan memberikan perlakuan serupa pada diri setiap orang. Hal ini yang biasanya menghambat langkah banyak perempuan untuk maju dan memimpin.

Selain itu, karena pengaruh nilai budaya dan pendidikan di masa kecil, banyak pula perempuan yang merasa tidak nyaman untuk bersikap asertif dan menonjolkan diri. Singkirkan hambatan tersebut dan tunjukkan prestasi gemilang sebagai seorang pemimpin.

Rejeki Bukan Matematika


Ayolah, kapan lagi mau menikah?
Kamu kan sudah cukup umur, sudah bekerja pula dan secara agama hukumnya sudah menjadi wajib loh!.
Ngga usah takut ngga cukup.
Rejeki itu tidak seperti hitungan matematika, serahkan saja semua kepada Allah.

Begitu selalu yang dikatakan teman-teman saat saya selalu mempertimbangkan masalah keuangan sebagai salah satu alasan mengapa belum menikah.Percakapan itu terjadi beberapa tahun lalu, saat saya gamang dalam keputusan untuk menikah atau tidak.
Syukurnya, saya lebih memilih untuk melangkah maju dibanding mundur teratur untuk tidak membicarakan lagi masalah pernikahan.Dan ternyata teori rejeki bukan matematika itu ternyata benar adanya. Mana pernah saya menduga sebelumnya, bahwa dengan berkeluarga justru keadaan ekonomi saya meningkat.

Dibanding saat sendiri dulu keadaannya boleh dibilang sangat bertolak belakang.Dengan gaji yang saya terima saat bujangan dulu, tanpa menanggung biaya kontrak rumah, makan cuma satu mulut dan tak ada tetek bengek biaya rumah tangga, toh tabungan saya tak pernah lebih dari enam digit.

Malah sebaliknya, justru saat saya harus menafkahi isteri dan anak-anak ternyata saya bisa mencukupi kebutuhan minimal mereka, sesekali berwisata dan masih ada sisa untuk ditabung untuk persiapan tak terduga.

Dari mana semua itu?

Secara logika, seharusnya keadaan ekonomi saya morat marit, karena toh gaji yang saya terima jumlahnya tidak terlalu berbeda jauh saat bujangan dulu.

Jawabannya adalah, semua karena kebesaran Allah dan kepasrahan kepada kehendak-Nya. Allah selalu memberikan rejeki yang tidak pernah saya duga –duga sebelumnya.

Ada saja tawaran kerja sampingan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dan semua itu cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami dan bahkan bisa ditabung pula.
Maka semakin yakinlah saya akan kebenaran janji Allah dalam Alqur'an..

" . Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar..(memudahkan jalannya untuk sukses)"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS.65:2-3)

Nah, sekarang apalagi yang menjadi penghalang bagi muslimin untuk menikah, kalau Allah telah menjamin semuanya?

Tuesday, April 15, 2008

Bukti Bahwa Kita Pernah Ada


Sekalipun tidak pernah melihat dinosaurus secara langsung, anda percaya bahwa mahluk itu memang pernah menghuni bumi kita. Apakah anda juga percaya bahwa mahluk-mahluk dalam film fiksi ilmiah seperti naga penyembur api dan kuda unicorn benar-benar pernah ada dibumi ini?

Saya yakin anda sependapat bahwa itu hanyalah mahluk khayalan belaka.

Anda tidak pernah melihat langsung dinosaurus. Tidak juga unicorn atau naga. Tetapi, mengapa anda yakin bahwa dinosaurus pernah ada sedangkan yang lainnya sekedar dongeng saja?
Itu karena kita semua dapat menemukan jejak dinosaurus berupa fosil-fosil yang ditinggalkannya.
Naga dan Unicorn? Tidak.
Kesimpulannya tentu saja; Ada bukti bahwa dinosaurus pernah ada.

Lantas, bagaimana dengan kita?
Alkisah, Tuhan mengijinkan setiap orang beriman yang sudah meninggal untuk berkunjung ke dunia. Hanya satu kali. Hanya satu hari. Mereka boleh menggunakan kesempatan itu untuk melakukan apa saja didunia ini.

Biasanya mereka berkunjung menemui sanak famili dan orang-orang terkasihnya, untuk sekedar melakukan satu hal yang ingin dilakukannya terakhir kali.

Namun, mereka tidak bisa berkomunikasi kecuali dengan anak-anak kecil. Karena kebanyakan orang dewasa tidak bisa merasakan kehadirannya. Salah satu dari orang beriman itu keluar dari pintu sorga, lalu terbang menuju rumah dimana orang-orang yang dikasihinya tinggal. Sesampai didepan rumah, dia mengetuk pintu sambil berucap salam.

"Bunda, ada tamu ." Kata cucunya yang lucu.
Bundanya bilang "Mana?" Lalu dia kembali kedapur.
Sekali lagi orang beriman itu mengucap salam. "Ayah, ada tamu." Kata sang cucu lagi.
Ayahnya tersenyum. Lalu melanjutkan membaca koran.

Orang itu sekali lagi mengucap salam. Dan kali ini sang cucu membalas salamnya sambil berlari kearah pintu. "Kakek!?" katanya berseru seraya memeluk kakeknya yang sudah sangat lamaaaaaaaa sekali tidak bertemu. Mereka berpelukan.

"Aku kangen sama kakek.....," kata anak itu. Tiba-tiba saja dari sudut mata sang kakek mengalir air mata sebening kaca.
Kembali terbayang saat-saat dimana dia menggendong cucunya ketika masih bayi. Membimbingnya untuk belajar berjalan.
Mengajarinya naik sepeda.
Menemaninya bermain ditaman.
Rasanya, dia masih ingin menjalani semuanya itu.

Tetapi kali ini , waktunya hanya satu hari saja. Sejenak, dia berpikir tentang apa yang akan dilakukannya bersama sang cucu tercinta. Dia ingin itu menjadi saat paling istimewa bagi cucunya. Dia ingin itu menjadi bekal paling berarti bagi kehidupannya kelak. Dan dia ingin, kesempatan terakhir yang dimilikinya menjadi warisan paling bermakna darinya.

"Cucuku," katanya dengan penuh kasih. "Kakek ingin mengajakmu berjalan-jalan. "
"Naik sepeda seperti dulu, Kek?" Mata cucunya berbinar-binar.
"Tidak," kata sang kakek."Kita akan terbang...." lanjutnya kemudian.

Sang cucu berteriak kegirangan. "Horeeeee aku akan terbang. Aku akan terbang!" serunya sambil berlari-lari dari ruang tamu. Lalu ke dapur. Ke halaman belakang. Kemana-mana.

"Aku akan terbang bersama kakek," katanya lagi.
Bunda dan Ayahnya geleng-geleng kepala sambil tersenyum
Sekali lagi Ayah dan Bunda saling berpandangan.

Lalu mereka tersenyum. Dan; "Iya, sayang. Titip salam sama kakek ya..." kata Bunda sambil mencubit pipinya yang tembem.

Anak itu lari kehalaman depan. Memeluk kakeknya.
Lalu mereka terbang.
Dari ketinggian, mereka melihat gedung menjulang.
Gedung yang indah. Lagi megah. "Lihatlah gedung itu Cucuku," katanya.

Sang cucu melihatnya dengan kagum. Ribuan orang keluar masuk gedung itu, sambil sesekali mereka berdecak kagum atas keindahannya. "Dulu, kakek ikut membangun gedung itu," katanya.
Dan benar, diantara dinding yang kokoh anak itu melihat sidik jari kakeknya. Lalu mereka kembali terbang.

Tiba-tiba, mereka melihat sebuah taman yang indah.
"Lihatlah taman itu Cucuku," kata sang Kakek. Sang cucu melihatnya dengan takjub. Ribuan orang asyik bermain ditaman itu. "Dulu, kakek ikut menanam pepohonan disana," katanya. Dan benar, ketika mereka melintas diatas taman itu, semua pohon yang dulu ditanam sang kakek merunduk penuh hormat.

Lalu, mereka kembali terbang.Dari atas sana, mereka melihat jembatan panjang. Melintang diatas sungai yang lebar lagi dalam.

"Lihatlah jembatan itu Cucuku," kata sang kakek. Ribuan kendaraan berlalu lalang diatasnya. "Dulu Kakek ikut menancapkan tiangnya," Dan benar, ketika mereka terbang diatasnya, tiang-tiang jembatan itu membungkuk khidmat.

Lalu, mereka terbang kembali.Sepanjang hari itu, sang kakek menunjukkan kepada cucunya semua hal yang sudah dibangunnya ketika dia masih hidup. Dan sang cucu begitu terkagum-kagum atas semua pencapaian yang sudah dibuat oleh kakeknya.

Lalu dia berkata; "Aku ingin seperti Kakek," katanya."Oh, ya?" jawab sang Kakek.
"Kalau aku sudah menjadi kakek-kakek nanti," kata anak itu, "
Aku mau membawa cucuku terbang."
"Oh, ya?" kata sang kakek.


"Aku mau tunjukkan kepadanya semua yang pernah kubuat semasa hidupku."
"Kamu akan membangun gedung-gedung seperti kakek?" katanya.
"Tidak." jawab sang cucu.
"Taman?""Tidak."
"Jembatan?" "Tidak.""Lantas, apa?"

"Aku mau membangun apa saja yang bisa membuktikan bahwa aku pernah ada." kata cucunya dengan mantap.
"Kakek belum mengerti apa yang kamu katakan, Cucuku." kata sang kakek dengan penuh kebanggaan.

"Aku ingin agar semua orang bisa mengenang aku meskipun aku sudah meninggal kelak, Kek."
"Oh, ya?""Iya." katanya. "
Seperti orang-orang yang saat ini mengagumi semua yang pernah kakek buat dimasa kakek hidup dulu."

Kakeknya tersenyum bahagia.
Bermanfaat sudah waktu satu hari yang Tuhan berikan kepadanya.
Dihadapannya kini berdiri seorang anak kecil yang siap melakukan sesuatu dalam hidupnya.

Sesuatu yang layak dikenang.
Sesuatu yang patut dikagumi.
Sesuatu yang pantas diingat.
Sesuatu yang membuktikan bahwa dia pernah ada.

"Mari kita pulang Cucuku," kata sang kakek. Lalu mereka kembali terbang. Hari sudah malam ketika mereka tiba dirumah. Dan saat anak itu berada dihadapan Ayah dan Bunda, mereka seolah-olah terkejut karenanya.

"Darimana saja kamu, Nak?" kata mereka dengan cemas.
"Aku habis terbang bersama, Kakek." kata anak itu.
"Jangan main-main, Nak." kata mereka. "Kamu tidak boleh lagi pergi seperti itu."

Anak itu tersenyum. "Baiklah, Bunda." katanya.
"Tapi kalau aku sudah besar nanti," lanjutnya. "Aku akan membuat sesuatu yang menjadi bukti bahwa aku pernah ada."

Ketika anak kecil itu tertidur pulas, Ayah dan Bunda memandang wajahnya yang bening dalam tidur penuh senyum.
Ayah Bunda saling pandang, lalu mereka berkata;"
Bukti bahwa kita pernah ada?"

Ya. Bukti bahwa kita pernah ada.

Kang Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/

Monday, April 14, 2008

Burung atau Kipas


Anda sudah pernah melihat burung ?
Anda juga pernah melihat kipas ?
Terimakasih Anda sudah menjawab.

Pernah kita menyaksikan di televisi, bagaimana warga masyarakat dan petugas atau aparat berusaha keras membujuk seseorang yang akan melakukan bunuh diri.

Dan di koran, Anda juga mendapati berita tentang orang yang melakukan tindakan bunuh diri.

Banyak motif mengapa orang melakukan tindakan nekad bunuh diri, satu di antaranya adalah stress atau deperesi akibat merasa terkucil, terasing dan merasa tidak diperhatikan.
Dalam keseharian kita sering menjumpai saudara kita, kerabat dan teman – teman kita mengeluhkan bagaimana mereka diperlakukan oleh lingkungan yang menurut mereka telah mengabaikan keberadaan mereka.

Seorang anak merasa tidak diperhatikan orang tuanya,
seorang suami atau isteri merasa tidak diperhatikan oleh pasangannya,
seorang karyawan merasa tidak diperhatikan oleh atasannya.

Kebanyakan dari mereka, lebih memilih memendam dan menganggap apa yang mereka alami sebagai nasib yang harus mereka terima, sehingga tidak ada tindakan nyata yang mereka ambil untuk keluar dari tekanan yang mereka keluhkan. Mereka senantiasa mengeluhkan hal yang sama dari waktu ke waktu.

Lama – kelamaan menjadi akut, sehingga mereka yang mengalami “tekanan” cenderung mengabaikan kemungkinan – kemungkinan baik yang disarankan baginya.

Ya, dia sih enak. Punya keluarga yang memperhatikan, punya pangkat bagus dan keluarga yang setia.”

Tapi di lain waktu,

Ya, itu salah dia sendiri. Dia kan memang urakan dan tidak tahu diri, makanya keluarganya mengacuhkan dia. Dan dia juga dipecat dari pekerjaannya. Ya nasib dia lah itu.”

Lha terus, sebenarnya maunya itu seperti apa ?

Begini dikomentari sinis, begitu dikomentari negatif. Pliiissss deh !

Anda tahu mengapa orang – orang menjadi begitu menonjol di dalam kelompoknya, dan mengapa pula orang menjadi semakin tenggelam dan tertekan di dalam kelompoknya.
Orang yang menonjol, mereka mempergunakan falsafah burung.

Burung itu bisa menetas di mana saja, dan juga bertumbuh di mana saja. Sejak “bayi”, burung sudah terbiasa dengan dinginnya air hujan karena sarang mereka di pohon. Demikian pun mereka telah terbiasa dengan hembusan angin kencang. Toh tidak ada angin sebesar apa pun yang sanggup menerbangkannya karena hembusannya yang dahsyat.


Mereka juga mampu mengusik ketenangan orang dengan kicauannya, hingga orang mau mengeluarkan banyak investasi untuk membeli dan merawatnya.

Orang yang tenggelam di antara kelompoknya, adalah orang yang memilih seperti kipas. Dia akan tetap diam di tempat bersama masalahnya.

Kipas akan tetap di tempatnya dan berdebu, kecuali pemiliknya atau ada orang lain yang mengambil dan mempergunakannya.

Burung menyanyikan kicauannya yang indah setiap saat dia mau, hingga orang yang mendengarnya bisa mengalami kenyamanan yang nikmat.

Sementara orang mengambil kipas karena kepepet oleh panasnya hawa.
Sehingga, orang stress dan yang nekad memutuskan ingin bunuh diri itu sama dengan kipas. Dia sebenarnya bagus, namun karena tidak pernah bertindak dan selalu menunggu orang lain mengambilnya lebih dulu, akhirnya keindahannya kusam tersaput debu dan rusak oleh waktu.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda “burung” atau “kipas” ?

From my friend,
Benedict Agung Widyatmoko

Saturday, April 12, 2008

Not Me , Boss !


Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.

Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.

Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.
Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas.

Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit.

Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.

Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.

Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!

Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut
"Not me, Boss !
Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss!"

Moral kisah :
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.

Adakah kisah ini terjadi pada kehidupan anda ?
Pada perusahaan anda ?
Atau bahkan pada Boss anda ?
Wallahu alam . . . . .

Malaikat pun Menangisinya


Di Negara teluk ada seorang gadis yang belajar di salah satu perguruan tinggi dengan mengambil jurusan agama, dia di anugerahi oleh Allah suara yang sangat merdu.

Setiap malam ia membaca Al-Qur’an di dalam kamarnya. Bacaannya indah sekali.. Setiap dia membaca Al-Qur’an diam-diam ibunya setiap malam mendengarkan dari balik pintu kamarnya, terhanyut dengan suaranya yang begitu indah membaca Al-Quran, dan itu berjalan berhari-hari setiap kali akan beranjak tidur.

Pada suatu hari gadis itu jatuh sakit, lalu keluarganya membawanya ke rumah sakit dan dirawat beberapa lama di sana sampai ajal menjemputnya. Keluarga tersebut betul-betul syok begitu mendengar berita kematian putrinya dari petugas rumah sakit.
Terutama bagi sang Ibu, kepergiannya telah meninggalkan kesedihan yang sangat mendalam. Satu hari pertama setelah kematian putrinya terasa satu tahun.

Setelah kesedihannya berangsur-angsur pulih, pada suatu malam sang ibu mendekati kamar anaknya sekitar jam 01.00 malam, setelah mendekati pintunya ia terhenti karena mendengar suara tangisan banyak orang dari dalam kamarnya tetapi dengan suara samar.

Sang Ibu terkejut dan tidak jadi masuk kamar. Keesokan harinya ia memberitahu anggota keluarganya tentang yang ia dengar semalam dalam kamar anaknya. Lalu anggota keluarga tersebut pergi ke kamar sang “putri” yang telah meninggal tetapi tidak mendapatkan siapa-siapa.

Pada hari kedua tengah malam pada waktu yang sama, sang Ibu pergi lagi ke kamar anaknya, dan lagi-lagi ia mendengar suara tangisan yang sama seperti malam sebelumnya. Lalu dia memberi tahu suaminya, tetapi suaminya berkata:”Besok pagi kita lihat untuk membuktikannya, siapa tahu engkau berhalusinasi.”

Pagi hari mereka pergi melihat kamar itu dan mereka tidak mendapatkan siapa-siapa sama sekali. Sang Ibu sangat yakin dengan apa yang didengarnya, kemudian ia menceritakan hal itu pada salah seorang temannya. Lalu teman tersebut memberi petunjuk agar pergi menemui seorang syekh dan menceritakan apa yang terjadi.

Sang Ibu lalu pergi menemui syekh tersebut dan menceritakan kejadian yang ditemuinya, syekh tersebut terkejut mendengar cerita itu lalu berkata:
Saya ingin datang kerumah anda untuk melihat kamar putri anda pada waktu tersebut.”
Ketika syekh tersebut telah datang. Sang Ibu menceritakan apa yang dilakukan putrinya ketika masih hidup, yaitu membaca Al-Quran setiap malam dengan suara yang sangat merdu dan khusyuk. Syekh lalu menuju kamar putri tersebut dan ketika telah dekat dengan kamarnya ia tersentak mendengar suara tangisan sebagaimana yang di dengar oleh sang Ibu tersebut, seketika itu juga Syekh tersebut menangis.

Orang –orang di keluarga tersebut bertanya: “Apa yang menyebabkanmu menangis ya Syekh?”

Syekh tersebut menjawab:

Allahu Akbar! itu adalah suara tangisan para malaikat. Sesungguhnya malaikat turun setiap malam mendengarkan bacaan putri anda…dan sekarang mereka kehilangan suara yang menyebabkan mereka turun ke bumi untuk mendengarkannya…Allahu Akbar!…Allahu Akbar!…
Selamat atas derajat yang telah diperoleh putri anda..”


Ditulis Oleh : Adhan Sanusi, Lc

Friday, April 11, 2008

Jika Mengalami Kegagalan


Apa yang harus dilakukan jika gagal? Apakah Anda larut dengan perasaan kecewa, mencari kambing hitam ke mana-mana, atau menangis?

Kecewa boleh saja, asal jangan terus menerus atau kecewa yang berlebihan.
Dua hal penting yang harus Anda lakukan jika mengalami kegagalan ialah:

1. Mengambil Hikmah
Hikmah selalu berharga, tidak ada hikmah yang berharga. Hikmah adalah milik kita semua, silahkan ambil di mana Anda menemukannya. Hikmah adalah tidak terbatas, sebanyak apapun Anda mengambil hikmah, orang lain masih bisa mengambil hikmah dari sumber yang sama.

Bahkan kegagalan, yang membuat Anda kecewa berat, yang membuat Anda kehilangan uang banyak, atau yang menguras tenaga Anda, tetap mengandung hikmah yang sangat tinggi nilainya.

2. Bangkit Kembali
Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil. Oleh karena itu setelah Anda mengalami kegagalan, kini saatnya untuk bangkin kembali dengan kebijaksanaan, pengalaman, dan keterampilan baru.

Yakinlah bahwa Anda sudah lebih dekat dengan keberhasilan, karena setiap kegagalan akan mendekatkan Anda dengan keberhasilan. Setiap kesulitan yang Anda lalui akan menghasilkan kemudahan setelahnya.

"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)

Jika semua gagal

Kadang kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi tetap saja kita mengalami kegagalan, sementara kesempatan sudah tidak ada lagi, maka yang bisa Anda lakukan ialah membuat mimpi baru.

Mungkin mimpi Anda ini bukan yang terbaik bagi Anda sehingga Allah SWT tidak mengijinkan Anda untuk sukses di mimpi tersebut. Kegagalan tersebut bisa saja sebagai petunjuk kepada Anda agar mengejar mimpi yang lain.

Tidak masalah seberapa kali Anda gagal, yang terpenting dari semua itu adalah Anda mengambil hikmah dari setiap kegagalan kemudian bangkit kembali.

Jika semua gagal, masih ada mimpi lain yang bisa Anda kejar.
Source :
Rachmat

Thursday, April 10, 2008

Hukum rimba & hati manusia


Suatu waktu rimba raya dilanda musim kemarau yang sangat kering, daun2 pepohonan meranggas, telaga dan sungai pun mengering. Banyak binatang yg mati kelaparan karena nya.

Singa sang raja hutan akhirnya mengumpulkan semua penghuni rimba untuk membicarakan masalah tersebut.
Burung Rajawali tua yg bijak kemudian maju ke depan dan berkata pada semua penghuni rimba yg hadir, bahwa bencana kekeringan ini adalah akibat dari perilaku para binatang yang melanggar ketentuan alam, ada binatang yang bersalah, agar bencana ini berakhir maka haruslah dicari siapa binatang yang bersalah tersebut dan dihukum.

Majulah ke depan pertama kali, singa sang raja hutan , mungkin ini karena kesalahan ku yg sering menzalimi, memakan binatang2 lain yg tak bersalah. Para penghuni rimba pun hanya mengangguk angguk meng iyakannya.

Kemudian maju pula lah Gajah ke depan yg hentakan kaki nya menggoyangkan tanah tempat pertemuan tersebut. Gajah berkata mungkin ini juga karena salah ku yg secara tak sadar sering menginjak binatang2 kecil, binatang lain pun mengangguk angguk setuju, tapi hanya diam saja.

Selanjutnya maju lah Banteng ketaton berbadan besar, mungkin karena salah ku juga, yg sering menyerang binatang lain dengan tanduk ku dan kemudian membuang bangkainya ke dalam telaga yg menjadi tempat minum kita bersama.

Sang ular berkata, saya sering masuk ke desa pinggir hutan dan menggigit manusia tak bersalah di sana.

Sang Srigala berkata pula, ia pernah menipu karena berbaju musang untuk mengelabui binatang lain dan anak kecil.

Tak lupa Ayam jago pun mengakui kesalahan nya sering selingkuh, karena selalu mengejar setiap ayam betina yang ditemuinya. Begitu lah semua binatang mengakui kesalahan nya masing2, yg membuat binatang pun baru tahu kesalahan teman nya masing2.

Akhirnya maju ke depan pula, Kambing kurus berkulit hitam, mungkin bencana ini karena kesalahanku, sering masuk ke kebun orang dan memakan sayuran milik para petani.

Nah…inilah dia si kambing hitam, penyebab bencana kekeringan di hutan kita ini kata Singa raja hutan kita harus hukum dia, dan dibenarkan oleh semua binatang yg hadir. Sang kambing pun heran, karena tak hanya ia yg salah, hampir semua binatang lain punya kesalahan masing2, tapi kenapa ia yg dijadikan penyebab bencana ini.

Para binatang sebenarnya tahu, bahwa semua mereka pula kesalahan masing2, termasuk Singa sang raja hutan ( pemimpin) , Gajah ( pembesar/orang kaya ), Banteng (orang kuat) Srigala,ular (orang licik) tapi tak ada yg berani melawan.

Sehinga ketika ketika Singa dan para binatang kuat lain nya, mengatakan bahwa kambing sebagai penyebab bencana, serempak semua binatang setuju.

Dan hukuman nya bagi kambing ialah dimakan oleh singa, semua binatang yg lain setuju, setidaknya ia bisa selamat dari singa.

Demikian lah hukum rimba, kebenaran ditentukan oleh kekuatan, siapa yg kuat ialah yg benar, memiliki hak menentukan kebenaran.

Namun ternyata pada kenyataan hidup manusia di dunia ini, bisa kita lihat juga perilaku2 seperti yg diceritakan di atas terjadi, banyak perilaku binatang yg tampak pula pada perilaku manusia.

Dalam dunia politik, sudah dianggap lumrah, bahwa pemenang dalam kepemimpinan bukanlah orang yg paling benar, tapi adalah orang yg paling kuat.

Karena kaidah politik bukanlah membela yg benar, tapi membela siapa yg bayar (punya kekuatan finansial).

Dalam kaidah politik “dagang sapi”. Sapi (perah) akan dibeli oleh mereka yg punya uang paling banyak.

Dalam dunia peradilan, kebenaran ditentukan oleh kekuatan finansial yg dimiliki oleh mereka yg berperkara. Mereka yg kuat secara finansial cenderung menjadi pihak yg benar dan dimenangkan dalam pengadilan.

Dalam tataran dunia global, negara yg paling kuat akan selalu dianggap benar. Sebagaimana hal nya perilaku negara Amerika yg selalu dianggap benar tindakanya, walau semua negara tahu itu salah, tapi tak ada yg berani melawan.

Semua orang tahu, kelakuan mereka menyerang Irak dan Afganistan menggunakan alasan yg salah dan tidak masuk akal, tapi semua negara meng iyakan nya dan menganggap negara lemah seperti Irak sebagai pihak yg salah.

Karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yg jauh lebih mulia daripada binatang. Dimana lagi letak kemuliaan umat manusia, bila kelakuan nya tak beda jauh dari binatang ?

Manusia dimuliakan dari binatang karena punya pikiran dan hati nurani.
Bila manusia telah kehilangan hati nurani, maka ia tak akan beda jauh dengan binatang ,bahkan lebih bejat lagi.

Hati manusia bisa diperumpakan bagaikan sebuah tanah lapang.

Tanah bila jarang kena siraman air (hujan) akan menjadi kering dan keras, begitulah pula orang yg hatinya jarang disiram dengan nasihat kebaikan ( semisal ibadah atau mengikuti acara keagamaan), maka akan menjadi kering dan keras pula sifat nya.

Tanah yang tak dirawat dengan baik, ditelantarkan, maka akan banyak ditumbuhi alang2, akan banyak pula binatang2 liar di sana seperti tikus dan ular.

Begitulah orang yg tak merawat hatinya dengan baik, ia akan memiliki sifat2 seperti tikus dan ular pula.
Bila tanah tersebut dibiarkan terlantar dalam jangka waktu lama, maka akan bisa menjadi bagaikan hutan belantara, dimana akan banyak binatang2 buas yg berkeliaran di sana.

Manusia yg membiarkan hatinya terlantar dan liar, maka sifat2 jelek binatang buas pun akan hinggap pada perilakunya.

Namun bila sebidang tanah tersebut dirawat, dipelihara dengan baik dan kemudian ditanami bunga, maka tanah tersebut akan menjadi sebidang taman yg indah dan rindang, menyenangkan hati yg melihatnya dan nyaman bila berada disana.

Demikianlah pula hati kita ini, perlu dipelihara, dirawat dan dikembangkan.

Sesungguhnya pada diri manusia ada segumpal daging, yg bila baik, akan baiklah seluruh dirinya, namun bila jelek, maka akan jeleklah seluruh dirinya, itulah hati [hadist]


Source :
Hendra Nessa