Myspace Backgrounds

Wednesday, May 23, 2007

BERANI GAGAL

BERANI GAGAL . . . UNGKAPAN YANG JARANG TERDENGAR . . .
KEGAGALAN ADALAH SUKSES YANG TERTUNDA



MICHAEL JORDAN

SPIDERMAN , Kembali Menjadi Penyelamat



Spiderman , berhasil mencegah kecelakaan di Republik Mimpi

Regards,
Djodi Ismanto
From nice city of Medan

Hidup sampai tua, belajar sampai tua


Hidup sampai tua, belajar pun sampai tua

Judul artikel diatas adalah kata klasik yang mengandung filosofi kehidupan/ seringkali kita tahu baik melalui buku-buku bacaan/artikel di koran/seminar/acara di tv/radio atau lewat komunikasi lainnya. Kalau kita hanya sekedar tahu akan kata-kata : hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas!

Maka kita hanya mengetahui secara teori/ atau hanya sekedar sebagai pengetahuan saja/ tentu sayang sekali karena kita tidak memaknainya dengan mempraktekan dan mendapatkan manfaat dari kata-kata motivasi diatas.

Bagi saya sendiri/ kata-kata hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas ini/ bukan sekedar teori kosong/ bukan pula sekedar sebagai pengetahuan biasa, tetapi telah saya sadari dan saya jalani selama ini.


Kita ambil contoh dalam kenyataan hidup, mulai dari manusia di lahirkan bertumbuh menjadi balita(proses belajar dan berjuang terus berlangsung mulai belajar disuapi makanan, minum, berbicara, berjalan, berlari dan lainnya), lalu saat menjadi anak-anak, remaja, dan dewasa sekalipun, proses belajar dan berjuang terus berjalan/ mulai dari belajar menulis, membaca, di sekolah, kuliah, bekerja, berkeluarga atau mencari dan mengembangkan ilmu-ilmu yang lainnya. Bahkan sampai manusia itu menjadi tua, tidak ada fase pertumbuhan manusia yang tidak dalam proses/belajar dan berjuang terus menerus secara berkesinambungan.


Kita bisa melihat kemajuan-kemajuan yang tercipta di dunia ini, baik itu perorangan, perkumpulan, perusahaan ataupun sebuah negara dan penemuan-penemuan yang spektakuler. Pasti di balik semua keberhasilan adalah kristalisasi dari proses belajar dan berjuang habis-habisan dari semua orang yang terlibat.


Jika mampu menyadari bahwa hidup ini adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas, tentu pengertian ini akan melahirkan keberanian kita untuk menjalani kehidupan ini dengan penuh gairah! Saat kita di hadapkan pada permasalahan-permasalahan yang menghadang. Kita tidak akan mudah mengeluh dan tidak mudah menuduh apalagi menyalahkan orang lain sebagai penyebab timbulnya masalah. Dan dari setiap masalah-masalah yang mampu di atasi akan menumbuh kembangkan kekayaan mental kita dan kebijaksanaan dalam mengarungi kehidupan ini.


Dengan mental seperti itu, pasti, hidup kita senantiasa akan terasa bergairah, dan kita akan selalu termotivasi untuk mengembangkan potensi diri kita melalui keberanian dan menentukan tujuan hidup yang bernilai untuk kita raih.

Hidup sampai tua, belajar pun sampai tua

Hidup sampai tua, belajar pun sampai tua.
Sehingga saat kita meraih keberhasilan/tidak perlu bersikap angkuh/ dan saat mengalami kegagalan/ tidak perlu bersikap rendah diri. Tetapi terus belajar dan terus belajar.

Tentu harapan saya, kita hidup bukan sebagai pengumpul data atau teori belaka, tetapi kita siap menciptakan teori dengan berani menentukan target dan berani belajar serta berjuang dalam arti kata yang sebenarnya.

Source : Andrie W.

Regards,
From nice city of Medan

Tuesday, May 22, 2007

TIGA MURID


Sang Guru bijak, pagi itu menerima kembali tiga murid terbaiknya, yang telah pergi merantau selama tiga tahun. Mereka turun gunung dari kampung ke kampung dan dan dari kota ke kota, untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari Sang Guru: Apakah makna kekayaan bagi manusia? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan, siapakah yang akan menjadi pengganti sang Guru kelak. Maka kini tibalah saatnya bagi mereka untuk menjawab pertanyaan Sang Guru:


Murid Pertama berkata: Ya Guru, setelah tiga tahun merantau, murid sampai pada kesimpulan, bahwa kekayaan adalah akar kejahatan. Dalam perjalanan, murid banyak menjumpai anak manusia yang rela melakukan berbagai kejahatan, melakukan tipu muslihat, kecurangan, perampokan bahkan pembunuhan untuk memperolah kekayaan. Bahkan setelah meraih kekayaan, mereka kemudian menggunakan kekayaan tadi untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji. Mereka gunakan kekayaan untuk berjudi, berzina, mabuk-mabukan dan madat. Tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan. Demikianlah pengamatan murid, oh Guru.


Sang Guru: Oh menarik sekali pengamatanmu murid. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?


Murid Pertama:

Manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan yang merupakan sumber kejahatan ini Guru. Supaya selalu dekat dan ingat kepada Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dengan meninggalkan ikatan keduniawian seperti halnya kekayaan ini Guru. Kita harus memurnikan hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita terpaut kepada selain Tuhan Yang Maha Esa. Demikian menurut pendapat murid, oh Guru.

Sang Guru tersenyum: Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai murid pertama. Aku bangga kepadamu.


Murid Kedua:

Mohon maaf Guru, murid punya pendapat yang berbeda. Selama perjalanan, murid banyak berjumpa dengan raja dan saudagar kaya yang sangat dermawan. Mereka membangun tempat ibadah, mereka membangun tempat tinggal untuk orang miskin, mereka menyantuni anak yatim, mereka memberi makanan dan pertolongan untuk orang yang kesusahan. Mereka mencari kekayaan yang sangat banyak, namun juga menggunakannya untuk kebaikan banyak orang. Murid sampai pada satu kesimpulan, bahwa kekayaan adalah sumber kebaikan, yang akan membawa umat manusia kepada kebaikan. Demikian pendapat murid, oh Guru.

Sang Guru: Oh, sungguh luar biasa pengamatanmu muridku. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?


Murid Kedua:

Manusia harus mencari kekayaan sebanyak-banyaknya Guru. Dengan memiliki kekayaan yang cukup, maka manusia dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dengan kekayaan yang cukup maka manusia dapat memperolah pendidikan yang baik, dapat beribadah dengan tenang, dapat bersedekah, dapat menolong keluarga dan sesama manusia yang membutuhkan. Manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harus melakukan seganap upaya agar manusia terbebas dari kemiskinan dan memperoleh kekayaan. Demikian pendapat murid.

Sang Guru tersenyum: Engkau adalah samudera kebijaksanaan wahai murid kedua. Aku bangga kepadamu.

Sang Guru berpaling ke Murid Ketiga: Murid ketiga, bagaimana menurutmu?


Murid Ketiga:

Guru, selama perjalanan, murid telah berjumpa dengan orang kaya yang baik, namun ada juga orang kaya yang jahat. Murid bertemu dengan orang miskin yang baik, dan ada orang miskin yang jahat. Murid menjumpai ada orang kaya yang taat beribadah dan selalu ingat pada Tuhan nya, namun ada juga orang kaya yang lupa pada Tuhan. Seperti halnya ada orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, dan ada juga orang miskin yang lupa pada Tuhan. Banyak orang kaya yang …

Sang Guru tersenyum: Jadi apa maksudmu muridku yang baik?

Murid Ketiga: Maksud murid, ternyata kekayaan adalah sekedar alat. Semuanya akan kembali kepada diri kita sebagai manusia. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, akan menggunakan kekayaan sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan. Demikian maksud murid, oh Guru.

Sang Guru: Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?


Murid Ketiga:

Manusia haruslah mengetahui hendak kemana ia akan menuju. Dengan demikian, apa pun yang dimilikinya di dunia ini hanyalah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan.

Sang Guru: Lalu hendak kemanakah manusia menuju?

Murid Ketiga: Manusia adalah semata ciptaan Yang Maha Esa. Kesanalah semua manusia menuju. Jika manusia menyadari tujuannya, kekayaan dapat menjadi kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Esa. Namun jika sebaliknya, maka kekayaan dapat juga menjauhkan manusia dari Yang Maha Esa.

Sang Guru tersenyum: Muridku, sungguh engkau adalah sumber kebijaksanaan dan samudera pengetahuan.

Sang Guru menundukkan kepala menghormat murid ketiga:

" Engkaulah Guru baru di perguruan ini".

Dan kedua murid yang lain, serentak menunduk hormat pada Murid Ketiga.


Monday, May 21, 2007

Selamat Datang di Dunia Penuh DISKRIMINASI


Selamat datang di dunia penuh diskriminasi,
dimana semua orang dihormati karena uang yang dimilikinya,
dimana orang hanya akan tunduk selama anda punya kedudukan..


Dan ingin tahu dimana aku mengalami hal tersebut ? di sebuah hotel..Begini ceritanya..

Hari Kamis kemarin aku harus bertugas untuk bernyanyi di hotel MUL*A di kawasan Senayan Jakarta. Keharusan untuk berkumpul jam 6 membuat aku nekat menerobos hujan lebat yang mengguyur Jakarta sore itu dengan sepeda motorku. Dengan berbekalkan hanya jas hujan dan sandal jepit aku mencoba melawan hujan itu. Terpaksa celana kulinting hingga setinggi lutut (Celana itu akan kupakai untuk bernyanyi.. konyol kalau sampai basah).

Dengan hujan selebat itu ditambah kemacetan jam pulang kantor, ternyata mustahil aku bisa sampai tepat waktu. Aku terlambat hampir seperempat jam lebih.

Sesampainya didepan hotel megah itu, aku pun mencoba untuk bertanya kepada satpam yang bertugas dimana parkir untuk motor tersedia... tapi yang kudapat hanya jawaban :

"Motor blakangg.. motor belakanggg .. " dengan kasarnya.

Aku mencoba tetap sabar dan berpikir positif, walau kental sekali aroma pengusiran itu karena aku hanya naik sepeda motor dan memakai sandal jepit. Sementara yang berjejer mengantri masuk adalah mobil-mobil berkelas yang sudah siap mengikuti acara bersangkutan.

Sampai dibelakang aku akhirnya masuk dan mencari-cari dengan susah payah signage yang menunjukan parkir sepeda motor. Barulah setelah beberapa kali bertanya aku mendapatkan jalan masuk ke tempat parkir motor. Hotel ini sama sekali tidak komunikatif terhadap sepeda motor. Dugaanku sederhana, kehadiran sepeda motor sebenarnya tidak diharapkan pada hotel ini. Signage seadanya... parkir sepeda motor gratis (menunjukan keyakinan hotel ini bahwa tidak banyak sepeda motor yang akan masuk sehingga tidak perlu di-protect dengan harga parkir tertentu.... bayangkan, selama 4 jam aku memakirkan motorku disitu, tak sepeserpun harus kubayar, sementara mobil harus membayar kira-kira 8000-10000 rupiah.

Aku pun naik kelantai 6 dari gedung parkir untuk bisa masuk kebagian lobby dari belakang. Tapi apa yang kudapatkan ?
"Maaf pak, sandal jepit tidak diperbolehkan. Bapak harus mengganti dengan sepatu"

Padahal celana sudah kuturunkan hanya memang masih menggunakan sandal jepit karena kakiku masih basah sehabis hujan. Aku "dipaksa" untuk memakai sepatu saat itu juga sebelum masuk kegedung megah itu. Aku menolak dengan keras karena tidak mungkin aku bernyanyi dengan kondisi kaki lembab.. Sebagai gantinya, aku hanya ingin disediakan tissue dengan cepat.Tapi mereka tidak mampu menyediakan tissue dengan cepat.. sementara aku harus benar-benar buru-buru ketempat berkumpul karena sudah terlambat lebih dari 20 menit (mana belum ganti kostum pula). Dengan terpaksa sekali aku membentak petugas, hal yang sebenernya aku tidak ingin aku lakukan. Untunglah manajer turun untuk menyelesaikan masalah dan membolehkan aku untuk masuk dengan sandal jepit karena urusan darurat.

Pada dasarnya aku mengerti hotel itu punya peraturan. Tapi kenapa jadi masalah diskriminasi ? Karena teman-teman ku banyak yang memakai sandal jepit tapi diperbolehkan masuk. Kesimpulannya ? Karena aku basah, jelas naik motor dan memakai sandal jepit... merupakan sinyalmen buruk buat hotel...

Keluar dari gedung parkir ketika pulangpun ternyata bermasalah. Ada bagian-bagian yang tidak boleh dilalui motor. Petugas menghalau dengan pandangan merendahkan, menyuruhku untuk melalui jalan lain. Hanya mobil-mobil yang boleh keluar melalui pintu depan Asia-Afrika. Motor hanya boleh melalui pintu belakang dan keluar ke jalan Patal Senayan. Mungkin mereka malu kalau ada motor yang keluar dari hotel.

Luar biasa bagaimana aku menjadi saksi bahwa manusia memandang orang lain karena apa yang dipakainya, apa yang dibawanya. Seakan orang-orang yang "kelihatannya" tidak memiliki apa-apa bukanlah tamu. Bahwa sepeda-motor bukanlah sarana yang tepat untuk masuk ke hotel tersebut. Bahwa orang-orang ini bukanlah "MANUSIA".

Tulisan ini bukan mengenai hotel MUL*A ... Tulisan ini adalah mengenai bagaimana manusia memandang orang lain. Meskipun memang dalam hal ini diwakili oleh petugas-petugas disana.

Mata adalah alat yang diciptakan Tuhan untuk melihat, bukan menghakimi ...

Terima kasih hotel MUL*A, aku jadi tahu bagaimana orang memandang orang yang tidak diharapkan ditempat itu. Sukses selalu. :)

*Martinus Ardian adalah seorang programmer pada sebuah konsultan IT di Jakarta. Saat ini aktif pada organisasi paduan suara Vox Angelorum - Maria Bunda Karmel dan PSM Bina Nusantara. Ia dapat dihubungi pada: martinus_ardian@yahoo.com atau martinus.ardian@gmail.com

BENIH

”Try not to become a man of success, but rather a man of value.”

~ Albert Einstein


Alkisah, ada seorang penabur benih yang pergi membawa sekarung benih. Sepanjang perjalanannya, sebagian benih jatuh di pinggir jalan, setelah beberapa waktu, datanglah seekor burung dan memakannya.

Sebagian lagi jatuh di tanah yang berbatu, yang tidak banyak tanahnya, dan benih itu pun segera tumbuh, tetapi tidak dapat bertahan lama karena tanahnya tipis, maka akarnya pendek, segeralah ia menjadi kering dan layu.

Sebagian lagi jatuh di semak berduri, lalu seiring dengan pertumbuhan benih tersebut, ia terhimpit oleh semak belukar, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian lainnya jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan subur dan banyak buahnya, dan menghasilkan banyak sekali panenan.


Benih hidup kita

Hidup manusia pun bisa dianalogikan seperti benih di atas. Seperti benih pertama, beberapa orang hidup tanpa berhasil mengaktualisasi potensi diri mereka atau bahkan tidak berhasil menemukannya. Mereka sama sekali tidak menghasilkan apa-apa dalam hidupnya, bahkan sampai mereka meninggal.


Beberapa seperti benih kedua, yang mampu berkembang dengan cepat dan pesat, namun sesungguhnya akarnya(hidupnya) sangat rapuh dan kering. Orang-orang sepertinya adalah orang yang tidak henti-hentinya bekerja secara terus menerus, tanpa mempedulikan kualitas kesehatan fisik, mental, ataupun sosial.

Mereka memiliki kualitas hidup yang kurang baik, mungkin sakit-sakitan, memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah, ataupun terdapat ketidakharmonisan di keluarganya. Secara sekilas, mereka terlihat memiliki segalanya, tetapi sesungguhnya kehidupan mereka kering.


Beberapa seperti benih ketiga, walaupun mereka punya akar kuat dan mampu tumbuh tinggi, tetapi mereka tidak berbuah. Orang-orang seperti ini hanya hidup untuk dirinya sendiri, dan sesungguhnya mereka tidak memberikan ‘nilai’ yang berarti bagi orang-orang di sekitar mereka. Mereka hanya hidup untuk ambisi pribadi sendiri, tanpa memperdulikan orang lain. Mereka sama sekali tidak menghasilkan ‘buah’ yang bisa diberikan untuk orang lain.


Dan tentunya, sedikit orang seperti benih keempat, di mana mereka berhasil mempunyai tanah yang subur dengan mineral yang cukup, di mana akhirnya potensi dari benih tersebut bisa sampai maksimal dan juga menghasilkan buah bagi orang lain. Merekalah yang bisa menjaga keseimbangan di antara seluruh aspek hidup mereka, karena selain berbuah dengan baik, juga memiliki akar yang kuat.


Benih yang manakah kita?

Manakah benih yang paling menggambarkan hidup kita? Apakah hidup kita seperti benih yang pertama, yang hidup dengan sia-sia tanpa menghasilkan apa pun?

Ataukah seperti benih kedua, yang dibutakan oleh harta semata tanpa mempedulikan kebahagiaan dan kesehatan kita? Dan akhirnya kita akan merasa hidup kita sia-sia dan kering?

Ataukah seperti benih ketiga, yang hanya egois memperhatikan diri sendiri, tetapi tidak memberikan kontribusi(nilai) apa pun bagi sesama kita?

Berbeda dengan benih, kita mempunyai kekuatan dan daya untuk menentukan hendak berada di tanah yang manakah kita berada. Jika pun kita telah berada di tanah yang salah, kita masih mempunyai kemampuan untuk berpindah. Tidak seperti benih yang hanya bisa pasrah, kita masih mempunyai ‘kaki’, pikiran, dan hati untuk meninggalkan tanah yang lama dan menuju tanah subur impian benih tersebut.

Jika kita merasa belum berada di tanah subur kita, maka jangan buang waktu lagi, carilah tanah tersebut. Tanamkanlah akar dengan kuat, tumbuhkanlah batang pohon kita dengan tinggi, dan yang paling penting: hasilkanlah buah yang manis untuk orang lain. Karena hanya dengan demikianlah, benih (orang) tersebut telah mengeluarkan potensi maksimal dalam dirinya. Benih yang berhasil menanamkan akar yang kuat, dan telah meumbuhkan batang yang menjulang tinggi, tapi tidak menghasilkan buah apapun, sama saja dengan tidak berguna. Ia akan ditebang dan dibuang, dan akan digantikan dengan pohon yang lain..



Djodi Ismanto
www.djodiismanto.blogspot.com


Burung Pelikan


Selama bertahun-tahun di Monterey, California merupakan surga bagi burung-burung pelikan. Sebab di kota ini ada banyak pabrik pengalengan ikan. Burung-burung pelikan menyukai kota ini karena saat para nelayan membersihkan tangkapan mereka & memisahkan yang kurang bagus maka burung-burung pelikan segera berdatangan berebut makanan mereka.


Di Monterey ini burung-burung pelikan hidup enak tanpa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya. Seiring waktu berlalu, ikan-ikan di pantai California mulai berkurang dan satu demi satu pabrik pengalengan ikan ditutup. Itulah saatnya burung-burung pelikan mendapatkan masalah. Anda tahu?

Burung-burung pelikan adalah pemancing alami yang hebat, mereka terbang berkelompok diatas gelombang laut, dan ketika mereka melihat ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menyekop tangkapan mereka dengan paruhnya yang lebar.
Burung-burung pelikan yang ada di Monterey tidak pernah berburu selama bertahun-tahun, mereka telah menjadi gemuk dan malas. Kini makanan mereka telah lenyap dan mereka menderita kelaparan.

Para ahli lingkungan hidup di wilayah tsb berpikir keras untuk menemukan cara menolong burung-burung pelikan itu, dan akhirnya mereka bersepakat dengan satu solusi. Mereka mendatangkan burung-burung pelikan dari wilayah lainnya, yang telah mereka teliti setiap hari, dan mereka mencampurnya dengan burung-burung pelikan lokal.

Para pendatang baru itu segera mulai memancing makanan mereka, dan tak lama kemudian burung-burung lokal yang kelaparan bergabung dengan mereka dan mulai memancing makanan mereka sendiri lagi.

Jika anda menemukan diri anda miskin & lapar akan sukses, maka salah satu cara terbaik untuk mendapatkan apa yang anda cari adalah menempatkan diri di sekitar orang-orang sukses. Ambillah waktu bersama dengan mereka, perhatikan bagaimana mereka bekerja, pelajari bagaimana cara mereka berpikir & bertindak, secara tak terduga anda akan menjadi setara dengan orang-orang di sekitar anda.


Regards,
DJODI ISMANTO
From nice city of Medan

Friday, May 18, 2007

BREAK THE LIMIT ! ! !


Kemarin Tanggal 15 Mei 2007 , saya " ketambahan kerjaan " dengan mengantar beberapa karyawati pulang kerumah masing - masing karena driver yang bertugas ada trouble diluar kota.
"Beruntung atau Malang , saya tidak tahu " demikian kata orang bijak , karena kalau dibilang beruntung , iya juga karena banyak cewek cantik yang salah satunya saya " kagumi" ada di mobil saya.


Saat itu pk 17.00 ketika mulai keluar dari kantor dan segera heading menuju arah Deli Tua -
Medan ketempat tujuan rekan masing - masing dan searah dengan route pulang saya.


Saat akan pulang kembali saya teringat ada disket yang tertinggal di kantor sehingga harus kembali lagi sementara di belakang saya ada sebuah
mobil Lexus berwarna silver yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tetapi yang saya suka walaupun ia melaju dengan kecepatan tinggi, ia tidak memaksakan kehendak. Jika mobil di depannya tidak mau memberi jalan, maka ia yang mengalah dengan mengambil jalan ke kiri dahulu baru kemudian balik lagi ke jalur kanan.

Supaya tidak ngantuk karena saya menyetir sendirian dan tertarik dengan cara menyetir si mobil silver ini, iseng-iseng saya membuntuti mobil tersebut dari belakang. Saya ikuti cara ia menyetir, termasuk kecepatannya. Ketika tidak ada mobil lain di jalan itu , kecuali mobil tersebut dan mobil saya, mobil silver tersebut menambah kecepatannya. Karena sedang membututi, tanpa sadar saya ikut menambah kecepatan mobil saya.

Ketika saya melihat panel kecepatan, menunjukkan angka 140 km/jam. Sangat kencang ! karena sudah hampir menyamai kecepatan masimum sebuah Boeing 737 yang yang akan take off . Padahal selama ini, kecepatan tercepat yang pernah saya tempuh dengan Mitsubishi Galant yang ber CC 2400 adalah cuma adalah 80 km/jam, saya tidak berani melaju diatas itu. Tapi dengan adanya mobil yang saya ikuti, saya bisa tembus rekor kecepatan mobil saya. Sesuatu yang sulit saya lakukan jika tidak ada sparringnya.

Karena saya berhenti di suatu tempat di depan Maju Bersama Store, saya kehilangan mobil silver tersebut. Ketika saya mulai memacu kendaraan lagi, saya coba untuk berlari 140 km/jam lagi. Saya berhasil mencapai kecepatan tersebut tetapi tidak berani terlalu lama karena belum terbiasa. Ketika kemudian
ada mobil lain lagi yang melaju dengan kecepatan tinggi dan saya buntuti, saya bisa masuk lagi ke 140 km/jam dengan durasi yang cukup lama.


Sama seperti kehidupan ini, seringkali kita merasa sudah maksimal melakukan sesuatu.
Kita merasa tidak mungkin lagi melakukan sesuatu yang lebih baik lagi. Namun kalau kita mempunyai sparring partner yang lebih hebat dari kita, entah itu seorang atasan, seorang coach, seorang mentor, role model atau apapun, maka kita bisa terpacu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.


Namun jika kita belum matang belajar dari sparring partner kita dan mencoba untuk mandiri, mungkin agak sulit bagi kita untuk terus berada di kondisi sama seperti ketika ada sparring partner. Nantinya jika kita sudah mempunyai pola dan terbiasa, barulah kita mulai bisa mandiri.



Robert Kiyosaki mengatakan bahwa penghasilan seseorang ditentukan 5 orang terdekatnya. Ilustrasi saya mengenai kecepatan
mobil bisa menjelaskan pernyataan dari Robert Kiyosaki tersebut. Jika orang-orang di dekat kita hanya biasa-biasa saja, maka sulit bagi kita untuk
melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun kalau kita biasa tetapi di sekelilingnya luar biasa, maka kita akan terpacu untuk juga menjadi luar biasa.


Apakah ada penjelasannya secara Science? Ternyata ada. Di dalam otak manusia ada sekumpulan sel syaraf yang disebut Mirror Neuron, yang bertugas meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika di sekelilingnya orang hebat atau luar biasa, maka Mirror Neuron kita akan

meniru mereka sehingga menjadikan kita juga hebat dan luar biasa. Kalau sebaliknya, maka Mirror Neuron-pun juga akan meniru yang sebaliknya.


- Siapa mobil silver yang akan anda ikuti agar bisa menembus kecepatan anda selama ini ?
- Siapa orang hebat dan luar biasa yang akan anda ikuti agar bisa menembus batas yang selama ini membatasi hidup anda ?


Temukan orang tersebut, ikuti dan pelajari bagaimana ia memandang dirinya, bagaimana keyakinan dan nilai-nilai kehidupan yang ia pegang, bagaimana ia membangun kapabilitasnya, bagaimana tingkah lakunya, maka anda akan mendobrak batas yang selama ini membatasi hidup anda !


Step Up, Live Life to the Max and Make Your Dreams Come True !



Regards,
DJODI ISMANTO
From nice city of Medan

TAHUKAH ANDA


Patung Piala Oscar

Anda tahu patung Oscar? Patung yang diberikan pada pemenang perayaan film tahunan di Hollywood itu ternyata dijuluki Oscar tanpa sengaja. Sebelumnya, piala yang dimenangkan oleh para bintang film dalam upacara tahunan Academy Awards itu sebetulnya tidak mempunyai nama sampai tahun 1931.


Lantas, pada tahun 1931, Oscar Pierce, seorang petani Texas yang kaya, menginspirasi keponakannya sehingga si keponakan yang kebetulan bekerja sebagai penjaga perpustakaan pada Academy of Motion Pictures Arts and Sciences mengatakan bahwa patung itu mirip dengan pamannya, Oscar.


Seorang wartawan surat kabar yang kebetulan mendengar komentarnya lantas menggunakan nama Oscar sebagai julukan patung itu. Maka, sejak saat itu nama Oscar menjadi resmi dan digunakan sampai sekarang

Tuesday, May 15, 2007

MOTIVATOR FOR WORK



Source : PT. Nissan Motors Indonesia - Jakarta

GAMES

MENYUSUN KARTU MUKA 4

TUJUAN :

Bisa digunakan untuk beberapa tujuan, diantaranya :

1. Menimbulkan kesadaran (insight) pentingnya pembuatan laporan.

2. Melihat dinamika kelompok (pengganti cerita tersesat di hutan, bulan, dsb.)

3. Pemecahan masalah – pencapaian tujuan

Untuk Pentingnya pembuatan laporan :

Umumnya tenaga lapangan dan juga yang di belakang meja, agak enggan membuat laporan. Laporan dianggap tidak penting. Kenyataannya, tanpa laporan yang baik, games ini sulit diselesaikan. Bila ada laporan bisa selesai dalam waktu 2 - 5 menit. Tanpa laporan akan memakan waktu yang cukup panjang (pernah 2 jam lebih).

PELAKSANAAN GAME :

Peserta bisa 8 orang atau 12 orang per kelompok besar. Kita ambil yang 12 orang per kelompok

Kelompok A : total 12 orang dibagi menjadi kelompok :

A.1. 3 orang A.2. 3 orang

A.3. 3 orang A.4. 3 orang

Masing-masing kelompok kecil (kel. A.1; A.2; A.3; dan A.4.) diminta membentuk bujur sangkar dari 9 buah kartu yang ada (sebelum dibagikan, kartu dikocok terlebih dahulu), selanjutnya mereka diminta untuk menyusun kartu-kartu tersebut.

Kelompok A.1. hasil akhirnya :

Kelompok A.2. hasil akhirnya :

Kelompok A.3. hasil akhirnya :

Kelompok A.4. hasil akhirnya :

Biarkan mereka menyusun. Penyusunan 9 kartu menjadi bujur sangkar sedang ( 3 x 3 ) bisa dilaksanakan dalam waktu relatif singkat. Mereka yang selesai membentuk bujur sangkar sedang, akan merasa gembira, merasa bisa, dan ingin membantu kelompok lainnya.

Bagi yang sudah selesai beritahukan mereka bisa melaksanakan pengecekan ulang atau coba lihat sepuasnya. Bila ada kelompok kecil yang mendapat kesulitan dan lama tidak selesai, perbolehkan kelompok yang sudah selesai untuk membantunya.

Bila semua telah selesai, mintakan agar bujur sangkar sedang dari masing-masing kelompok digabung menjadi bujur sangkar besar dengan aturan dan ketentuan yang sama. Hasilnya :

Setelah mereka melihat, minta mereka mengumpulkan kartu seakan permainan selesai. Sekarang kocoklah ke 36 kartu tersebut. Kembalikan kartu-kartu tersebut ke kelompok besar (Kel. A) yang beranggotakan A1, A2, A3, dan A4, semuanya 12 orang. Minta mereka menyusun ulang ke 36 kartu tersebut menjadi bujur sangkar besar (6 x 6). Minta dan tanyakan kepada mereka sanggup menyelesaikannya dalam waktu berapa menit

Umumnya penyusunan ke 36 kartu menjadi stau bujur sangkar besar ini makan waktu lama. Biarkan kelompok berusaha. Penyelsaian sebenarnya bisa di bawah 5 menit dan bisa sampai 2 jam tidak terselesaikan. Dalam hal ini proses penyelesaiannya bisa digunakan untuk menilai DINAMIKA KELOMPOK.

Bila sudah cukup lama masih tidak terselesaikan, berikan catatan (laporan) di kertas bekas yang jelek dan kusut mengenai susunan kartunya, misalnya :

sebagian diantaranya (A.4.) masih perlu disusun ulang. Penyelesaian tetap akan berjalan cepat. Hal ini terjadi karena adanya catatan (laporan) walau laporan tersebut tidak lengkap. (Laksanakan melalui diskusi kelompok faktor penghambat dan pendukung penyelesaiannya. Tekankan peran laporan dalam penyelesaian tugas yang dihadapi)

Untuk tujuan :

2. PEMECAHAN MASALAH DAN PENCAPAIAN TUJUAN

Setelah cukup lama tidak terselesaikan, laksanakan diskusi yang berpedoman pada teori Problem Solving Decision Making (Kepner & Tregue)

1. ANALISA SITUASI

2. ANALISA PERSOALAN

3. ANALISA KEPUTUSAN

4. ANALISA PERSOALAN POTENTIAL

Langkah-langkah pemecahan masalah dan pencapaian tujuan :

Ketahui variable berperan dalam penyusunan ke 36 kartu tersebut :

Jawabya adalah : Nomor/Angka, semua ada 10 angka dari 0 – 9

Letak /posisi ada 4 Kiri – Kanan - Atas - Bawah

Apa yang dapat dijadikan pedoman ?

Cari angka yang di kiri ada, di kanan tidak ada : berarti letaknya di lajur paling kiri.

Angka yang di kanan ada, di kiri tidak ada : berarti letaknya di lajur paling kanan

Angka yang di atas ada, di bawah tidak ada : berarti letaknya di baris paling atas

Angka yang di bawah ada, di atas tidak ada : berarti letaknya di baris paling bawah.

Dengan demikian kita punya pedoman berupa kerangka (frame). Selanjutnya dari frame yang terbentuk, kita isi mulai dari sudut-sudut kerangka (frame) tadi sampai selesai.

Terima kasih

Monday, May 14, 2007

The Choice Is In Your Hand


Siapa yang bertanggung jawab atas semua kondisi hidup Anda sekarang ?
Anda sendiri ? atau justru Orang lain ?

Banyak orang memilih untuk menyalahkan pihak lain seperti atasan mereka di perusahaan, keluarga atau pasangan hidupnya, sistem pemerintahan, dan ironisnya juga menyalahkan Yang Kuasa atas semua kegagalan yang di alaminya. Sayangnya tidak banyak yang menyadari bahwa peran dan tindakan yang mereka ambil di masa lampau adalah salah satu penentu atas apa yang terjadi pada hidupnya sekarang.

Apapun yang sudah Anda lakukan baik itu positif ataupun negatif, Anda sendirilah yang mengambil pilihan itu dan logikanya semua yang terjadi atas Anda adalah tergantung Anda sendiri bukan orang lain.

Anda beli motor untuk dikendarai, Anda memilih pekerjaan, Anda berasosiasi dengan kelompok tertentu, Anda membaca buku pilihan Anda, Anda menonton acara televisi, bahkan koran yang Anda baca, dan artikel yang Anda baca saat ini semuanya atas dasar pilihan yang telah Anda buat.

Semua pilihan yang Anda buat punya dampak untuk orang lain, terutama untuk diri Anda sendiri. Pilihan yang Anda ambil hari ini akan membawa dampak yang dahsyat untuk masa depan Anda.

Cara pandang dan cara kita memahami sesuatu yang terjadi disekeliling kita, semuanya murni tergantung pada diri Anda. Ketika Anda berkenalan dengan seseorang, Anda bisa memilih untuk melihat sisi baiknya atau fokus kepada kekurangan yang dimilikinya.


Sebuah analogi mengenai gelas yang terisi setengah.Manusia memiliki pilihan bagaimana melihatnya. Jika Anda cukup optimis maka Anda akan mengatakan setengah penuh atau jika Anda begitu pesimis Anda akan mengatakan setengah kosong.

Mereka yang optimis akan cukup senang karena dibenaknya berpikir bahwa masih ada setengah gelas air yang dapat saya minum, sementara mereka yang pesimis akan mengeluh karena hanya berpikir setengahnya kosong dan menganggapnya sebagai kekurangan.


Dalam hidup ini, Anda dapat memilih untuk hanya melihat hambatan dan rintangan atau Anda justru memilih untuk melihat sebuah tantangan sebagai pengalaman unik dan baru.

Selamat mengambil pilihan !

Inspired from : E-book Born To Win (Everything that Happens To You Depends on You Alone)

Life is an Echo



Berikut adalah cerita yang saya kutip dari International best seller book "You Can Win" oleh Shiv Kera :

Seorang anak marah kepada ibunya dan berteriak "Saya benci kamu, Saya benci kamu" Berkali-kali dia meneriakkan kalimat yang sama. Dengan emosi akhirnya anak ini pergi dari rumah dan menuju ke sebuah bukit dan meluapkan kekesalannya di sana sambil berteriak kembali "Saya benci kamu, Saya benci kamu, Saya benci kamu"Karena dia berada diatas bukit, maka terdengarlah gema yang menyuarakan sama persis dengan apa yang keluar dari mulut anak tersebut.

Ini merupakan pertama kalinya dia mendengar gema, dan dia menjadi ketakutan. Segera dia berlari pulang ke rumah dan meminta perlindungan dari ibunya. Setelah menceritakan apa yang terjadi, Ibunya mengerti kejadian yang sebenarnya dan menyuruh anaknya kembali ke bukit dan berteriak lebih kencang mengatakan "Saya mencintai Anda".Sang Anak langsung kembali ke bukit dan berteriak, dan dia mendengar gema yang sama persis mengatakan "Saya mencintai Anda"

Apa yang kira-kira bisa kita pelajari dari cerita yang luar biasa ini ?
"We get back what we give", kita akan mendapatkan kembali apa yang kita berikan. Cerita ini sebenarnya ingin merefleksikan hidup manusia. Manusia terkadang mengeluh dan protes terhadap apa yang diterimanya apalagi kalau yang diterimanya bukanlah sesuatu yang diinginkan, tapi mereka lupa apa yang telah diberikan sebelumnya. Apa yang kita perbuat, tentunya kita akan menuai konsekuensi. Jika kita memberikan sesuatu yang positif, tentunya kita akan menerima kembali sesuatu yang positif.

Jika Anda ingin dicintai, Anda harus mencintai orang lain lebih dahulu.

Jika Anda ingin dibantu, Anda harus membantu orang lain lebih dahulu.

Jika Anda ingin diberi, Anda harus memberi orang lain lebih dahulu.

Letakkan diri Anda setelah orang lain. Apapun yang Anda kerjakan saat ini akan menjadi spektakuler hasilnya kalau Anda mulai memikirkan orang lain lebih dulu daripada memikirkan diri sendiri.



SALES = SERVICE


Yusmin N. Zega , seorang Sales Manager perusahaan otomotif di daerah Juanda - Jakarta , melakukan proses interview kepada 2 kandidat salesman. Lalu sang Manager mulai bertanya kepada kandidat ke-1

"Mengapa saya harus merekrut Anda?"


Jawab kandidat pertama dengan nada yang sedikit sombong

"Saya punya puluhan tahun pengalaman di dunia sales mulai dari asuransi, otomotif, bank, dll"

Meskipun memiliki segudang pengalaman sang Manager tampaknya masih kurang terkesan.

Yusmin , sang Manager masih ingin mencoba melakukan tes untuk kandidat ke-2. Dengan pertanyaan yang sama dia bertanya "

Mengapa saya harus merekrut Anda?"
Lalu jawab kandidat ke-2 dengan mimik wajah yang tulus

"Saya senang membantu orang lain, Saya suka pekerjaan yang sifatnya bertemu orang banyak, Saya senang melayani orang, dan ini yang membuat saya ingin mencoba di dunia sales meskipun saya tidak memiliki puluhan tahun
pengalaman"

Untuk lebih meyakinkan keputusannya, sang Manager mencoba membiarkan kedua kandidat melakukan percobaan menjual kepada pelanggan selama 1 hari. Setelah dievaluasi secara mengejutkan keduanya berhasil menjual dalam jumlah sama. Karena Sang Manager hanya butuh 1 salesman maka dia memutuskan untuk merekrut kandidat yang ke-2.

Kemudian Direktur Utama , Jonannes D. Soendoro , menanyakan ke sang Manager, apa alasan Anda merekrut kandidat ke-2, padahal dia tidak memiliki pengalaman.Yang menjadi alasan utama saya, jawab sang Manager adalah :

"Perusahaan kita mencari Salesman yang tidak hanya menjual, tapi juga mau melayani pelanggan, dan saya melihat kandidat ke-2 memiliki itu. Kandidat ke-1 memang memiliki pengalaman, tapi semangat melayani tidak terlihat, dan saya tidak yakin akan ada repeat order"

Apa yang bisa kita pelajari dari cerita diatas ?

Salesman tidak hanya bertugas Menjual, tapi juga Melayani.

Jika Anda seorang salesman yang memiliki puluhan tahun pengalaman, Anda sebenarnya sudah memiliki modal, tetapi semua pengalaman tidak menjamin dalam menjual jika dari dalam diri tidak ada semangat melayani.

Jika Anda seorang Sales Manager yang memiliki banyak tim sales, Bangun tim Anda sebagai Good Service Sales Team. Karena dengan Good Service, maka Good Sales Result akan mengikuti. Jika Anda memiliki salesman
yang pandai, mengerti product knowledge, apakah dia sudah baik dalam hal Service ?

Banyak orang berpikir bagian Melayani Customer itu adalah pekerjaan Customer Service bukan pekerjaan seorang salesman. Seorang salesman hanya fokus kepada bagaimana terus menciptakan penjualan.Jika Anda juga berpikir hal yang sama, lebih baik Anda mengubahnya karena tanpa service, tidak ada sales, tidak ada repeat order, tidak ada yang namanya customer satisfaction.

Jumlah salesman yang mengerti seluk beluk produknya tergolong dalam mayoritas, tapi jumlah salesman yang mengerti bagaimana membuat customernya senang masih dalam golongan minoritas. Anda mau ikut golongan yang mana ?

Pemahaman yang baik dengan produk yang dijual hukumnya wajib. Dan pemahaman akan produknya akan sia-sia jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik dari salesman.

Mau membuat customer Anda 'Mad' atau 'Happy'?, it's a matter of Your Service.



PENCIL SEORANG ASTRONOT


Seorang pemenang selalu memilih solusi yang paling mudah dan efektif dengan sekecil mungkin biaya dan hasil sebesar-besarnya. Kali ini saya akan bercerita tentang dua tim astronot yang dikirim ke planet lain yaitu bulan. Tim astronot Amerika dan tim astronot Rusia, sebut saja demikian untuk kedua tim tersebut.

Tim astronot Amerika dan Rusia, pada suatu ketika sedang dikirimkan ke bulan untuk sebuah penyelidikan. Dalam kunjungan ke bulan tersebut, mereka diwajibkan untuk membuat laporan berupa data-data yang akan diisikan kedalam check sheet yang telah disiapkan maupun catatan tertentu.

Data tersebut akan diolah menjadi bahan diskusi ilmiah. Karena laporan bukan hanya mengisi check sheet saja, mereka harus menyiapkan alat tulis yang memadai.
Ketika pesawat luar angkasa sudah berangkat dan sampai kebulan, mereka mulai mengadakan pengamatan dengan tempat yang berbeda satu sama lain. Mereka mulai mengamati debu, pasir, kerikil dan beberapa bebatuan. Dari mulai bentuk, warna dan lain-lainnya.

Namun mereka mengalami hal yang tidak diduga sebelumnya. Ballpoint yang telah disiapkan, yang sangat baik berfungsi ketika di bumi, ternyata tidak bisa berfungsi sama sekali di bulan. Entah karena faktor vakum udara ataupun apa, namun dua tim tersebut tidak bisa mencatat sama sekali.

Mereka kembali hanya mengandalkan kemampuan daya ingat saja. Sedang data berupa angka, tidak terekam sama sekali. Mereka putuskan untuk kembali ke bumi, dan mangadukan masalah ini.

Sekembali mereka ke bumi, para ahli dari Tim astronot Amerika mengadakan penelitian tentang tinta yang bisa digunakan di bulan. Penelitian melibatkan banyak ahli dan berbagai percobaan serta pengujian dilakukan. Akhirnya penelitian itu berhasil, walau dengan biaya yang sanga tinggi. Hasil nyata di bulan, pada expedisi luar angkasa berikutnya akan segera terlihat. Karena tim dari Amerika ini memiliki modal yang besar, sehingga tidak masalah untuk pembuatan tinta dengan harga yang sangat mahal.

Lain cerita untuk Tim Rusia. Modal tim ini sudah mulai banyak penurunan, sehingga mereka berfikir lebih berat karena tidak mungkin melakukan aplikasi penelitian seperti halnya tim Amerika. Berbagai pertemuan para ahli juga digelar. Namun belum menghasilkan alat yang optimal. Pada suatu ketika, digelar kembali forum diskusi akbar mengenai tinta untuk di bulan.

Pada pertemuan kali ini sangat lain. Pertemuan sebelumnya selalu berisi para ahli dari berbagai penjuru propinsi, namun saat ini hanya orang di tim dan melibatkan sampai cleaning servicepun diikutsertakan. Persoalan kembali terjadi. Rapat terjadi "mati" tidak ada pergerakan sampai beberapa jam. Setelah berhenti lama, seorang cleaning service membuka suasana dengan usulan yang aneh. Yah.. dia mengusulkan mengganti tinta ballpoint dengan pencil saja. Mula-mula semua anggota sidang tertawa.

Tapi para ahli yang belum menemukan ide apapun jadi berfikir, mungkin benar. Setelah dengan pengkajian secara ilmiah oleh para ahli yang ada, maka disepakati expedisi luar angkasa berikutnya dengan pencil. Pencil dengan biaya yang jauh lebih murah dari ballpoint sebelumnya.

Pada expedisi berikutnya, luar biasa, dua tim tersebut sama-sama bisa menuliskan laporan dengan baik. Walau dengan alat yang berbeda sekali. Baik dari sisi harga maupun proses penemuannya. Penemuan dan penelitian banyak ahli yang hasilnya sama dengan ide seorang cleaning service. Bahkan luar biasanya, ide cleaning service tersebut, sangat murah dalam hal biaya.

Inilah sahabat... bagaimana ketika terjadi suatu masalah. Kadang kita masih selalu saja berorientasi dengan hal besar dan biaya tinggi dalam penyelesainnya. Kadang kita lupa ada sisi sederhana yang murah, dan hasil tak kalah efektif. Kreatifitas cukup andil bicara disini.....


Kubilai Khan


Kubilai Khan

Barangkali, pemimpin besar dunia yang pertama kali memelopori toleransi antarumat beragama adalah Kaisar Mongol, Kubilai Khan. Sebab, ia adalah pemimpin pertama dunia yang menyatakan bahwa hari-hari besar agama Budha, Kristen, Yahudi, dan Islam sebagai hari libur resmi kenegaraan.

Saat ia memerintah, Kubilai Khan menyatakan bahwa hari Natal bagi agama Kristen dan Paskah (yang juga diperingati agama Yahudi), Hari Raya Penebusan Dosa (sebuah perayaan Yahudi), serta Idul Fitri sebagai hari raya nasional. Mungkin, karena toleransi yang dikembangkannya itu pula, ia mampu memerintah daerah kekuasaan yang merentang dari perbatasan Eropa, Timur Tengah, hingga hampir seluruh Asia Timur di pertengahan abad ke-13




BURUNG DALAM SANGKAR


Pasti, rekan-rekan sering membaca atau mendengar istilah peribahasa seperti di atas. Peribahasa tersebut benar-benar masih berlaku sampai sekarang. Bagai Burung di dalam Sangkar Emas...bisa mengartikan banyak hal...

Menurut Robert T Kiyosaki, kan ada Empat Kuadran Kerjaan, nah coba Anda renungkan peribahasa tadi dengan kaitannya ini:

1. Kuadran E: Employee

* Sebagai seorang profesional pekerja di perusahaan milik orang lain, Anda merasa bahwa dunia Anda memang berada di sana. Anda memperoleh banyak fasilitas dari perusahaan tempat Anda bekerja, Anda mendapatkan kepercayaan dari Pimpinan Anda, dan lain kenikmatan kerja; sehingga bisa saja membuat Anda terlena...tau-tau anda sudah mendekati masa pensiun...baru sadar, bahwa Anda masih bekerja ikut orang lain. Dan, hanya menghabiskan hari tua dengan mengandalkan uang pensiun atau pesangon saja.

2. Kuadran SE: Self Employee

* Sebagai seorang yang sudah kerja mandiri, sudah tidak ikut perusahaan orang lain; Anda tentu saja lebih bebas berbuat sekehendak hati anda. Itu baik. Di kuadran ini, Anda begitu tekun mengerjakan segala sesuatunya sendirian saja, karena Anda menilai itu lebih menguntungkan dibandingkan jika Anda merekrut beberapa orang sebagai karyawan Anda. Anda terlalu berhitung sedemikian "pelit", sehingga tanpa anda sadari...ini sudah Anda jalani selama bertahun-tahun. Anda tidak atau lupa untuk menyadari bagaimana caranya untuk lebih membesarkan usaha Anda. Bahkan sering terjadi, karena ini sudah meresap selama bertahun-tahun...di dalam pikiran bawah sadar, maka Anda merasa sangat sulit untuk berubah menjadi lebih baik lagi dalam berbisnis. Tetap seumur hidup berada di kuadran Self Employe ini...

3. Kuadran BO: Business Owner

* Nah, jika Anda berada di kuadran ini, biasanya Anda akan merasa lebih baik, lebih enak dan nyaman dalam menjalani kehidupan. Sebagai Pemilik Bisnis, tentunya Anda sudah lebih jarang bahkan sangat jarang sekali turun tangan langsung untuk menangani bisnis Anda sendiri, karena Anda sudah punya banyak pegawai profesional. Yang sering terjadi di sini adalah: jika Anda sedikit lengah atau lemah dalam sistem kontrol di perusahaan milik Anda, maka biasanya itu akan dimanfaatkan oleh pegawai Anda untuk keuntungan diri sendiri; karena pegawai Anda kan sudah profesional. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang profesional, jika dia memiliki pikiran buruk. Meskipun "hitung-hitungan" bisnis Anda tersebut masih menguntungkan, tetapi biasanya itu masih bisa lebih menguntungkan lagi, kalau Anda tetap mau menyadari harus selalu "meng-upgrade" sistem kontrol di perusahaan Anda. Jika Anda lemah dan tidak mau selalu memperbaiki sistem kontrol di perusahaan Anda, maka itu akan bisa menghambat laju perusahaan anda...meskipun itu terjadinya setelah sekian lama...sekian tahun...Anda baru tau...

4.Kuadran I: Investor

* Wah, kalau Anda sudah berada di kuadran ini, pasti mengesankan tingkat finasial Anda sudah bagus sekali. Di sini Anda sudah mapan. Tindakan yang Anda lakukan di kuadran "I" ini selalu arahnya hanya sebagai seorang Investor, yang kerjaannya beli sana-beli sini, untuk memperbanyak aset kepemilikan Anda. Biasanya yang pertama terpikir jika sudah di kuadran ini adalah: beli sebanyak mungkin property, baik ruko, rukan, rumah, tanah, obligasi atau surat berharga lainnya, kemudian beli juga bisnis orang lain...dll. Pada tingkatan ini pun sebaiknya Anda "tidak terlena seperti burung dalam sangkar emas". Kewaspadaan tetap diperlukan, meskipun


Anda sudah berada di dalam Kuadran Investor ini. Jika tidak, maka akibat keterlenaan karena saat ini Anda punya banyak duit, bisa saja nanti duit atau kekayaan yang telah anda miliki...tidak berumur cukup panjang. Bisa tidak sempat dinikmati oleh anak-cucu anda. Sudah banyak contoh terjadi, bagaimana seorang dengan kekayaan melimpah ruah karena sudah berada di kuadran ini, ternyata anak-cucunya tidak memperoleh kesempatan menikmati kekayaan pendahulunya. Selalu bijak dalam berpikir dan bertindak selaku seorang Investor, tetap harus diingat dan dijalankan.Nah, rekan-rekan. Uraian saya di atas tadi, sekedar untuk mengingatkan kita semua


Di kuadran mana pun Anda berada, sebaiknya harus tetap waspada. Jangan sampai terlena, "Bagaikan Burung Di dalam Sangkar Emas". Begitu.

Source : Wuryanano


UCAPAN TERIMA KASIH

UCAPAN TERIMA KASIH

Kami, atas nama keluarga besar Hj. Idris menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman dan sahabat-sahabat di :
Group Sumatra Berlian – Mitsubishi Motors , PT. Setia Kawan Pahala Group , Trainersclub Indonesia, Pengembangan Kepribadian Club , PT. Mayangsari Berlian Motor – Jember/Banyuwangi , Bpk. Agus Arya Hartono – Jakarta , PT. Agung AutoMall Toyota – PekanBaru , PT. Teja Berlian – Cirebon , PT. AKR Corporation , Manager Indonesia Club , Positif Fun Thinking Club, PT. Astra International - TSO , PT. Nissan Motor Indonesia , PT. Onduline Indonesia , PT. Shell Indonesia , PT. Unilever Indonesia , PT. Ekamant Indonesia , PT. Asuransi Jiwasraya , PT. Indomobil International , Astra Credit Company – Medan , Japfa – Medan , London Sumatra – Medan , Alumni Eks Karyawan SBM Group , Alumni Universitas Sahid , Alumni Sekolah Penerbangan Curug , Adam Air – Medan , Alumni dan rekan-rekan di Universitas Brawijaya – Malang , Alumni SD / SMP Muhammadiyah III / V Jakarta ,
Pengurus Kerukunan Umat Masjid AL FALAH Bekasi Permai , Pengurus Mesjid Annajirin – Medan , tetangga dan sahabat-sahabat kami di Jakarta, Bekasi , Medan, Melbourne , Garut, Tasikmalaya, Surabaya, Bogor, Malang , Balikpapan dan Kuningan – Cirebon yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu persatu...
Tidak ada kata-kata yang dapat kami sampaikan, selain terima kasih atas dukungan, perhatian dan doa bagi kami dan ayahanda kami tercinta :
Ismail Kusnadi bin Hj Idris
Eks. Karyawan PT. Unilever Indonesia
Yang wafat pada hari Senin, 7 Mei 2007 – jam 13.40 di Bekasi
Dan telah dimakamkan di Pemakaman Umum Perwira, Bekasi
pada hari Selasa, 8 Mei 2007
Kami mohon dimaafkan dan diikhlaskan bila ada kesalahan atau kekhilafan beliau semasa hidup, baik dalam tutur kata maupun dalam sikap dan perilaku yang kurang berkenan.
Semoga Allah SWT berkenan membalas segala budi baik dan ketulusan hati rekan-rekan, sahabat-sahabat, dan saudara-saudara kami sekalian.
Jakarta, 11 Mei 2007
Atas nama keluarga besar Hj. Idris :
Hj. M. Nasir , Yakub Soeradi Idris , Hj. Soenardi Idris , Hj. Soekrisman , Hj. Bunyamin Idris , Nurdin Idris , Emmy Soelasiah , Taty Arbiaty , Djodi Ismanto , Iman Kusdiyanto , Anita Dewi . K , Achmad Budiono , Tuty Kusmiaty , Laily Raisella Tamara , Lidya Laila Tamara , Adinda Najwa Tamara , Untung Batubara , Anggi Batubara , Thio Batu bara , Sonny Sayangbaty


Regards,
DJODI ISMANTO
From nice city of
Medan

Monday, May 7, 2007

Sebuah Kisah Tentang Kesabaran



Konon, di daratan Cina, ada tanaman yang namanya bambu Cina. Dua kali sehari, setiap pagi sebelum matahari terbit dan sore hari sesudah matahari terbenam, si petani bambu Cina, harus menyiram bibit bambu cina yang ditaruh di dalam pot-pot. Selama 6 tahun pertama, setiap hari, penyiraman harus dilakukan dengan setia, kalau tidak maka tanaman ini tidak akan pernah tumbuh dan pasti mati. Jadi tidak ada hari-hari absen untuk menyiram atau tanaman ini akan mati dan tidak pernah tumbuh.

Maka si petani ini melakukan kewajibannya dengan setia selama 6 tahun pertama kehidupan si tanaman bambu Cina. Ia mengasihi tanaman ini dan sungguh-sungguh percaya, suatu hari ia akan bangga dengan tanamannya.

Bagi orang yang tidak mengerti karakter dari tanaman bambu Cina, tentu akan mengira betapa gilanya si petani bambu Cina ini. Menyiram pot-pot yang tidakmenunjukkan tanda-tanda kehidupan. Memang, tidak ada tanda-tanda kehidupan yang keluar dari pot-pot ini. Selama 6 tahun pertama, tidak ada yang tumbuh yang dapat dilihat dari permukaan tanah di pot tersebut.

Tetapi,...... sesudah tahun ke 6 berakhir, maka.... keluarlah tunasnya dari tanaman bambu Cina dan dalam waktu 6 bulan, tanaman bambu Cina ini akan mempunyai ketinggian yang lebih tinggi dari tanaman di sekitarnya. Inilah keindahan dari tanaman bambu Cina. Ia menjulang lebih tinggi dari tanaman disekelilingnya.

Dalam hidup, terkadang kita menemui kesulitan-kesulitan yang harus dihadapai dengan sikap sabar dan tawakal, seperti petani bambu Cina ini.

Source : dari Pak Hendry

Kalajengking



Suatu hari seekor kalajengking mondar-mandir di tepian sebuah sungai dan bermaksud menuju seberang sungai. Ditengah kebingungannya itu kalajengking melihat seekor katak yang sedang berenang-renang dipinggir sungai itu. Kalajengking berteriak memanggil si katak dan memintanya untuk mengantar ke seberang sungai. Tapi dengan tegas si katak menolak permintaan kalajengking, katanya “Aku tak mau mati konyol dengan membawamu menyeberangi sungai ini, karena aku tau kamu beracun dan kamu pasti akan menyengatku selagi ada kesempatan.”

Kalajengking tak menyerah begitu saja, dia terus merayu si katak dan berkata dengan meyakinkan:”Tentu saja aku tidak setolol itu kawan, bukankah kita berdua akan mati tenggelam kalau aku menyengatmu ditengah jalan?” Sang katak pun akhirnya percaya dengan rayuan si kalajengking dan setuju membantunya dengan cara menggendong kalajengking dipunggungnya berenang menyeberangi sungai itu.

Perjalanan pun dimulai dan ketika mereka berdua berada ditengah-tengah sungai, tiba-tiba kalajengking menyengat si katak dengan sangat kuat. Dengan nafas tersengal-sengal diujung kematiannya, dengan lirih si katak masih sempat berkata “Mengapa kamu mengingkari janjimu?, sekarang kita berdua akan mati.” Kalajengking menjawab “Aku sungguh tidak tahan untuk tidak menyengatmu, itu sudah kebiasaanku.”

Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, they become your destiny

Oleh : Haryo Ardito - Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia – DKI Jakarta