Myspace Backgrounds

Wednesday, December 5, 2007

Let's Go GREEN

Semakin berat mobil , semakin banyak pula konsumsi bensinnya ,
setiap penambahan 50 kg berarti pemakaian bensin 2% lebih banyak ,
kecuali anda bekerja di Fallujah , Irak , maka anda tidak perlu
mengendari Jeep Hummer untuk ke kantor.

Mendaur ulang 500.000kg kertas koran bekas berarti ,
kita sudah menyelamatkan pohon - pohon yang dapat
menyerap 67.500 kg CO2 tiap tahunnya.

Aaaarrgghh


Eko adalah seorang eksekutif yang belum juga mempunyai pasangan. Sebenarnya ia bukan seorang yang pemalu. Entah apa yang menyebabkan ia tak jua mendapat jodoh. Banyak kawan-kawannya yang berusaha memperkenalkannya pada gadis-gadis, namun semuanya tak berhasil. Salah satunya apa yang diceritakan berikut, yang darinya kita bisa mengetahui mengapa ia tak jua mendapatkan jodoh.

Suatu hari, Obon, teman kantornya, menemui Eko. Katanya, "Aku punya berita baik. Aku sudah menghubungkanmu dengan seorang gadis untuk malam Minggu nanti. Pokoknya semuanya sudah beres.""Siapa gadis itu?" tanya Eko ."Meity Kania , ia adalah temanku yang sudah lama tidak bertemu. Kebetulan ia pindah kerja di kesini dari Bogor," jawab Obon

"Tidak, aku tidak mau kencan buta," tolak Eko.
"Ayolah. Kau tidak akan kecewa dengan gadis ini," sahut Obon bersusah payah meyakinkan Eko. "Dia sangat cantik!"Eko tetap menolak. Namun Obon terus meyakinkan bahwa semuanya sudah diatur dan tidak mungkin gagal. Semuanya pasti akan terjadi dengan lancar.

"Lihat,bukankah aku sudah memberimu jalan keluar," kata Obon."Baiklah." Kini Eko mulai tertarik.
"Okay!" sahut Eko senang. "Malam Minggu aku akan jemput dan antar kau ketempat yang sudah direncanakan.""Tunggu dulu! Bagaimana jika ternyata dia jelek? Dan aku tidak berminat?"tukas Eko.
"Kalau begitu, sewaktu kita tiba di rumahnya, aku akan mengetuk pintu dan membiarkannya keluar. Bila menurutmu dia jelek, berpura-puralah terkena serangan asma. Cukuplah dengan berteriak Aaaarrgghh.
Lalu kau pegang tenggorokanmu seolah-olah sesak nafas. Bila dia bertanya, ada apa. Jawab saja, asmaku kambuh. Maka kencan kita batalkan. Mudah bukan?"Akhirnya Ekol menerima tawaran itu.

Malam Minggu mereka tiba di depan rumah Meity. Obon mengetuk pintu dan keluarlah gadis itu. Ekol mengamatinya dan tidak mempercayai pandangan matanya. Gadis itu cantik sekali. Betapa beruntungnya dia. Eko hampir-hampir tak tahu harus berkata apa.
Gadis itu juga mengamati Eko.

Lalu tiba-tiba gadis itu berteriak, "Aaaarrhhgg!"

Dear friends !
Memang rencana patut disiapkan untuk semua keadaan, baik yang menyenangkan maupun tidak.
Namun, bila kita tak bisa menerima orang lain apa adanya, bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang lain.
Bahkan, bagaimana kita bisa menemukan kekasih bagi diri kita sendiri.
Gadis itu hanya cerminan dari penerimaan bersyarat dari Eko.

Tuesday, December 4, 2007

BERKORBAN DEMI TEMAN


Kisah ini benar-benar terjadi.

Pada suatu hari di suatu kamp latihan militer, sersan pelatih muncul dan tiba-tiba melemparkan sebuah granat tangan ke tengah-tengah sekelompok prajurit muda.

Mereka lari berpencar, buru-buru mencari perlindungan.
Sersan itu lantas mengatakan bahwa granat itu kosong dan ia cuma ingin melihat reaksi mereka.

Keesokan harinya seorang prajurit yang baru masuk menggabungkan diri ke kelompok itu. Sersan pelatih mengatakan kepada mereka agar jangan memberi tahu prajurit baru itu tentang apa yang akan terjadi.

Sewaktu sersan itu kemudian muncul dan melemparkan granat ke tengah-tengah mereka, prajurit baru itu, yang tidak tahu bahwa granat itu takkan meledak,buru-buru menjatuhkan diri di atas granat agar ledakannya tidak mencederai rekan-rekannya.

Ia mau "berkorban" demi keselamatan rakan-rekan sesama prajurit.

Tahun itu ia dianugerahi satu-satunya medali untuk keberanian dan ketabahan yang diberikan bukan pada waktu perang.


PIKULAN DIRI SENDIRI


Alkisah ada seorang raja memiliki dua pangeran kembar. Tidak diketahui dengan pasti siapakah dari kedua pangeran itu yang lahir terlebih dahulu.Ketika mereka berdua tumbuh dewasa, sang raja mencari akal bagaimana cara yang adil agar ia bisa mewariskan mahkota kekerajaannya.


Semua orang tahu,bahwa kedua pangeran itu sama-sama cerdas, menyenangkan, sehat dan kuat.Dengan pandangannya yang tajam, sang raja mengetahui bahwa salah satu dari keduanya memiliki karakter yang berbeda.

Suatu hari raja memanggil mereka berdua di balariung kerajaan. Raja berkata,"Anak-anakku. Suatu saat nanti salah satu dari kalian harus menggantikan kedudukanku sebagai raja. Beban dan tanggung jawab menjadi raja sangatlah berat. Aku ingin mengetahui siapakah di antara kalian yang mampu menanggung beban itu dengan sepenuh hati.
Aku bermaksud mengirim kalian pergi jauh keperbatasan kerajaan. Di sana salah seorang menteriku akan membekalimu dengan pikulan yang sama-sama berat di pundak kalian.

Mahkota kerajaan akan aku berikan kepada siapa yang pertama kali kembali sambil tetap membawa pikulanitu, sebagaimana seharusnya yang dilakukan oleh seorang raja."

Dengan semangat persaingan yang penuh persahabatan, kedua bersaudara itu memulai perlombaan. Tak lama kemudian di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang susah payah memikul barang yang tampaknya terlalu berat dibanding tubuhnya yang lemah itu.

Salah seorang pangeran menyarankan agar mereka berhenti dan membantu wanita itu. Pangeran yang lain memprotes, "Bukankah kita juga akan menerima pikulan untuk kita sendiri.

Ayo, kita lanjutkan saja perjalanan kita." Ia lalu terburu-buru melanjutkan perjalanan, sedangkan yang lain menolong wanita tua itu.

Dari hari ke hari, di sepanjang perjalanan pangeran itu menemukan bahwa banyak orang yang butuh pertolongan. Seorang lelaki buta telah menyebabkan ia menunda perjalanannya untuk beberapa mil. Sedangkan seorang pria lumpuh telah menghentikan langkahnya beberapa saat.

Akhirnya ia berhasil tiba ditempat yang dimaksud dan menerima pikulannya dari sang menteri. Kemudian iakembali pulang ke istana kerajaan sambil menjaga pikulannya. Ketika ia tiba di pintu gerbang, ia bertemu dan disambut oleh saudara kembarnya yang berkata, "Saya tidak mengerti. Saya katakan pada ayah bahwa pikulan yang diberikan terlalu berat untuk dipikul. Bukankah begitu?"

Pangeran yang baru tiba ini berkata, "Menurutku, saat aku menolong orangl ain dengan memikul beban mereka, aku menemukan kekuatan untuk membawa bebanku sendiri."

Demikianlah, akhirnya pangeran ini yang dinobatkan menjadi raja.

Berbagi penderitaan mengurangi penderitaan, berbagi kebahagiaan melipatgandakannya. (Spider Robinson)

Kisah Tentang KEBENARAN Dan IBARAT


Suatu hari Kebenaran pergi berjalan-jalan dengan bertelanjang diri,selayaknya bayi yang baru dilahirkan.

Namun apa yang terjadi?

Orang yang melihatnya malah berbalik lari menghindari. Tak seorang pun mau mengajaknya mampir ke rumah mereka.

Kebenaran merasa sedih dengan apa yang terjadi. Ia lalu menemui Ibarat.
Ibarat senantiasa mengenakan pakaian yang indah penuh warna-warni.
Ketika melihat Kebenaran, Ibarat berkata, "Katakan, apa yang membuatmu sedih sobat?"

Dengan getir, Kebenaran menjawab, "Saya sedih. Sangat sedih. Usiaku sudah sangat tua, namun tak seorang pun mau mengenaliku, bahkan menyapaku.
Tak seorang pun mau menerimaku."

Mendengarkan hal ini, Ibarat membalas, "Orang-orang itu menghindarimu bukan karena kau tua.
Bukankah aku juga tua sebagaimana engkau. Namun, semakin tua usiaku, semakin banyak orang yang menyukaiku.

Mari, aku sampaikan satu rahasia:
Setiap orang menyukai hal-hal yang sedikit samar-samar dan cantik.

Mari, aku pinjami kau pakaian indahku ini, maka akan kau lihat orang-orang yang menyingkirkanmu tadi akan mengajakmu ke rumah mereka, dan senang dengan kehadiranmu."

Lalu, Kebenaran mengikuti saran dari Ibarat.
Ia mengenakan pakaian indah yang dipinjamnya dari Ibarat.
Dan, sejak saat itu, Kebenaran dan Ibarat selalu berjalan bergandengan.

Pojok Renungan :

Seringkali kebenaran yang disampaikan secara langsung terasa menyakitkan, menakutkan, dan tak dimengerti.

Namun, kebenaran yang disampaikan di balik cerita dan kisah-kisah selalu mudah diterima tanpa harus merasa dinasehati.


Let's Go GREEN


Monday, December 3, 2007

Dikeluarkan dari Perusahaan , Hukuman atau Ujian ?


Seorang teman dekat di perusahaan consumer good terbesar di Indonesia yang saya telpon siang ini , mengeluh dengan konflik internal yang terjadi di perusahaannya.
Gara - gara konflik tersebut dia harus keluar dari perusahaannya yang dicintaiinya tersebut beberapa tahun lalu , padahal dalam kasus tersbut dia tidak terlibat dalam suatu kesalahan.
Sebagai akibatnya , dia menjadi pengangguran untuk beberapa lama , hubungan dengan beberapa teman dan atasannya menjadi " kurang harmonis ".
Saat saya tanya bagaimana keadaannya sekarang , dari nada suara nya terdengar nuansa kegembiraan , bahkan dengan semangat dia bercerita tentang hobby dan kegemarannya memancing yang sekarang menjadi sumber keuangannya melebihi dari tempat kerjanya yang dibubarkan dahulu

Namun tentu kita tidak membahas musibah teman saya ini lebih dalam , yang penting adalah bagaimana kita bersikap terhadap musibah apapun itu bentuknya.
Musibah adalah rahmat bagi orang yang berpikir dengan hati. Hanya saja cara penyampaian rahmat tersebut yang kadang manusia tidak bisa memahami dan menerimanya.Allah SWT memberi ‘kado’ untuk kita, namun kadang kita tidak menyukai bungkus dari kado / hadiah itu.

Anda mau menolak kado / hadiah berisi mutiara yang dibungkus kertas lusuh?
Atau anda mau menerima kado berisi sampah yang dibungkus kertas kado yang indah dan diberi pita?

Ada dua kemungkinan yang dapat diambil dari suatu musibah.
Sebagai hukuman atau sebagai ujian.

Renungkan dan ingat-ingat apa yang sudah kita perbuat pada masa lalu dan semoga akan ditemukan apa sebabnya.

Besi yang terus menerus terkontaminasi kotoran tanpa pernah dibersihkan secara berkala, besi tersebut akan berkarat. Jika karat itu sudah membatu maka tidak ada yang bisa dilakukan kecuali membuang besi itu ke sampah. Apakah anda ingin dibuang sia-sia oleh pencipta anda sekalian?Jika musibah itu adalah ujian, maka bergembiralah. Seorang murid tidak akan naik kelas sebelum dia melewati tes/ujian akhir semester.

Dalam Al Qur’an pun tentang musibah dan cobaan ini , disinggung pada Surah Al-Baqarah ayat 286“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. “

Melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga ada batasnya, namun melihat dengan hati hasilnya unlimited alias tak terbatas.

Selalu berpikir positif atas segala yang telah menimpa, maka Allah SWT akan memberikan mutiara hidup kepada anda.

Ada kata-kata bijak dari Norman Vincent Peale yang patut anda renungkan. Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan,'

'Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada anda?

“Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? . . . . . .Tidak!


Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.''


Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur anda yang dan sedang kalut menghadapi suatu masalah.Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir.


Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya.


Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching, ... ''Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya. ''

Saturday, December 1, 2007

ONGKOS PARKIR MITSUBISHI PAJERO




Sebelum bepergian ke Eropa untuk suatu urusan bisnis, seorang pria kaya mengendarai Mitsubishi Pajero menuju ke sebuah bank di pusat kota Medan.

Pada petugas bank ia mengajukan pinjaman uang segera sebesar Rp. 50.000.000,-

Petugas bank meminta jaminan pada pria itu, yang lalu dijawabnya, "Baiklah,kalau begitu aku berikan Mtsubishi Pajero ku ini yang seharga 1, 2 M sebagai jaminan."

Petugas bank langsung menyetujui tawaran itu.


Petugas Bank lalu memarkirkan Rolls-Royce itu dilantai bawah gedung bank itu demi keamanan. Kemudian, ia menyerahkan Rp, 50.000.000,-

Dua minggu kemudian, pria kaya itu pulang dari Eropa dan mengunjungi bank itu lagi. Ia bermaksud melunasi hutangnya serta mengambil Mitsubishi Pajero nya kembali. Petugas bank itu menghitung.

"Anda harus mengembalikan pinjaman pokok anda sebesar Rp. 50.000.000,- ditambah Rp. 50.000,- ," kata petugas bank.

Pria itu segera menulis cek tunai. Ketika ia akan meninggalkan gedung,petugas bank itu menegur dan menanyakan sesuatu,

"Tunggu tuan! Kami baru tahu bahwa anda adalah seorang jutawan, tetapi mengapa anda memerlukan datang ke sini dan hanya meminjam uang Rp. 50.000.000,- cuma untuk 2 minggu ?"

Pria itu tersenyum, "Di mana lagi saya bisa memarkir dan menitipkan Mitsubishi Pajero saya dipusat kota Medan ini dengan super aman selama dua minggu dan hanya membayar Rp. 50.000,- ?"


Smiley...! Cerdik bukan?


Jangan Kehilangan Harapan


Sepasang suami istri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru di daerah Kampung Baru - Medan.
Lampu jalan tak cukup terang menerangi dagangan mereka.Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung.

Di depan,berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat.

Siapa pula yang tertarikmembeli?

Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan. Kaos anak warna-warni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi.

"Wahai suami istri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bisa menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?"

"Kami tak kehilangan harapan," begitu jawabnya. "Itulah satu-satunya kekuatan kami. Kami tak tahu apa dan bagaimana membesarkan usaha ini, namunkami tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya."

Berterima kasihlah pada orang-orang kecil yang memberikan teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita.
Mereka tiang penyangga yang menahan langit dari keruntuhan. Mereka peredup terik mentari kehidupan yang ada kalanya terasa panas membakar.

KEHADIRAN JAUH LEBIH BERHARGA


Pada suatu masa, tanah Persia pernah diperintah oleh seorang syech yang bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Syech ini peduli sekali kepada rakyatnya dan keinginannya hanya berbuat yang terbaik bagi mereka.

RakyatPersia tahu bahwa syech mereka mau menangani masalah-masalah mereka secara pribadi dan memahami pengaruh keputusan-keputusannya bagi hidup mereka.Secara berkala ia menyamar dan berkeliling ke jalan-jalan, mencoba menyaksikan hidup melalui cara pandang mereka.

Pada suatu hari ia menyamar sebagai seorang desa yang miskin lalu pergi ketempat permandian umum. Di sana banyak orang yang sedang menikmati saat-saat santai sambil bersosialisasi. Air di permandian itu dihangatkan dengan api dari sebuah tungku di gudang bawah tanah, dan di situ ada seorang laki-laki yang bertanggung jawab mengusahakan agar tingkat kehangatan air dipermandian tetap nyaman.

Syech itu sengaja pergi ke ruang bawah tanah untuk menjenguk lelaki yang tanpa kenal lelah menunggui api.Kedua orang itu makan bersama dan syech berhasil menjalin persahabatan dengan lelaki yang kesepian itu. Hampir setiap hari, sampai berminggu-minggu, penguasa negeri itu berkunjung ke tempat kerja sang penunggu api.

Dalam waktu singkat sang penunggu api itu menjadi terbiasa dengan tamunya karena seringnya ia datang ke situ. Belum pernah ada orang lain yang menunjukkan perhatian atau kepedulian semacam itu kepadanya.

Pada suatu hari sang syech menyingkapkan jati dirinya yang sebenarnya. Ini sebuah langkah yang berresiko, sebab ia takut orang tadi akan meminta hadiah atau pemberian istimewa darinya.

Namun, di luar dugaan, teman baru sang pemimpin itu hanya memandang ke dalam matanya sambil berkata,

"Yang Mulia bersedia meninggalkan kenyamanan istana dan kemuliaan Yang Mulia untuk duduk menemani saya di ruangan gelap seperti penjara bawah tanah ini.

Yang Mulia bersedia makan makanan saya yang tidak lezat dan dengan tulus menunjukkan kepedulian atas hidup yang saya jalani.

Kepada orang lain Yang Mulia mungkin telah menganugerahkan uang atau barang berharga, tetapi kepada saya YangMulia telah memberikan yang terbaik.

Yang Mulia telah memberikan diri Yang Mulia sendiri."


Pojok Renungan Editor:

Jangan kirim bunga atau ucapan semoga segera sembuh pada rekan kita yang sakit, tetapi jenguklah.
Tunjukkan kehadiran anda. Itu jauh lebih berharga bagi persaudaraan.

MAKAN SAJA DULU ITU SEMUA


Setelah melalui perjalanan yang berat dan melelahkan karena harus melewati tiga bukit dan ngarai, sang petani tiba di rumah kyai.

Kyai menanyakan maksud kedatangannya.

Petani: "Saya ingin bertanya, apakah kepiting kali itu halal atau haram?"

Kyai: "Sebelum menjawab itu, saya ingin bertanya terlebih dulu, apakah kamu punya empang?"

Petani: "Punya, Kyai."

Kyai: "Apakah di empangmu dipelihara macam-macam ikan, seperti mujair,tawes, mas, nila, gurami?"

Petani: "Iya , Kyai."

Kyai: "Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?"

Petani: "Iya, Kyai."

Kyai: "Nah, kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu kamu persoalkan kepiting kali.

Bukankah ayam, itik, ikan itupun mungkin tak habis kamu makan, jangan kau susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting kali."


Smiley...! Angan-angan menjauhkan kita dari hidup yang sekarang. Bukan persoalan apakah telur atau ayam yang lebih dahulu diciptakan, namun apakahkita bisa memanfaatkan apa yang ada di tangan kita sekarang.


Sebutir teluryang nyata-nyata berada dalam genggaman jauh lebih berharga ketimbang seekor ayam di angan-angan.

Friday, November 30, 2007

GAGAL, APA UNTUNGNYA... ?



Jika ada kegagalan yang mengakibatkan kematian karier, Sergio Zyman adalah orang yang pernah mengalaminya. ..

Tahun 1984, Coca Cola memberinya tanggung jawab untuk memenangkan persaingan dengan Pepsi. Zyman pun menyusun strategi; Ia mengubah formula Coca Cola, memberi label "New Coke", lalu mempromosikannya. Namun ia melakukan satu kesalahan, ia menarik semua Coca Cola lama dari pasaran. Akibatnya, New Coke menjadi peluncuran produk baru yang paling hancur setelah kegagalan peluncuran mobil Edsel. Maka, dalam 79 hari, Coca Cola lama kembali dipasarkan dengan nama "Classic Coke".

Setahun kemudian, dengan perasaan terluka Zyman meninggalkan perusahaan itu. Kegagalan selalu dianggap memalukan dan merusak citra diri. Tapi lain dengan Zyman, karena tepat tujuh tahun setelah itu, ia kembali ke Coca Cola. Kepercayaan dirinya telah pulih, wewenangnya di perusahaan itupun semakin besar. Zyman, seorang yang pernah melakukan kesalahan, dipecat, diturunkan jabatannya, dengan kata lain, gagal, namun bangkit kembali.

Walt Disney pernah dipecat dari salah satu pekerjaan pertamanya. Baik Disney maupun Henry Ford pernah mengalami kebangkrutan, sebelum akhirnya mereka mengubah hal itu menjadi kesuksesan besar.

Suatu saat mungkin Anda akan mengalami kegagalan... ;

Perubahan pesat dalam dunia bisnis masa kini menuntut aksi untuk menghadapi ketidak pastian; Artinya, kemungkinan membuat kesalahan akan tetap ada selama kita tidak menyerah...;

Bill Gates suka memperkerjakan orang-orang yang pernah membuat kesalahan. "Itu menunjukkan mereka berani mengambil resiko", kata Gates. "Cara seseorang mengatasi masalah adalah ukuran bagaimana mereka mengatasi perubahan".

Tapi apa yang membuat beberapa orang jatuh dan terpukul, sementara yang lain bangkit kembali ?.

Mungkin jawaban dibawah ini dapat membantu kita menjadi orang yang dapat "Bangkit Kembali" :

1. Visualisasikan Kemenangan Besar Berikutnya.
Dalam keadaan terpuruk-pun, dibenak kepala kita harus selalu ada gambaran bahwa kita sudah berhasil atau meraih kemenangan-kemenang an besar; Profesor Martin Seligman mengatakan, "Orang-orang
optimis percaya 'Masalah saya hanya sementara'. Sedangakan orang-orang pesimis yang biasanya tidak dapat bangkit kembali, melihat kegagalan sebagai sesuatu yang permanen"

2. Ambil Resiko Tanpa Takut Gagal.
Saat Sergio Zyman meninggalkan Coca Cola, ia tidak berhubungan dengan rekan-rekannya dari perusahaan itu selama 14 bulan. Dia merasa kesepian, namun ia tidak berhenti, bersama seorang rekannya ia
memulai sebuah perusahan konsultan, yaitu : " Zyman Plaza ", yang hanya dilengkapi satu komputer, sebuah pesawat telepon dan sebuah mesin faksimile; Mereka mulai menangani klien-klien seperti Microsoft, Miller Brewing. Rahasianya : Mereka Berpikir di luar Kebiasaan dan Berani Mengambil Resiko. Akhirnya, bahkan Coca Cola juga memintan sarannya dan memperkerjakannya kembali untuk membuat perubahan-perubahan besar; Padahal menurut Zyman, "Dalam mimpi pun saya tidak pernah berpikir perusahaan itu mau meminta saya kembali".
Benarlah apa yang dikatakan oleh CEO Coca Cola (Roberto Goizueta) : "Bukankah Anda tersandung hanya jika Anda sedang bergerak ?".

3. Saat Krisis Datang, Jangan Menyerah.
Orang yang berhasil umumnya adalah orang yang gigih, pantang menyerah.

David Brinkley berkata, "Orang yang sukses adalah orang yang bisa membangun landasan yang kuat dengan batu bata yang dilemparkan orang lain kepadanya".

4. Pandang Diri Anda sebagaimana Orang Memandang Anda.
Psikolog Robert Staub percaya bahwa penyebab pertama dari kegagalan ialah kurangnya kesadaran diri. Anda harus keluar dari diri Anda untuk dapat mengadopsi pandangan orang lain.
Anne Busquet dari American Express. Empat tahun lalu, ia menjabat general manager bagian Optima Card; Sifatnya yang sangat perfecksionis, dipandang bawahannya sebagai suatu hal yang menakutkan.

Akibatnya, lima dari 2000 pegawainya, begitu takut untuk memberi tahu Busquet soal kerugian sebesar $.24 juta, hingga mereka berbohong untuk menutupinya. Dan karena itu Busquet harus bertanggung jawab. Ia kehilangan kariernya di Optima, namun ditawarkan untuk menyelamatkan salah satu unit kecil American Express.

Harga dirinya terguncang, hampir saja ia menolak tawaran tersebut. Tapi kegagalannya di Optima menantangnya untuk beraksi kembali. "Saya sadar saya perlu pengertian", kata Busquet.

Busquet menjadi lebih sabar, lebih mau mendengarkan, dan juga belajar memperoleh kabar buruk. "Seandainya dulu saya lakukan hal ini, mungkin saya bisa mengatasi masalah Optima lebih cepat". Busquet kini menjabat Executive Vice President.

Seperti kata Shakespeare, "Manis rasanya hikmah dari penderitaan. Kegagalan menyelamatkan Anne Busquet dan membuat Sergio Zyman menjadi model sukses yang 'aneh tapi nyata".


Jika Anda belum pernah gagal, demi keuntungan karier Anda, Anda mungkin harus mengalaminya. ..?.

Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon


KEARIFAN LOKAL PEREMPUAN INDONESIA DALAM PERUBAHAN IKLIM GLOBAL

Jangan hentikan email ini demi Indonesia yang hijau !!!

AYO TANAM DAN PELIHARA 10 JUTA POHON

Rekan-rekan,Perempuan Indonesia mengadakan GERAKAN TANAM DAN PELIHARA 10 JUTA POHON di seluruh Indonesia dalam rangka antisipasi dan pengurangan pemanasan global.

Selain merupakan ibadah, tanam pohon juga bermanfaat bagi Anak dan Cucu Anda !

Siapakah Para Perempuan Indonesia?

- Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia (SIKIB)
- Kongres Wanita Indonesia (KOWANI)- Dharma Pertiwi- Dharma Wanita
- Tim Penggerak PKK
- Aliansi Perempuan untuk Pembangunan Berkelanjutan (APPB)
- Bhayangkari
- Panitia Hari Ibu ke-79 Tahun 2007

Kapan menanamnya ?
Sabtu, 1 Desember 2007.

Pukul Berapa ?
Pukul (08.00 WIB, 09.00 WITA, 10.00 WIT)

Tanam di mana ?
- Di rumah
- Di kantor
- Di Pabrik
- Lingkungan sekitar Anda (Sekolah, Rumah Sakit, dll)

Dari mana bibitnya ?
- Bisa diminta dari Balai DAS (Daerah Aliran Sungai) di kota Anda
- Bisa juga, dengan sukarela membeli bibit sendiri

Jenis Tanaman?
- Tanaman berguna
- Tanaman buah

Apa yang bisa dibantu ?
- Kirimkan email ini ke rekan Anda di seluruh Indonesia
- Cc-kan setiap email yang anda kirim ke tanamdanpelihara@veloxxe.com
Djodi Ismanto

PENGALAMAN KITA SAMA BANYAKNYA


Pengalaman teman kami ini membuat lidah kami berdecak.

Ketika kami berkunjung ke kotanya, ia bercerita bahwa ketika kanak-kanak ia pernah bersepeda puluhan kilometer membelah sawah, kebun tebu dan hutan kecil yang sekarang menjadi lahan perumahan megah.

Ia pun bercerita tentang kegiatan masa kecilnya, seperti mengeringkan daun, mengawetkan belalang dan kupu-kupu, membuat rumah burung, menyusun kliping, membuat pisau dari paku dengan melindaskan pada rel KA , dan tak lupa membolos.

Ketika remaja, pernah menjadi kenek truk hingga ke seberang pulau, membaca banyak buku dan sastra, bahkan sempat mencuri buku yang diidamkannya dari perpustakaan sekolah, menulis beberapa cerita dan puisi, takut berlatih silat meski banyak temannya adalah pendekar.

Pernah juga berteman dengan pelukis, memainkan Bach, menjadi offisial atlet cacat, memunguti ikan yang tercecer saat musim pemindahan ikan di tambak rakyat tiba, dan semua pengalaman lain yang sangat menarik disimak.

"Pengalaman anda kaya sekali," ujar kami.

"Tidak!" tukasnya. Sambil menatap keheranan ia melanjutkan,

"Jangan salah sangka. Semua orang memiliki pengalaman yang sama kayanya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghargai dan mengambil pelajaran darinya.

Bila anda benar-benar terserap dalam setiap garis pengalaman hidup anda, akan anda sadari tiada satu pun yang sia-sia dalam hidup ini.
Hidup ini terlalu cantik untuk diacuhkan. Bila anda merasa hidup ini hampa, itu karena anda tak menghargainya."


Thursday, November 29, 2007

Tukang Roti dan Petani


Seorang tukang roti di sebuah desa kecil membeli satu kilogram mentega dari seorang petani.

Ia curiga bahwa mentega yang dibelinya tidak benar-benar seberat satu kilogram.

Beberapa kali ia menimbang mentega itu, dan benar,berat mentega itu tidak penuh satu kilogram.

Yakinlah ia, bahwa petani itu telah melakukan kecurangan.

Ia melaporkan pada hakim, dan petani itu dimajukan ke sidang pengadilan.

Pada saat sidang, hakim berkata pada petani,

"Tentu kau mempunyai timbangan?"

"Tidak, tuan hakim," jawab petani.

"Lalu, bagaimana kau bisa menimbang mentega yang kau jual itu?" tanya hakim.

Petani itu menjawab, "Ah, itu mudah sekali dijelaskan, tuan hakim.

Untuk menimbang mentega seberat satu kilogram itu, sebagai penyeimbang, aku gunakan saja roti seberat satu kilogram yang aku beli dari tukang roti itu.

Ternyata roti yang dijual tukang roti itupun beratnya kurang dari 1 kg . . . . . . . . . .

Dan tukang roti itupun harus berhadapan dengan hakim.


"Smiley...! Cukup banyak contoh, kekesalan kita pada orang lain berasal dari sikap kita sendiri pada orang lain.

Wednesday, November 28, 2007

TEMPAT KERJA KITA, RUMAH KITA


Apalah bedanya perilaku di rumah dan di tempat kerja?

Pagi hari, di rumahkita sapa adik, kakak dan orang tua yang baru bangun tidur.

Kita matikan lampu-lampu demi menghemat listrik.

Kita bersihkan lantai, kursi, dan meja agar ruangan terasa nyaman.

Kita simpan pisau, barang pecah belah danperlengkapan lain di tempatnya masing-masing.

Kita senandungkan lagu ceria agar rumah penuh cahaya.

Kita bekerja dan berlelah-lelah, kita bermain dan bersenang-senang tanpa berhitung-hitung satu sama lain.

Karena itu kita tuliskan, "rumahku istanaku".

Lalu mengapa kita harus berbeda di tempat kerja? Bukankah kita semestinya menyapa rekan, bawahan dan atasan tanpa terkecuali.

Kita pun bekerja seefisien mungkin.

Kita rapikan ruang kerja, kita jaga keselamatan sesama,dan ciptakan keceriaan agar tempat kerja bermandikan cahaya.

Kita bekerja dan berlelah-lelah tanpa harus kehilangan kebersenang-senangan kita.

Karena itu kita boleh tuliskan, "tempat kerjaku, rumahku jua"

SURGA BERSAMA SAHABAT


Seorang lelaki tua dan kudanya sedang berjalan-jalan di sebuah jalan desa,menikmati pemandangan.

Tiba-tiba ia tersadar bahwa ia baru saja meninggal dunia. Ia pun ingat di saat meregang nyawa, kudanya yang telah menemani hidupnya selama ini juga telah meninggal. Kini mereka bersama-sama berada disebuah alam baka.


Setelah berjalan bersama sekian lama, mereka tiba di sebuah bukit. Sepanjang sisi jalannya berhiaskan batu pualam yang indah. Pada puncaknya berdiri sebuah patung indah dimana sinar matahari memendar dari balik patung itu. Ia terkagum melihat indahnya pintu gerbang yang terbuat dari permata dan mutiara, sedangkan jalan setapak menuju pintu gerbang tersusun dari emas murni.Ia senang sekali karena merasa akhirnya telah tiba di surga.


Kemudian sambil menuntun kudanya ia menuju pintu gerbang. Ketika dekat pintu gerbang ia melihat seseorang penjaga duduk di balik meja berukir indah. Ia menyapa orang tersebut, "Maafkan saya, apakah ini surga?"

"Ya, benar sekali tuan," jawab penjaga gerbang.

"Waw, kalau begitu bolehkah saya meminta sedikit air?" pinta lelaki tua itu.

"Tentu saja, tuan. Silakan masuk dan ambillah air minum sepuas anda."Kemudian penjaga gerbang itu memberi isyarat dengan ibu jarinya, dan pintu gerbang yang besar itu pun perlahan-lahan terbuka.

"Bolehkah saya mengajak sahabat saya ini masuk?" pinta lelaki tua itu sambil menunjuk pada kudanya.


Tetapi penjaga gerbang menjawab, "Maaf sekali tuan, kami tidak membolehkan hewan peliharan masuk."Lelaki tua itu berpikir sejenak lalu mengucapkan terima kasih pada penjaga gerbang itu. Mereka berbalik dan melanjutkan perjalanannya kembali.


Setelah lama berjalan mereka tiba di sebuah bukit yang lain, tetapi kali ini jalannya lebih kotor, di ujung jalan terbuka sebuah pintu gerbang pertanian.Tidak ada pagar di sisi jalan, rumput tumbuh sembarangan, pintu gerbang itu tampaknya tak pernah tertutup. Ketika ia berada dekat pintu gerbnag itu, didalamnya ia melihat seorang lelaki sedang duduk di sebuah kursi goyang dibawah bayangan pohon dan sedang membaca buku.


"Permisi tuan!" teriak lelaki tua itu pada pembaca buku. "Apakah anda mempunyai air untuk kami minum?"

"Tentu saja. Ada pompa air di sebelah sana," sahut pembaca buku itu sambi lmenunjuk ke sebuah tempat yang tak tampak dari luar gerbang.

"Masuklah,anggap saja rumahmu sendiri."

"Bagaimana dengan temanku ini?" tanya lelaki tua itu. Ia menunjuk pada kudanya."Oh, ia boleh masuk.

Kami mempunyai mangkuk air di sebelah pompa itu,"jawabnya.Kemudian mereka masuk ke dalam gerbang, dan menemukan sebuah pompa tangan tua dengan sebuah gayung dan mangkuk tergeletak di sampingnya. Lelaki tuai tu mengisi mangkuk dengan air hingga penuh dan memberikan pada kudanya.


Setelah itu ia meneguk air untuk mengobati hausnya sendiri.Ketika mereka sudah cukup minum, mereka kembali menemui pembaca buku ituyang tampaknya sedang menunggu mereka.

Lelaki tua itu bertanya, "Tempat apakah ini?""Ini surga," jawab pembaca buku itu."Wah, ini sangat membingungkan kami," kata lelaki tua itu.

"Tempat ini sama sekali tak seperti surga. Di ujung jalan di sebelah sana ada seseorang yang mengatakan bahwa bukit itulah yang surga."

"Oh, apakah yang anda maksudkan adalah bukit dengan jalan yang terbuat dari emas dan pintu gerbang yang terbuat dari permata itu?" tanya pembaca buku.

"Ya, bukankah itu tempat yang sangat indah."

"Bukan, itu adalah neraka."

"Tidakkah anda salah menyebutnya sebagai neraka tempat yang indah seperti itu?"

"Tidak. Saya mengerti mengapa anda berpendapat demikian, tetapi bukanlah seperti itu.

Keindahan yang ditampakkannya itu menipu sehingga membuat orang tega meninggalkan sahabat terbaiknya dalam penderitaan.

"Pojok Renungan Editor:

Tak perlu memperdebatkan konsep surga neraka dalam cerita di atas, namun pesan yang ingin disampaikannya.

Keindahan sering kali hanya ilusi yang membuat kita membiarkan sahabat-sahabat kita berada dalam penderitaan.

Singkirkan Duri Duri Anda


Bila anda mempunyai tujuan besar, anda perlu mencari orang-orang yang tepat dan membentuk tim yang kuat untuk mencapainya.

Anda juga perlu memompakan semangat, mengikat kata sepakat untuk sama-sama mengupayakan yang terbaik demi tujuan itu.


Namun, jangan sekali-kali lupa untuk tak segan-segan menyingkirkan aral penghambat langkah anda.

Tak cukup anda mempunyai sepatu beralas tebal, anda perlu menyingkirkan duri dari jalan. Anda tak tahu disebelah mana duri itu akan menusuk anda.

Petani yang baik tahu, bahwa tak cukup ia mempunyai benih dan lahan terbaik.

Tak cukup pula air dan angin mentari di musim yang terbaik.

Tak cukup pula jerih dan doa ia kerahkan.

Ia tahu, ia harus tak ragu untuk mencabut tanaman dan rumput tanaman pengganggu sawah. Meski tanaman itu adalah mawar indah;meski rumput itu adalah batang tebu yang menyegarkan.

Karena ia tahu, mereka semestinya tumbuh lebih baik di lahan dan di musim yang lebih cocok.


Tuesday, November 27, 2007

Istri Yang Sejati


Kisah ini adalah tentang seorang yang kaya raya dengan empat istri.


Di suatu pagi orang kaya tadi didatangi oleh sang kematian. Dengan sopan mahluk terakhir berucap begini : ‘Bapak yang baik hati, atas utusan Tuhan kami ditugaskan untuk menjemput.

Cuma, karena kebaikan hati Bapak selama hidup, diizinkan oleh Tuhan untuk membawa satu di antara empat isteri Bapak’.


Dengan tersenyum orang kaya ini memohon waktu untuk menemui keempat isterinya satu persatu.


Yang pertama dipanggil tentu saja isteri keempat. Seorang wanita muda yang cantik, dengan tubuh yang menawan, rambut panjang yang terurai dan tentu saja senyumnya yang indah dan manis. Namun, betapa terkejutnya orang kaya tadi mendengar jawaban terhadap ajakan untuk menemani suaminya ke dunia kematian. Wanita cantik tadi menolak ajakan suaminya dengan kata-kata kasar dan sarkastis.


Setelah menangis sambil menyesali hidupnya, orang kaya tadi memanggil isteri ketiga dengan ajakan yang sama. Wanita ini menjawab dengan bahasa yang lebih sopan : ‘maafkan kanda, saya hanya bisa menemani kanda sampai di sini saja’. Kalau tadi seperti diterjang petir rasanya, kali ini Bapak kaya tadi seperti dihempas air bah.


Lagi-lagi ia menangis menyesali seluruh hidupnya. Dengan semangat hampir putus asa, ia menemui isteri kedua dan mengemukakan ajakan yang sama. Isteri kedua menjawab lebih sopan lagi : ‘saya akan temani kanda, namun hanya sampai di liang lahat’.


Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali memanggil isteri pertama. Dan takjubnya, kendati isteri pertama tidak terlalu diperhatikan, jarang diajak makan, bahkan sering disakiti, dengan tersenyum wanita yang pipinya sudah penyok dan merah-merah ini menjawab begini : “saya akan menemani kanda sampai kapanpun dan sampai di manapun”.

Dear friends ,
Ilustrasi tentang empat isteri di atas, sebenarnya ilustrasi tentang isteri dan suami kehidupan.
Semua orang memiliki empat isteri (suami) kehidupan.

Isteri keempat yang paling seksi, paling menarik, menghabiskan paling banyak waktu, sehari-hari bernama harta dan tahta.

Isteri ketiga yang juga mengkonsumsi waktu dan tenaga cukup banyak bernama tubuh atau badan kasar.

Isteri kedua – yang hanya bisa menghantar kita sampai di liang lahat – adalah isteri, suami, putera-puteri serta kerabat dekat kita di rumah.

Dan isteri kita yang paling setia dan akan menemani kita kemanapun kita pergi, dan apapun yang kita lakukan terhadapnya ia hanya mengenal kesetiaan, kesetiaan dan kesetiaan, ia bernama sang jiwa.

Atau, dalam sejumlah tradisi disebut dengan kata kesejatian.

Sayangnya, kendati ia yang paling setia, dalam keseharian ia juga yang paling jarang kita perhatikan. Dalam banyak kehidupan, ia malah kerap disakiti. Kebencian, kemarahan, permusuhan dan sejenisnya adalah serangkaian kegiatan yang memukuli sang jiwa.


Kalau isteri kedua (badan kasar) kita beri makan setiap hari, kita hanya memberi makanan sang jiwa sekali-sekali saja. Ada bahkan yang tidak pernah memberikan makanan pada jiwanya.

Dan kalau makanan badan kasar kita harus beli dan membayarnya, makanan sang jiwa dalam bentuk cinta, cinta dan cinta, ia tersedia gratis dalam jumlah yang tidak terbatas.

MENGALIR SEPERTI AIR


Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati."


Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit.""Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, "Kamu sakit.Dan penyakitmu itu bernama, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.


Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.


Kita mengundang penyakit.Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecili tu memang wajar.


Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.


"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Guru."Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup."


Pria itu menolak tawaran sang Guru."Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"


"Ya, memang saya sudah bosan hidup.""Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati.


Ambillah botol obat ini.Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."Kini, giliran pria itu menjadi bingung.


Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengansenang hati.


Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.


Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.


Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu." Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur.


Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!


Sang istripun merasa aneh sekali, "Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnyapun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah.


Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu disekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah.


Ia mulai menikmatinya.Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya diberanda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya,"Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkankamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Ayah, maafkan kami semua.Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami."


Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ? Ia mendatangi sang Guru lagi.


Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu,kesombonganmu.


Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.


"Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang kerumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.

Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.

Itulah sebabnya,ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!