Monday, October 12, 2009
SINGA
Posted by
DJODI ISMANTO
at
12.10.09
0
comments
Category Inspiration
KESOMBONGAN
Posted by
DJODI ISMANTO
at
12.10.09
1 comments
Category Inspiration
Saturday, October 10, 2009
Not Me , Boss . . . . .!

Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.
Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.
Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.
Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas.
Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit.Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.
Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut : "Not me, Boss !
Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss , agar masakan Boss jadi lebih nikmat . . . !"
Moral kisah :
Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.
Adakah kisah ini terjadi pada kehidupan anda ?
Pada perusahaan anda ?
Atau bahkan pada Boss anda ?
Wallahu alam . . . .
Djodi Ismanto
www.djodiismanto.blogspot.com
Posted by
DJODI ISMANTO
at
10.10.09
0
comments
Category Inspiration
Friday, October 9, 2009
Thursday, October 8, 2009
SOCRATES
Posted by
DJODI ISMANTO
at
8.10.09
0
comments
Category Inspiration
APES. . . . . .!
Posted by
DJODI ISMANTO
at
8.10.09
0
comments
Category Inspiration
Wednesday, October 7, 2009
Kaya adalah . . . . . . . . . .
Dalam hati dia merenung "sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya ".
Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan.
Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya.
Dalam hati ia mulai berpikir "wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"
Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya.
Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir "lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu," lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras "Auh. auh.auh..."
Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas.
Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"
Renungan :
Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya.
Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus?
Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati?
Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan !
Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada.
"Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak",
Posted by
DJODI ISMANTO
at
7.10.09
0
comments
Category Inspiration
Serigala Berbulu Ulama

Seekor merpati berkata pada yang lain, "Mari terbang, orang itu bisa membunuh kita."
Pasangannya menyahut, "Dia bukan pemburu. Dia seorang ulama, tidak akan membahayakan kita."
Sang ulama melihat keberadaannya dan seketika memukulkan tongkatnya ke merpati betina, lantas ia sembelih agar dagingnya menjadi halal.
Merasa dizalimi, pasangannya mengadu kepada Nabi Sulaiman.
Ulama itu pun dipanggil ke istana.
"Kejahatan mana yang saya lakukan?" sanggahnya.
"Bukannya daging merpati itu halal," lanjutnya.
Merpati jantan menimpal,
"Saya tahu bahwa hal itu halal bagimu.
Tetapi, jika datang untuk berburu, engkau semestinya mengenakan pakaian seorang pemburu.
Engkau curang dan datang sebagai ulama."
----
Seorang ulama atau intelektual , seperti Abdi dan aparat negara , Hakim dan Pengacara , anggota DPRD bahkan Pimpinan perusahaan , memang telanjur dinisbatkan sebagai sosok pelindung kemaslahatan umum.
Nalarnya memberi lentera di kegelapan; nuraninya memberi oasis di tengah-tengah krisis keyakinan.
Tetapi, dalam realitas hari ini, banyak orang berpakaian ulama/ para intelektual seperti diatas tapi dengan peran yang telah ditanggalkan.
Begitukah ??
Djodi Ismanto
http://www.djodiismanto.blogspot.com/
Posted by
DJODI ISMANTO
at
7.10.09
0
comments
Category Inspiration
Saturday, October 3, 2009
Mark Zuckerberg , Milyarder pencipta Facebook
Posted by
DJODI ISMANTO
at
3.10.09
0
comments
Category Inspiration
Friday, October 2, 2009
Baiklah . . . . . .Baiklah
Seorang gadis di kampung nelayan hamil di luar nikah,
Setelah berkali-kali dipukuli, akhirnya ia mengaku bahwa bapak dari anak yang dikandungnya adalah Guru Zen yang merenung sepanjang hari di dalam kuil di luar desa.
Orangtua si gadis bersama banyak penduduk desa beramai-ramai menuju kuil.
Dengan kasar mereka menyerbu Guru yang sedang berdoa.
Mereka menghajarnya karena kemunafikannya dan menuntut bahwa ia sebagai bapak anak itu wajib menanggung biaya untuk membesarkannya.
Jawaban Guru itu hanyalah, 'Baiklah, baiklah.'
Setelah orang banyak pergi meninggalkannya, ia memungut bayi itu dari lantai.
Ia minta supaya seorang ibu dari desa memberi anak itu makan dan pakaian serta merawatnya atas tanggungannya.
Guru itu jatuh namanya.
Tidak ada lagi orang yang datang untuk meminta wejangannya.
Ketika peristiwa itu sudah berlalu satu tahun lamanya, gadis yang melahirkan anak itu tidak kuat menyimpan rahasianya lebih lama lagi.
Akhirnya ia mengaku, bahwa iatelah berdusta.
Ayah anak itu sebetulnya adalah pemuda di sebelah rumahnya.
Orangtua si gadis dan para penduduk kampung amat menyesal.
Mereka bersembah sujud di kaki Guru untuk mohon maaf dan meminta kembali anak tadi.
Guru mengembalikannya dan yang dikatakannya hanyalah: 'Baiklah. Baiklah!'
Orang yang sungguh-sungguh sadar!
Kehilangan nama?
Tidak banyak berbeda dengan kehilangan kontrak yang mau ditandatangani dalam mimpi.
Posted by
DJODI ISMANTO
at
2.10.09
0
comments
Category Inspiration
Thursday, October 1, 2009
Lakukan Lebih Banyak
Posted by
DJODI ISMANTO
at
1.10.09
0
comments
Category Inspiration
Saturday, September 26, 2009
Motivasi dan Merk Mobil
Posted by
DJODI ISMANTO
at
26.9.09
0
comments
Category Motivasi
Friday, September 25, 2009
Nikmati Perbedaan!
Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa.
Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga,warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi dunia.
Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja! Alangkah gelapnya dunia ini!
Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul ?!
Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.
Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan.
Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa,prinsip, atau sekadar pendapat.
Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.
Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya masing-masing.
Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir,kesenangan, dan lain-lain.
Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.
Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin?
Kalau semua orangmenjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? Siapa juga yang akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?
Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan.Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat.
Nah, syarat apa saja yang harus dipenuhi?
Berikut di antaranya...
1. Cara pandang kita terhadap perbedaan.
Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan.
Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang benar akan melahirkan sikap yang tepat.
Ada baiknya kita mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari perbedaan.
2. Kelola perbedaan sebaik mungkin.
Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah untuk menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide awal kita.
3. Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.
Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi, karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.
4. Jangan pernah meremehkan orang lain.
Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain, perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin diperlakukan.
Anggaplah semua orang penting. Mereka memiliki peran tersendiri, yg bisa jadi tidak bisa digantikan oleh orang lain.
5. Jangan menonjolkan diri atau sombong.
Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita.
Toh kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.
6. Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.
Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah. Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya.
Lebih bagus lagi jika disertai bukti yang mendukung.
7. Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.
Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada diri kita.
Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu merupakan langkah yang paling bijaksana.
So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak, anda akan kehilangan sumber kebahagiaan! .
Posted by
DJODI ISMANTO
at
25.9.09
0
comments
Category Inspiration
Friday, September 18, 2009
Jangan Pernah Katakan “Akan”
Pernahkah anda mempunyai impian yang ingin diwujudkan. Mempunyai target yang ingin dicapai.
Saya tahu pasti anda memilikinya. . karena jika tidak! anda sudah termasuk orang yang gagal. Mengapa? Karena orang gagal adalah orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya.
Tapi saya percaya anda bukan orang gagal. Saya percaya anda adalah orang yang mempunyai mimpi!
Sekarang tinggal bagaimana caranya membuat mimpi anda menjadi kenyataan.
Ada banyak jalan menuju Roma, disini saya hanya ingin memperkuat hati anda untuk segera mengambil salah satu jalan tersebut.
Saya kembali teringat sebuah kalimat motivasi yang bunyinya kurang lebih seperti ini.
Orang gagal mengatakan “aku akan sukses” berkali-kali
Namun orang sukses mengatakan “aku akan sukses” hanya satu kali saja.
Maksudnya adalah….Terkadang kita selalu mengucapkan keinginan untuk sukses berkali-kali namun tanpa tindakan yang nyata.
Padahal kesuksesan ada karena ada sebuah tindakan.
Sebenarnya ada kesalahan dalam berfikir kita selama ini.
Kita selalu mengatakan “akan” untuk mencapai tujuan..padahal mungkin itu bisa membuat kita malah tidak akan mewujudkannya.
Coba deh berapa kali orang mengatakan ini :
Aku akan menjadi pengusaha
Aku akan mempunyai mobil
Aku akan menjadi president.
Apakah anda juga termasuk orang yang sering mengatakan itu semua?
Lalu apa yang terjadi saat ini?
Apakah anda masih gagal?
Jika jawabannya “ya” berarti mungkin ini masalah anda :
Lupakanlah menggunakan kata “Akan”, itu hanya membuat anda semakin malas mengejar tujuan anda.
Bahkan LEBIH PARAH mengurangi SEMANGAT anda.
Gunakan saja kata “Pasti” untuk membuat hati anda menggelora seperti api :
Aku pasti menjadi pengusaha
Aku pasti mempunyai mobil
Aku pasti menjadi president.
Tanyakanlah kepada yang paling bisa anda percayai, yaitu hati anda.
Tanyakanlah kepada hati anda “Apakah mimpi dan tujuan saya”.
Lalu gunakan kata “PASTI” untuk mewujudkannya.
Selamat Berjuang!!!
Posted by
DJODI ISMANTO
at
18.9.09
1 comments
Category Motivation
Jangan sekedar Bangga terhadap Indonesia
Pada saat postigan ini ditulis kita sudah 64 tahun merdeka.
Pertanyannya apakah selama ini anda atau saya pernah bangga terhadap negara ini. Saya rasa amat sulit mengatakan kita “bangga” tapi sedikit yang bisa dibanggakan dari negara Indonesia.
Banyak yang mengatakan kita harus bangga karena hutan kita terbesar, banyak binatang langka, memiliki ribuan pulau dan Sumber daya Alam yang melimpah. Tapi Saya rasa bukan itu alasan kita bangga terhadap negara ini.
Karena semua itu sudah ada dari dulu sebelum ada Indonesia.
Lucunya bukannya kita menjaga malah merusaknya !! !
Walau begitu banyak kok usaha dari manusia yang berhasil membuat bangga Indonesia.
Contohnya bulutangkis, atau para pemenang olimpiade pengtahuan itu.
Sayangnya jika dilihat persentase dari 200 juta orang lebih. Itu amatlah sedikit sekali.
Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai bangsa Indonesia.
Gampang saja…Jangan sekedar bangga terhadap Indonesia. Tapi buatlah Indonesia merasa BANGGA dengan apa yang anda lakukan.
Disini saya mengajak anda untuk berjuang sampai titik maksimal dalam bidang masing-masing. Hentikan sifat “Mengeluh”,
Bersemangatlah terhadap apa yang anda lakukan. Karena saat anda sukses…walaupun sama sekali tidak berniat membanggakan Indonesia.
Nama negara akan ikut terangkat karena kesuksesan anda.
Contohnya adalah salah seorang teman " sekampung " an se almamater saya , Kang Ganahadi Ratnuatmadja bekerja begitu profesionalnya , sehingga menjadi Captaion Pilot VVIP Orang nomor satu di Libya , Muammar Khadafi untuk pesawat Kepresidenan Libya , walaupun belum hal ini terekspos luas.
Jadi intinya disini saya ingin para pembaca untuk membanggakan negara ini. Jangan sekedar merasa bangga terhadap negara ini tapi tidak tahu apa yang dibanggakan.
Saya yakin walaupun Negara kita sedang susah PARAH. Tapi kita suatu saat pasti bisa mengubahnya.
Di dunia ini memang ada beberapa hal yang tidak bisa kita ubah. Tapi kalau hanya sekedar membuat Negara Sejahtera dan Sukses…
Kita PASTI bisa melakukannya.
Posted by
DJODI ISMANTO
at
18.9.09
0
comments
Category Motivation
Tuesday, September 15, 2009
3 ( Tiga Sesi Kehidupan
Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...
Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...tapi......
Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,
meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri
Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,
lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!
Posted by
DJODI ISMANTO
at
15.9.09
0
comments
Category Inspiration
Wednesday, September 9, 2009
3 ( Tiga ) Pertanyaan Sebelum Menikah
Posted by
DJODI ISMANTO
at
9.9.09
0
comments
Category Motivation















