Myspace Backgrounds

Wednesday, September 19, 2007

Secangkir Kopi dan Secangkir Teh


Masakan itu tergantung dari pada kokinya. Demikian juga rasa kopi dan teh, tergantung siapa yang membuat. Walaupun bahannya sama-sama kopi dan teh, hasil akhir tentang rasanya sungguh berbeda, ada yang terlalu manis, ada yang pas dan ada pula yang kurang manis. Ternyata menyeduh kopi dan teh itu ada tehnik tersendiri, itu kalau dilihat dari hukum fisika ataupun hukum kimia.



Untuk mendapatkan hasil yang enak dan wangi, untuk membuat teh itu para peracik teh memiliki rahasia tersendiri, yaitu caranya menyeduh tehnya pada suhu 80 derajat celcius, jadi setelah air mendidih turunkan dulu derajat kepanasannya, baru setelah derajat panas pas 80 derajat celcius, tambahkan teh. Sementara untuk membuat kopi, cara membuatnya pada suhu 100 derajat celcius atau pas mendidihnya air. Caranya begini, taruh gula terlebih dahulu di cangkir sesuai takaran kebiasaan kita, kasih kopi secukupnya, kemudian ditambahkan air seperempat cangkir dulu kemudian baru diaduk dengan sendok. Kopi harus benar-benar ditambahkan setelah gula, karena agar aroma kopinya itu semerbak harum mewangi sehingga memancing selera, kemudian setelah itu ditambahkan air secukupnya pas dengan takaran cangkir, baru anda sajikan dan siap dinikmati.



Ramuan diatas adalah hasil ujicoba para ahli kopi dan teh, yang pernah menjuarai lomba menyajikan kopi dan teh. Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Mingguan, sisipan harian Gulf News, yang diterbitkan di Dubai, Timur Tengah sana. Saya menulisnya dengan lancar karena selama ini saya membuat kopi dan teh seperti teori itu persis, sehingga merasakan kopi dan teh terasa lezaat, yang alang kepalang.


Lain orang lain pula warna rambutnya, saya menyeduh kopi dan teh dengan sukses, ternyata tidak dengan tetangga di apartemen negara sebelah, alih-alih berharap mendapat kopi dan teh yang enak luar biasa, malah keharmonisan rumah tangganya porak terkena petaka. Isterinya minta cerai, duh ngenesnya... kenapa demikian?



Ceritanya demikian, ketika sang suami, orang ekspatriat India itu membaca artikel cara membuat kopi, pada majalah mingguan Gulf News di kantornya, sepulang ke rumah, pada saat dia ngopi di senja hari hasil buatan isteri tercinta, dia sampaikan kepada isterinya bagaimana cara yang benar menyeduh kopi agar kopinya itu nikmat rasanya. Bukannya pujian yang didapat dari sang isteri melainkan umpatan kemarahan, karena sudah dua dasawarsa dia menikah, dan punya anak sudah besar-besar, baru sekali ini dia mendapatkan kritik. Isterinya tidak mau menerima penjelasan suaminya, bahkan menuduh bahwa sang suami mulai tidak tertarik karena dia sudah uzur, sang suami mulai genit memikirkan wanita yang lain, sang suami memiliki wanita idaman lain. Perang bakiak di keluarga itu menjadi tak terelakan ketika sang isteri minta cerai.



Esoknya sang suami menulis surat kepada redaksi harian Gulfnews, agar GulfNews meminta maaf kepada isterinya, karena artikel "Secangkir Kopi dan Secangkir Tehnya" menuai bencana sampai isterinya minta cerai. Alih-alih mendapatkan secangkir kopi yang nikmat, justru yang didapat pil pahit perceraian. Cerita yang saya tulis ini benar adanya, dan saya mengetahuinya dari surat pembaca itu. Setiap mengingat kejadian itu membuat aku tersenyum dibuatnya : )



Dari cerita diatas, bisa kita ambil hikmahnya, bahwa buruk sangka selalu berakibat tidak baik, kejadian buruk sangka bisa terjadi di mana-mana, di rumah, di pasar, di kantor, terlebih-lebih di kalangan ibu-ibu. Darimana sebenarnya asal muasal prasangka buruk? ketika hati seorang membusuk dan berpaling dari kebenaran, serta merta ia akan dihinggapi prasangka buruk. Dari mana awal munculnya pandangan yang serba positip? Dari hati yang bersih dan cenderung kepada keselamatan.



Ketika hatinya bersih, dengan sendirinya, orang yang memilikinya juga bersih. Pun, ia senantiasa memandang bersih orang lain. Sebaliknya, ketika hati nurani dan dirinya sedemikian suram, maka orang lain pun akan dipandang negatip dan serba kotor.


Setiap orang yang menderita penyakit ini bisa dengan mudah menyingkirkannya. Caranya, tidak menaruh perhatian kepada pikiran kotor, tidak mengedepankan prasangka buruk dan waswas, serta menghindar dari selubung keraguan.."Sesungguhnya berprasangka itu tidak ada faedahnya sama sekali bagi kebenaran." (Al-Najm:28) Terpengaruhnya kita oleh perbuatan buruk waswas dan prasangka menandakan bahwa kita sudah mulai melupakan Mushaf, malah sebaliknya mencampakkan!



Salam,

Ferry D.

http://ferrydjajaprana.multiply.com


Zona Kenyamanan


Tetanggaku begitu marah melihat ada mobil parkir di sisi jalan, dan motor di seberangnya sehingga menghalanginya lewat jalan tersebut. Adikku sebenarnya tidak berniat parkir lama, karena hanya sekedar mengambil STNK yang tertinggal. Untung tak dapat diraih, malang tak bisa di tolak, akhirnya ucapan-ucapan marah meluncur dari mulut tetangga.


"Parkir itu harus pada tempatnya, jangan sampai menghalangi lalu-lintas, Titikk..!!", apapun alasan yang diberikan, kalau nafsu amarah mendera umat, tak bisa lagi dibendung, sumpah serapah akan meluncur dengan enaknya, seenak meluncur dengan papan peluncur pada musim salju.


Karena di Indonesia salju tidak ada kecuali di Gunung Jaya Wijaya, itu juga adanya pada puncak Cartenz, akhirnya sebagai pelampias adalah umpatan "kebon binatang", seluruh nama binatang kalau mau diabsen turut serta dalam menyemarakan kata amarah kita.

Kisah diatas adalah kisah nyata, drama sebabak yang terjadi dalam kehidupan. Masih banyak cerita lainnya akibat masalah kecil atau "tetek bengek" menjadi prahara yang mencekam.

Dalam rutinitas hidup yang dijalani, mahluk hidup memiliki zona nyaman tertentu, demikian juga dengan binatang.



Zona nyaman adalah daerah nyaman, dimana di tempat itu kita merasa nyaman, merasa aman dari gangguan mahluk hidup lainnya.

Zona nyaman individu itu, masing orang per seorang berbeda. Secara subyektif atau serampangan, untuk melihat zona kenyamanan bisa dilihat dari interaksi seseorang pada saat berkomunikasi dengan lainnya. Contohnya, jarak nyaman seorang direktur pada bawahannya biasanya berbeda dengan jarak nyaman seorang bawahan dengan sesamanya.


Pengalamanku, bila bergabung dengan kawan-kawan supir kendaraan di ruang tunggu supir akan sangat mudah berinteraksi, bahkan tanpa berkenalan kita bisa ngobrol langsung mengikuti irama yang diobrolkan, sangat berbeda dengan tempat yang berkelas eksekutif apalagi VIP (Very Important Person). Di ruang VIP masing-masing individu nyaman dengan dirinya, di sana ada jarak antara satu orang dengan lainnya, andai kita mau berbicarapun ada etiket yang mengatur.



Seorang komunikator yang ulung biasanya memahami bagaimana cara menaikkan atau menurunkan level zona kenyamanannya, melalui simpathi atau empathi. Ada peribahasa yang bisa diikuti sebagai acuan "Berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah".

Demikian juga dengan martabat manusia di hadapan Tuhan adalah sama, hanya saja terkadang kita membedakan seolah-olah ada beda derajat diantara kita, derajat orang miskin, derajat orang kaya, derajat pembantu, derajat majikan ataupun seperti yang biasa disebut dalam segmentasi pemasaran.



Dalam kehidupan pribadi saya, level zona kenyamanan saya bisa mencapai 3 cm, pada saudara-saudara atau sahabat, dengan bersalaman dan berangkulan, menjauh 30 cm, bersalaman dengan kawan atau atasan, dan dadah melambaikan tangan .. 13 meter jika bertemu tetangga atau kawan yang dikenal dan lari menjauh 30 meter jika dikejar anjing.. toloooOONG..!!



Salam,

Ferry D.

http://ferrydjajaprana.multiply.com

---------------

Merek ( Brand ) , Masa Depan Kita


Merek (Brand) adalah suatu nama atau simbol yang bisa membedakan produk atau pelayanan kepada kustomernya. Seiring berubahnya zaman merek mengalami evolusi. Merek sekarang bukan hanya sekedar simbol nama perusahaan ataupun nama produk, melainkan menjadi jiwa atau ruh nya perusahaan.



Dalam suatu sesi seminar "Merek Masa Depan Kita" (branding our future) dalam rangka launching logo baru PT. Astra Otoparts Tbk, beberapa waktu yang lalu , Alexander Mulya dari Mark-Plus, mengemukakan bahwa kalau diibaratkan, logo itu seperti kapal dagang, yang mana benderanya itu merupakan identitas kapal.


Apabila dipasang logo tengkorak (skull) maka artinya kapal perompak, dan apa bila dipasang identitas perusahaan, maka mengandung makna kapal dagang. Demikian pentingnya peran logo dalam kehidupan umat manusia sehingga sudah sulit rasanya dalam sehari kita melepaskan logo atau merek, walaupun kita tinggal di negara tirai besi, yang sangat tertutup. Coba anda hitung berapa logo/merek yang anda temukan hari ini, sejak bangun pagi sampai menjelang tidur? Kalau dirasa sulit, sekarang tengok dihadapan dan di samping anda, sudah pasti anda temukan beberapa merek/logo, itu dalam hitungan detik!



Ada tiga kharakteristik merek, yaitu Image, Visi dan Kebudayaan (culture).

Karakter pertama adalah Image, Image adalah rekaan/gambar yang menceritakan tentang perusahaan.


Yang kedua, Visi adalah tujuan yang ingin dicapai perusahaan. Segala sesuatu yang ada di dunia bisnis akan selalu dan setiap saat berubah. Untuk bertahan, jelaslah bahwa perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Bahkan bilamana memungkinkan, sang pemimpin perusahaan harus mampu membaca ke arah mana perubahan ini bergerak dan sebisa mungkin mengadaptasikan perusahaannya untuk menghadapi situasi tersebut. Melalui visi yang jelas maka tujuan perusahaan tidaklah sulit untuk bisa dicapai, karena panduannya jelas.


Yang terakhir budaya. Budaya perusahaan bukanlah sekedar peraturan tertulis, dasar operasional, atau sistematika kerja yang menjadi buku suci perusahaan. Lebih dari itu, budaya perusahaan adalah spirit d’ corp – jiwa perusahaan, yang menjiwai keseharian dan segala aktivitas dalam perusahaan. Sangat ditekankan pentingnya Budaya Perusahaan yang menjadi dasar dari kinerja perusahaan agar mampu berkembang dan bersaing dalam jangka panjang.



Ketiga karakter diatas haruslah juga didukung dengan atribut – atribut yang sesuai yaitu: Kredibilitas Perusahaan dan Merek yang dikenal baik dan dapat dipercaya. Kredibilitas perusahaan tidak dibangun dalam semalam, tetapi dari prestasi sepanjang berdirinya perusahaan tersebut.


Kredibilitas perusahaan akan selalu menjadi poin penting yang dipertanyakan baik oleh pihak internal seperti karyawan dan manajemen, tapi juga oleh pihak luar seperti investor, partner, bahkan konsumen. Kredibilitas perusahaan inilah yang menjadi dasar terbentuknya kepercayaan dari para pemegang saham yang terbukti menjadi poin terpenting dalam pengembangan suatu bisnis.



(Ferry Djajaprana)

Monday, September 17, 2007

Jangan Kaget , Istriku Ada Empat


Sependengaran saya dan katanya para pecinta wanita, orang boleh beristri empat maka saya pun terjebak ikut ikutan.
Ibu-ibu dan mbak-mbak jangan keburu berprasangka yang aneh-aneh karena saya dengan niatan baik - baik ingin memperkenalkan satu persatu istri saya dengan segala perangainya agar semua orang tidak tertipu seperti diri saya.



Dari rasa terdalam, petiklah pelajaran ini...


Istri pertama berinisial R, dia lebih tua dari saya tetapi selalu setia mendampingi kemananpun saya pergi.


Cerewetnya setengah mati, tapi anehnya saya kurang begitu mendengar suaranya. Lamat-lamat yang hanya bisa saya hafal adalah perkataannya yang selalu menohok " mas...kalau sampeyan berkhianat kepada saya, itu sama

saja mas berkhianat kepada diri sendiri.


Kalau menyakiti saya sama saja menyakiti diri sendiri...saya tahu kok kemana saja mas pergi...toh akhir hayat nanti hanya aku yang mau sama mas...lainnya belum tentu..wong saya di takdirkan sehidup semati selalu bersatu dengan mas...mas adalah aku, aku adalah mas... sebab akulah sejatinya emas.



Ah...perkataan itu sering kuanggap badai tsunami yang telah lewat...

Tetapi harus saya akui, kalau lagi merasakan kehampaan hidup, hanya dia yang sanggup melapangkan dada dan menaungi segala kegelisahan.


Ketiga istri yang lain tak sanggup bahkan acuh cuek bebek. Dan memang percuma menyampaikan keluh kesah kepada mereka sebab mereka tak pernah mengerti dengan sungguh-sungguh apa sebenarnya tujuan hidup saya..



Istri kedua berinisial J
, Ia begitu mengharap diri saya agar selalu bersamanya walaupun terkadang saya agak malas menengok karena rumahnya agak jauh dari realitas keseharian.



Padahal kalau saya lagi dekat dengan dia...wah...segalanya begitu terfasilitasi . Maklum, kayaknya dia memang ditakdirkan untuk itu. Bayangkan, saya pengen ke Amrik, sekejab mata ia bisa memenuhinya. Saya lagi bingung mencari anak seorang teman yang hilang, Ia dengan segala akses satelit GPS plus Bio Personal Electric Detector super canggih mampu memberitahu dimana si bocah berada. Ketika saya lagi kangen pengen mengenang masa lalu beserta kejadian-kejadian yang terlewati eehh...dia sudah punya dokumen multimedia lengkap mengenai diri saya mulai kecil, tiga dimensi lagi...Bahkan kalau ingin sekedar coba-coba memprediksi masa depan, dia pun punya alat dan data yang lebih akurat dari tehnologi terkini yang pernah ada.



Terkadang kalau dah kepepet butuh uang, saya juga menyambanginya, meminta informasi lowongan pekerjaan. Sebenarnya sebagai lelaki ya malu seh...tapi bagaimana lagi..dia di mata saya bagaikan ratu yang memiliki segala akses, entah itu politik, ekonomi, tehnologi, budaya, ilmu cacing jaringan pergerakan bawah tanah dan masih banyak lagi.


Dia cuman pesan...pokoknya selama mas berada di wilayahku, kebutuhan mas pasti saya penuhi dengan servis kilat secepat buraq. Sebab aku sama mas I love you full.....saya nggak kepingin mas kembali ke istri tua...


Istri ketiga berinisial O
, Tergolong muda. Begitu smart, cerdas, analitis, dan tanggap. Ia bagaikan sekretaris pribadi. Referensinya..naudzubillah...seperpustakaan dunia berada di hardisknya...nggak main-main !



Saya terkagum-kagum dengan kemampuannya. Setiap kejadian dalam hidup saya, ia selalu ingin maju tampil terdepan. Ia bagaikan hot news yang selalu update berita terbaru. Bahkan yang sering terjadi, saya sebagai laki-laki sering dipecundangi dengan kelihaian referensinya. Ia sering curang dan pandai sekali beralasan. Entah mungkin gawan bayi kali... Ehh.. anehnya kok saya ini begitu suka setengah mati...Mungkin kekaguman saya menutupi segala keburukannya kali... ?



Tetapi terkadang saya jadi agak malas, karena ia paling sok unggul dan narcis di banding ketiga istri yang lainnya. Saya paling tidak suka kalau ia mulai mencampuri urusan pribadi saya dengan ketiga istri saya yang lainnya. Sebab kalau semua istri sudah berkumpul dia selalu membanggakan prinsip hidupnya "knowledge is power ".


Dan saya hafal betul arah pembicaraan itu akhirnya menyeret kepada falsafah hidup "no power without knowledge", lahaula wala quwwata ila bil knowledge. Kalau sudah nglantur ke arah ini, saya nggak main-main untuk mendampratnya. Kalau saya sudah marah sama dia, jalan termudah dengan puasa mendiamkannya, tidak menanggapi secuilpun idenya. Entah sehari bahkan berminggu-minggu.....


Istri keempat berinisial D
, masih ABG... waduh...jangan ditanya lagi...wong namanya istri termuda ya pasti semlohhaiii la yauw...


Tapi disinilah masalahnya...fisik saya yang sudah makin bertambah umur ini terus terang nggak mampu menandinginya. Istilah banting tulang geger pedhot, punggung pegal peyok kabeh benar-benar terjadi nggak karu-karuan kalau saya sudah berdua dengannya....hanya kamulah denokku...lainnya nggak ingat...


Harus saya akui, segala aktifitas banyak tersedot untuk kebutuhan istri termuda ini...Sebab perhiasan, tanah, aset, bersolek, berbelanja, disanjung dan bikin organisasi ( arisan akses plus ngrumpi dengan bahasa elit ) adalah rutinitas kebutuhannya.


Oaalaah malangnya diriku....semua sudah terlanjur melekat dan mendekap ingin dekat denganku...bayangkan satu banding empat....capek deh....peyok deh..Semua sudah terlanjur....Tapi bagaimanapun aku seorang lelaki yang harus gagah dan tegas menentukan pilihan hidupku.


Untuk itu, sekali lagi, perkenalkanlah dengan sunguh-sungguh keempat istriku agar para lelaki tidak terombang - ambing dalam keadaan sangat senang dan sangat menderita, seperti surga neraka yang sedang bergolak dalam diriku....cukup satu saja agar hidup ini tenang...


Istri pertama berinisial R alias Ruh,
Istri kedua berinisial J alias Jiwa,
Istri ketiga berinisal O alias otak,
istri keempat berinisal D alias Dunia



Istri adalah perlambang keterikatan diri yang sangat mendekap. Suami adalah perlambang khalifah sang pemimpin, sang penentu. Jelaslah makna tersirat bahwa Lelaki adalah dan harus menjadi pemimpin wanita. Tak peduli berjenis kelamin apa. Nyata bahwa setiap manusia adalah pemimpin. Maka jadi khalifah harus adil

karena dialah yang menentukan kapan harus beristri satu atau empat, kapan ia berbagi dengan keempatnya.

Sebab sang lelaki biasa condong ke istri termuda.

Kalau nggak bisa adil awas !...barangkali kelelakiannya harus disunat dua kali ! tak sobek-sobek !...uupps...iih seerrrem...ddhhuua kali bro....( para lelaki nggak usah reflek bersikap ngapurancang seperti pemain bola menghadapi tendangan bebas, wong maksudnya bukan yang itu ).


Iya dong ! kenapa sih perkakas itu disebut kemaluan ? karena disitulah hakekat rasa malu terpusat. Jika rasa malu ini sudah tak bereaksi terhadap istri tertua, maka ia perlu di hukum dengan cara yang menyakitkan agar dalam shock therapy ketakutan sengeri neraka, perkakas itu bereaksi lagi dan akhirnya tahu diri bahwa bisa begini begitu
berkat istri tertua.

Sebab rasa malu kita biasanya hanya beraksi terhadap istri termuda. Kita malu kalau nggak punya baju bagus...kita malu kalau nggak punya mobil...kita malu kalau dianggap miskin...kita malu menerima pemberian Allah bahwa wajah kita biasa-biasa saja dan akhirnya harus bolak balik operasi ember...kita malu dan tidak terima kalau nama pemberian orang tua yang sudah lengkap dan bagus belum di tambah-tambahi dengan gelar Kyai, Ustadz, Prof, DR, SH, SPsi, LC, MBA, IBF, WBC, , dll, dsb, etc, btw, ttd...cpd

Ban Karet


Banyak sekali penemuan-penemuan penting di dunia ini yang berasal dari ketidaksengajaan. Bahkan, kadang hanya karena hal yang sepele, misalnya menyenggol satu benda tertentu di laboratorium, jadilah sebuah penemuan yang mampu mengubah dunia.


Hal ini rupanya juga terjadi pada penemuan ban karet untuk kendaraan. Jika kita lihat sekarang, balapan motor atau mobil sangat ditentukan oleh kualitas ban yang dipakai, selain berbagai faktor lain. Padahal, ternyata, untuk menemukan ban karet yang berkualitas, dulu sangat sulit. Sebab, karet sebagai bahan dasar pembuatan ban, dahulu jika bertemu dengan sesuatu yang panas, mudah meleleh. Namun, jika menyatu dengan hal yang dingin, sangat rapuh.



Berbagai hal lantas dilakukan untuk menstabilkan materi karet sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan. Salah satu yang mencoba melakukan aneka percobaan ini adalah seorang ilmuwan bernama Charles Goodyear. Ia berupaya dengan segala macam cara untuk membuat karet bisa lebih tahan terhadap panas dan dingin sekaligus. Namun, seperti juga ilmuwan lain yang juga sudah mencoba sebelumnya, hasil yang diperoleh pun masih kurang sempurna.



Suatu ketika, ketika beristirahat, Goodyear tidak sengaja menjatuhkan segumpal karet dan semacam zat sulfur dalam kompor yang panas secara bersamaan. Dan, rupanya, itulah jawaban yang dicari selama ini. Karet yang terjatuh dalam kompor itu rupanya bereaksi dengan sulfur dan jadi lebih tahan panas. Bahkan, setelah dicoba, karet ini pun juga tahan dingin. Ketidaksengajaan inilah yang kemudian terus dikembangkan Goodyear hingga bisa diolah jadi ban karet sampai sekarang.


Team Andriewongso.com

Perlombaan atau Perjalanan ?





Suatu perjalanan atau ekspedisi pasti mempunyai tujuan. Setiap perjalanan membutuhkan peta. Peta yang menunjukkan posisi , tujuan dan jarak tempuh kita. Baik itu jauh atau dekat. Jangankan perjalanan yang jauh perjalanan dalam kota saja sebenarnya membutuhkan peta. Tetapi karena kita sudah hapal jalannya maka seakan kita tidak membutuhkannya. Padahal peta tersebut tersimpan dalam memori otak kita, secara tidak sadar kita tinggal membaca memori tersebut. Coba bayangkan jika kita datang ke suatu kota yang masih asing, tentunya kita butuh peta atau paling tidak harus membaca petunjuk di jalan atau bertanya kepada orang. Nah setelah informasi itu di dapatkan baru peta jalan tersebut terekam dalam memori otak kita sehingga bila kita melewati jalan tersebut kita tinggal membaca kembali memori di otak.


Demikian juga dalam kehidupan ini. Kehidupan ini ibarat suatu perjalanan yang memiliki awal dan punya tujuan akhir. Sama seperti sebuah perjalanan dalam kehidupan kita membutuhkan suatu peta. Peta yang menunjukkan kita berada di mana, akan ke mana dan kapan. Misalnya sekarang jam 7 pagi, saya berada di Medan dan akan ke Danau Toba. Saya ingin sampai di Danau Toba sebelum jam 10 pagi. Jarak Medan - Danau Toba sekitar 100 Km. Kendaraan yang saya pakai adalah mobil. Dengan adanya informasi tersebut kita bisa memperkirakan kecepatan kita mengemudi. Berbeda jika kita tidak menentukan tenggat waktunya bisa-bisa saya berangkat ke Danau Toba minggu depan. Demikian juga dalam karir, keluarga atau berbisnis kita membutuhkan sebuah peta. Peta yang menunjukkan keberadaan kita dan tujuan kita.


Dalam berkarir, seseorang harus dapat jelas mengetahui posisinya dalam dunia kerja dan harus jelas mengetahui tujuannya dan terget waktu mencapai tujuan tsb. Misalnya ada seorang karyawan berusia 29 tahun dengan posisi sebagai supervisor. Dia punya keinginan untuk menjadi manager tidak lebih dari usia 33 tahun. Ini adalah salah satu tujuan dalam perjalanan karir sang karyawan. Mungkin ada tujuan lain setelah tujuan tersebut tercapai.

Nah, dengan ada tujuan dan ada tenggat waktunya maka sang karyawan ini pasti berupaya sekuat mungkin agar tujuan tersebut dapat tercapai. Misalnya mulai melirik lowongan untuk posisi Manager, meningkatkan kinerjanya yang memungkinkan posisinya di angkat sebagai manager. Bayangkan jika sang karyawan tidak memiliki tujuan dan tidak ada tenggat waktunya.


Begitu juga dalam berbisnis, tujuan harus disetting dengan tenggat waktu tertentu. Misalnya meningkatkan penjualan 50% dalam waktu 1 tahun. Dengan adanya tujuan yang jelas pasti akan dilakukan berbagai upaya agar tujuan tersebut tercapai.


Sebuah Perlombaan

Ada sebagian orang menganggap kehidupan sebagai sebuah perjalanan belaka (journey). Tapi ada sebagian orang menganggap kehidupan sebagai sebuah perlombaan (race). Kalau sudah seperti itu tidak hanya posisi dan tujuan yang harus dilihat, tetapi juga adanya pesaing. Dalam sebuah lomba rally misalnya, kita bisa saja mematok tujuan kita yaitu untuk dapat mencapai garis finish dalam waktu kurang dari 30 menit. Tujuan kita bisa saja tercapai tapi kita tetap tidak bisa menjadi juara jika ada pesaing kita yang bisa mencapai waktu lebih singkat.


Mengalir Saja ?

Banyak orang bilang hidup seperti air saja, mengalir. Bisa berpikiran seperti itu jika kita membayangkan air itu jernih dan segar. Padahal air bisa mengalir kemana-mana. Pernahkan kita membayangkan jika air bisa masuk ke comberan ? Sah saja jika ada yang mengatakan bahwa hidup mengalir saja seperti air. Tapi selayaknya kita juga harus menerima jika dalam kehidupan kita sering terkalahkan dan terpinggirkan. Pasrah bukan berarti menyerah dan menerima saja. Usaha dan ‘perlawanan’ kita adalah salah satu bentuk kepasrahan. Kita diciptakan ke dunia dibekali dengan akal dan indra itulah alat kita untuk berusaha. Bukankah kita akan ‘mengecewakan’ Tuhan seandainya akal dan indra yang Dia berikan tidak kita gunakan dengan maksimal. Dalam beribadah saja kita diperintahkan berlomba-lomba memperbanyak amalan.


Jadi kita yang bisa memilih apakah kehidupan kita hanya sebagai sebuah perjalanan, perlombaan atau sekedar ikut arus saja ?


" Jarak ribuan kilometer dimulai dari sebuah langkah kecil. Jalan sukses itu selalu berliku dan terjal. Tapi jalan itu selalu ada...Teruslah mencari ...!!!"

see other article on :
http://djodiismanto.blogspot.com/



source :Ardhian Surya

Saturday, September 15, 2007

Momen Pencerahan


Setelah 11 bulan kita disibukan dengan berbagai hal, kini kita saatnya cooling down. Cooling down adalah langkah untuk menuju suatu pencerahan seperti Archimedes yang menemukan cara mengukur berat benda tak beraturan saat dia cooling down di tempat mandinya.


Kita patut bersyukur, Allah membelikan bulan Ramadhan yang penuh hikmah dan berkah. Salah satu hikmah dari Ramadhan ialah suatu momen pencerahan karena kita mengalami cooling down baik dari segi fisik dan mental.


Inilah saatnya kita mendapatkan pencerahan, terutama pencerahan spiritual yang sangat kita perlukan untuk kehidupan yang lebih baik. Saat fisik kita lemah karena tidak makan seharian, maka fokus hidup kita akan lebih terarah kepada sisi ruhiah kita. Saat kita merasakan lapar, kesadaran akan penderitaan orang lain akan meningkat. Inilah sebgaian pencerahan yang bisa kita raih dalam bulan Ramadhan.


Ramadhan juga dikenal dengan bulan Al Quran, artinya kita akan lebih dekat dengan Al Quran, bukan hanya karena membaca Al Quran akan mendapatkan pahala yang besar, tetapi pada bulan Ramadhan kita banyak memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Al Quran, baik melalui kultum, pengajian, ceramah Tarawih, ceramah di TV, radio, web, blog, bahkan berbagai media lain pun berlomba untuk memberikan berbagai kajian keislaman.


Jika kita bisa memanfaatkannya, sungguh, bulan Ramadhan adalah momen pencerhan diri kita menuju hidup yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak diantara kita yang menyia-nyiakan momen berharga ini. Masih banyak orang yang menggelamkan dirinya pada bisnis dan pekerjaan. Ada juga yang menghabiskan waktu di depan TV yang tidak memberikan manfaat, ada juga yang menghabiskan waktu diperjalan, dan ada juga yang menghabiskan waktu di dapur untuk mempersiapkan berbagai hidangan yang berlebihan.


Benar-benar sangat disayangkan bahwa banyak tradisi kita yang justru menjauhkan kita dari momen berharga ini. Banyak diantara kita yang mempersempit makna Ramadhan, misalnya hanya menganggap sebagai momen untuk silaturahim dengan cara pulang kampung. Tidak salah, tetapi bukan hanya itu.


Marilah kita kembali kepada sunah, agar kita benar-benar bisa memetik berkah dan hikmah Ramadhan dengan optimal. Masih banyak amal yang bisa kita lakukan seperti membaca Al Quran, i’tikaf, shalat malam, dan sebagainya. Jangan sampai kita sia-siakan bulan Ramadhan kali ini, karena tidak ada yang menjamin bahwa tahun depan kita akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.


Rahmat

www.motivasi-islami.com

Jangan Bertanya Kepada Otak


Pagi tadi saat berangkat ketempat kerja , diatas tunggangan sedan Mitsubishi Galant saya sempat mendengarkan kultum ( kuliah tujuh menit ) Ustadz Yusuf Mansyur siaran langsung via Radio Elshinta – Jakarta.


Ustadz
yang terkenal dengan matematika sedekahnya ini menjelaskan tentang kisah orang – orang yang banyak menanyakan masa depannya kepada otak dan pikirannya sendiri.


Sebut saja :

- Ada seorang Bapak yang sedih memikirkan sekolah anaknya yang ia perkirakan cuma sampai SMA karena situasi ekonomi yang dihadapi saat ini.

- Ada lagi seorang ibu yang mempertanyakan sisa umurnya , akankah diberi umur panjang sementara anak – anak yang diasuhnya masih belia.

- Belum lagi banyak orang yang sampai umur kepala 4 belum juga berjodoh.

- Banyak pasangan hidup yang sampai saat ini setelah 5 , 10 bahkan 15 tahun belum juga dikaruniai anak.

- Ada lagi yang pusing memikirkan utang dan bunganya yang mungkin tak terbayar selama umur hidupnya.


Apa
yang terjadi ? Tidak akan pernah ada jawaban yang pasti.

Di beberapa tempat di negara kita pertanyaan – pertanyaan itu malah berubah menjadi tragedi.


Contoh
saja , kasus pembunuhan ibu terhadap anaknya karena khawatir dengan masa depannya , polisi yang menembak atasannya karena dimutasi , anak sekolah bunuh diri karena tidak mampu membayar SPP dsb.


Tidak
akan pernah ada jawaban pasti karena kita bertanya kepada otak yang memang mempunyai keterbatasan , apalagi keterbatasan itu hanya pada sisi logika belaka.


Kenapa kita tidak bertanya kepada Allah ? Yang mempunyai jawabannya . . .
Kenapa kita tidak meminta kepada Allah ? Yang akan memberi kita petunjuk . . .
Kenapa kita tidak melihat kekuasaan Allah yang memang tiada terbatas ?


Allah bisa membuat kaya , orang yang miskin.
Allah bisa membuat miskin , bahkan dia konglomerat sekalipun.
Allah bisa membuat siang menjadi malam , begitu sebaliknya
Bahkan . . . Allah bisa menghidupkan orang mati.


Tidak selamanya kehidupan ini berjalan mulus.
Tidak selamanya apa yang kita rencanakan sesuai dengan rencana.
Banyak cobaan , rintangan dan gangguan dalam kehidupan ini dan terkadang bukan dengan cara logika menjawabnya.


Namun jika kita bertaqwa kepadaNya , jika beribadah kepadaNya , jika kita memohon kepadaNya , tidak ada satupun yang mustahil jika semua apa yang kita minta , semua yang kita permohonankan akan terjawab jika memang sudah menjadi kehendakNya.


Marilah di bulan Suci Ramadhan ini kita perkuat amal , ibadah , sedekah serta taqwa kita agar mendapat keberkahan dari Nya.


Source : Ustadz Yusuf Mansyur , live broadcast radio Elshinta ,
15 September 2007 , 07.45 Wib )


" TUHAN ITU SEPERTI APA YANG KITA PIKIRKAN "
Purdi E. Chandra

See other article on : http://djodiismanto.blogspot.com/


Regards
Djodi Ismanto
Mitsubishi Motors - Group Sumatra Berlian

From nice city
of Medan

Friday, September 14, 2007

Berpikir Sederhana


Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa.
Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan. Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya.


Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?" Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu.


Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget.


Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.


Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.


Regards,

Thursday, September 13, 2007

Banyak Melayani Banyak Rejeki



Jika perusahaan ingin berkembang, maka pelayanan adalah segala-galanya.

Barangkali kita tahu, bahwa salah satu tugas seorang entrepreneur adalah tugas kepemimpinan. Memang idealnya, entrepreneur adalah sekaligus seorang pemimpin. Paradigma baru, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan pelayanan pada orang yang dipimpinnya atau bawahannya. Maksud saya, entrepreneur sebagai pemimpin, juga sekaligus sebagai orang yang mau melayani. Jangan sampai kemudian terbalik, bahwa pemimpin itu justru minta dilayani.


Dalam konteks inilah, barangkali kita perlu kembali menyadari, bahwa sebagai entrepreneur, apalagi yang baru saja membuka bisnis, maka sesungguhnya sangatlah perlu mengutamakan pelayanan.

Misalnya, bagaimana kita melayani konsumen. Bagaimana konsumen puas dengan layanan kita. Dan, bagi kita yang memiliki perusahaan sudah relatif maju, maka konsumen biasanya diberikan pelayanan oleh karyawan kita. Sedangkan karyawan dilayani oleh manager-nya, dan para manager semestinya dilayani oleh direksi. Sedangkan, direksi dilayani oleh pemilik bisnis.


Tentu kita akan bertanya, lantas siapa yang melayani si pemilik bisnis? Jawabanya bisa sangat banyak. Tapi yang jelas, menurut saya konsep melayani memang mudah diucapkan, tapi sangat berat untuk dilaksanakan.


Sebagai entrepreneur yang sudah cukup lama menggeluti dunia bisnis, pasti akan selalu berhubungan dengan banyak orang. Apalagi kita sebagai seorang pemimpin perusahaan, tentunya melayani banyak orang adalah pekerjaan yang harus dilakukan. Melayani banyak orang artinya bisnis kita jalan. Saya kira, melayani itu harus mengalahkan diri kita dulu sebelum memberikan pelayanan kepada orang lain. Melayani berarti tidak boleh pilih kasih. Pelayanan bisa berarti kita melayani orang-orang di lingkungan bisnis kita. Dan, kita tak mungkin bekerja tanpa harus saling melayani.


Melayani bawahan berarti memberikan perhatian pada bawahan kita. Melayani manager berarti memberikan penghargaan pada mereka. Dan, melayani konsumen adalah pekerjaan kita yang utama. Perusahaan yang ingin berkembang, maka pelayanan adalah segala-galanya. Bisnis melayani banyak orang akan mendatangkan banyak omset.


Saya sependapat dengan Robert T. Kiyosaki, dalam bukunya yang ke-4 berjudul "Rich Kid, Smart Kid". Dalam buku tersebut dikatakan, bahwa jika kita membangun sebuah bisnis yang melayani ribuan orang, sebagai timbal balik dari bisnis kita, maka kita akan menjadi jutawan. Nah, kalau kita bisa melayani jutaan orang, maka kita pun juga akan menjadi milyarder. Oleh karena itulah, kita sebagai entrepreneur harus selalu siap melayani banyak orang, dan jangan alergi melakukannya. Percayalah, dengan kita semakin melayani banyak orang, maka rejeki yang datang pun akan semakin banyak pula.


Purdi E Chandra

Wednesday, September 12, 2007

Senyum


Lihatlah diri anda di kaca letakkan tangan anda atas posisi jantung anda, rasakan degup jantung anda 2 menit, rasakan nada dan kedamaian ritme jantung anda, rasakan kenyamanan di hati anda, pelan2 tarik bibir anda ke kanan dan ke kiri selebar jempol tangan anda, pastikan terlihat gigi2 anda terlihat…tahan beberapa saat di kaca dan ingat2..ini namanya “Tersenyum”


Senyum anugerah tak ternilai yang diberikan gratis oleh Allah kepada kita, merupakan kunci yang amat penting dalam Pilar “Silaturahmi & Bersedekah”.
Masih ingat...? Ada 4 Pilar yang akan memberikan kita sesuatu yang diluar dugaan. Mendapatkan yang lebih indah daripada yang kita harapkan, lebih besar dari yang kita pikirkan, lebih mudah daripada yang kita rencanakan, dan lebih-lebih-lebih yang lain…4 hal itu disebut LUCK FACTOR, yang meliputi :

Bersyukur
Silaturahmi & Bersedekah
Kerjakan yang Terbaik (do it best)
Pasrah kepada Sang Pencipta

Tersenyum, Mesem (Jawa), Smile (Inggris), Warau (Jepang), Seuri (Sunda), adalah kata2 yang sama untuk melambangkan aktivitas “Tarik bibir” diatas.


Dari sekian macam kata2, yang menurut saya paling cocok melambangkan aktivitas istimewa ini adalah Smile (baca Smail), coba anda berkaca lagi dan ucapkan “Smaiiiii..l” dengan huruf “i” yang dibaca panjang, maka anda akan melihat bahwa wajah anda berada pada kondisi puncak penampilannya…. ini artinya orang Inggris sono pas kebetulan dapat kata2 yang bagus...karena sesaui dengan gerakan wajah.


Apabila anda merasa sendirian ditengah orang2 asing, di pesawat, di bus, di kereta, di ruang tunggu bengkel, dokter, antre tiket, antree di bank..dll…PASTIKANLAH…anda adalah orang yang pertama-tama menyapa orang yang terdekat dengan anda, dan sebelum menyapa pastikan akan berbisik “Smaiiii..iill” dan sapalah dia dengan bebas….
misalnya “Panas sekali ya bu..kayaknya mau hujan nih…
Sudah lama antrinya mbak..? dapat nomor berapa..?”
Anaknya cantik sekali, sudah kelas berapa bu..?”

Ingat ya….dimanapun anda berada PASTIKAN anda adalah orang yang pertama menyapa mereka….dengan salah satu modal yang amat sederhana ini ada sudah menyebar potensi (bagai menebar jala) dan mendeklarasikan kepada dunia bahwa anda layak menjadi salah satu calon member orang paling sukses di dunia…karena mereka (orang2 sukses itu) umumnya memiliki ilmu ini entah bawaan entah diajarkan baik sadar maupun tidak sadar….

Saya sudah praktekkan ilmu ini dan hasilnya sangat luar biasa….
- Pulang kampung naik pesawat ngobrol sama orang di sebelah, eh dapat dapat pelanggan...dan banyak informasi..
- Ngurusin ATM hilang daripada bengong, tanpa segan2 aku ajak saja mbak2 di bank di belakang meja informasi itu kuajak ngobrol...eh… dapat pelanggan orang bank,
- Mobil rusak dan servis yang lama di bangkel, ngobrol dengan sesama pelanggan..eh dapat pelanggan besar lagi....
- Ngobrol sama sopir, dapat berbisnis besar pembelian kendaraan …karena ternyata dia sopir orang Jepang yang punya pabrik..

Selain itu Smaiil juga membebaskan saya dari tilang, ketika pada suatu sore saya naik mobil dan melanggar rambu2 akibat tidak menguasai medan….
Dan kalau sudah mencapai taraf expert, dengan Smiile bisa mengubah kasus serempetan mobil di jalan bukan menjadi arena adu otot, malah akhirnya mendaptkan mitra bisnis yang dahsyat tidak terduga….
So, mulai saat ini bisikkan kata “Smaiil” dan tahan huru “i” pada saat :
HP anda berdering or telp anda , dan anda akan mengangkatnya Anda akan meminta maaf karena tak sengaja menginjak kali orang di bus…
Memaafkan saudara atau teman anda yang melakukan kesalahan kepada anda…
Anda ditolak ketika menawarkan produk anda Orang yang paling anda takuti datang dan mau menagih utang anda…
Akan menanyakan alamat ketika anda kebingungan mencarinya…
Anda meminjamkan HP anda ketika di jalan ada orang butuh tapi kehabisan pulsa…
Lihatlah atau rasakan hasil bisikan lirih dan lembut “Smaiil” ini… akan dahsyat luar biasa pada keberhasilan bisnis / pekerjaan kita…
Semoga ini Menginspirasi anda….

Ingat pesan saya ya…dimanapun anda berada PASTIKAN anda adalah orang yang PERTAMA KALI menyapa mereka. . . . .


Hadi Kuntoro

http://hadikuntoro
http://rajaselimut.com/

Macan pun Bisa Jadi Kucing


Klap....tiba-tiba gelap lampu pertunjukan dipadamkan. Penonton terdiam...cling...klang...suara besi beradu..sreeekk...terdengar seperti benda diseret. Klaapp....lampu menyala lagi. Penonton bersorak... arena sirkus telah dipasang jaring pengaman, tanda pertunjukan macan dimulai. Ternyata bunyi-bunyi tadi adalah pekerja yang sedang memasang jaring.


"Penonton sekalian, tibalah saatnya pertunjukan spesial malam ini. Pertunjukan sirkus yang belum pernah ada dimanapun. Perburuan liar oleh raja hutan.", demikian suara MC lantang. Pintu kandang terbuka...seekor sapi berukuran sedang meloncat dan berlari. Sapi kebingungan dan hanya berlari mengelilingi arena. Dram...dam...dam...suara drum dipukul begitu kerasnya. Penonton semakin tidak sabar. Sraaaaaak...jantung penonton dibuat berdegup kencang. Pintung kandang sang raja hutan terbuka...si raja hutan langsung meloncat ke arena.

Begitu melihat ada sapi si raja hutan langsung meloncat ke punggung sapi. Punuk sang sapi digigit, cakarnya ditancapkan ke tubuh sang sapi. Sapi tidak tinggal diam. Loncat, tendang segala cara diupayakan agar terlepas dari cengkeraman sang macan. Darah mulai keluar dari tubuh sapi. Sang macan masih saja bertenger di atas tubuh sapi.


Kejadian ini berlangsung hampir 15 menit. Sang macan belum juga mampu merobohkan sapi. Karena kelelahan, tubuh sang macan mulai melorot, sekarang yang digigit adalah pantat sapi. Sementara cakarnya mencengkeram kaki belakang sapi. Penonton heran kenapa macan tidak bisa merobohkan sapi. Sang macan mulai kelelahan dan putus asa. Dilepaskanlah cengkeramannya. Sang Sapi langsung berlari menjauh. Sang macan hanya duduk sambil terengah-engah. Penonton bertanya-tanya? Kenapa sang macan tidak bisa membunuh sapi bukankah sapi tersebut tidak terlalu besar ?


Dari informasi yang didapatkan ternyata sang macan adalah macan sirkus. Sang macan benar-benar lahir di sirkus tanpa mengenal dunia liar. Setaip hari dapat jatah kiloan daging dan susu. Hidupnya benar-benar bergelimang kenikmatan dan kasih sayang. Kisah di atas adalah kisah nyata yang saya tonton di berita TV beberapa tahun yang lalu.


Ternyata kemampuan sang macan dalam berburu tidak diturunkan. Macan memang mempunyai naluri membunuh dan dilengkapi senjata untuk membunuh. Tetapi semua yang dimiliki macan sama sekali tidak membantunya. Ternyata latihan yang diberikan induk sang macan benar-benar sangat berharga.

Jika Anda sering menonton tanyangan Animal Planet terlihat sekali bagaimana macan kecil diajari induknya macan liar membunuh mangsa dengan menggigit lehernya sementara macan sirkus hanya naik ke punggung mangsanya. Macan sirkus tidak mengerti bagian mana dari sapi yang paling lemah.


Macan yang memiliki begitu banyak alat pembunuh harus belajar dulu untuk bisa membunuh. Kesuksesan ternyata tidak bisa diturunkan. Tetapi jalan untuk sukses bisa diajarkan atau ditiru. Ingat !!! Kita mungkin
bisa jadi Konglomerat tetapi . . . . . . keturunan kita ?

Semoga Bermanfaat


Salam Sukses
Yoyok

Blog : http://yoyoksd.blogspot.com
Web : http://www.delimabelas.com
Portal : http://www.eastjava.biz

To Be Or Not To Be



Seorang pemimpin bangsa Cina modern, Dr. Sun Yat Sen, adalah orang yang menpopulerkan semboyan “to be or not to be”. Secara bebas, semboyan tersebut bisa diterjemahkan menjadi : “berhasil atau tidak berhasil”.

Kata-kata tersebut mengandung arti yang dalam. Manusia harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada gelap ada terang, ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil dan seterusnya. Oleh sebab itu, dalam mengejar suatu cita-cita, perlu selalu dipahami bahwa pilihannya juga hanya ada dua, yaitu berhasil atau gagal.


Berhasil berarti kemenangan, gagal berarti kehancuran. Maka, dalam hal perjuangan mencapai cita-cita luhur, tidak ada kompromi. Tidak ada pilihan untuk setengah berhasil atau setengah gagal. Yang ada hanya “berhasil” ! Kita menolak kegagalan, sehingga kegagalan harus dicoret dari kamus kehidupan kita.



Para pemimpin telah menetapkan bahwa pilihan harus hanya satu, yaitu “berhasil”. Tidak pernah ada kegagalan. Yang mungkin ada hanyalah “belum berhasil”, bukan kegagalan.


Para kandidat yang ingin menjadi pemimpin usaha yang berhasil, harus benar-benar mengambil intisari pelajaran ini. Tidak akan pernah ada kegagalan, selama kita belum berhenti berusaha.

Sir Winston Churchill mengatakan : “Jangan mengaku kalah ! Jangan, jangan dan jangan pernah menyerah dalam hal apa pun yang Anda lakukan !”


Perlu dimengerti bahwa suatu perjalanan panjang menuju cita-cita adalah suatu garis penghubung antara dua titik yang saling berjauhan, yang satu di sini yang lain nun jauh di sana, dan diantara keduanya terdapat serangkaian gunung terjal serta lembah dan jurang yang curam. Gunung terjal menempatkan kita di posisi ketinggian pada satu saat, sedangkan lembah dan jurang mengharuskan kita berada di kerendahan pada saat berikutnya.

Tidak ada sesuatu yang salah dengan hal itu, semua wajar-wajar saja dan memang seharusnya begitu. Demikian juga berbagai kemenangan dan kejatuhan kecil sepanjang perjalanan menuju sukses, adalah suatu hal yang wajar-wajar saja dan memang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas. Tiada kebahagian tanpa pengorbanan, jer basuki mowo beo, pepatah Jawa mengatakan.
Sementara orang Inggris mengatakannya dengan : No Pain , No Gain !



Sebuah perjalanan hidup adalah sebuah proses belajar tanpa henti. Tidak ada garis finish, kecuali saat kematian. Dan aturan alam menghendaki bahwa proses belajar memang harus sarat dengan jatuh bangun, karena jatuh bangun akan membuat manusia menjadi makin matang dan piawai. Jatuh bangun membentuk pengalaman, sedangkan pengalaman adalah guru terbaik bagi siapa pun.


Seseorang yang belajar mengendarai sepeda akan lebih mahir setelah mengalami jatuh bangun sebanyak 100 kali daripada orang lainnya yang hanya mengalami hal itu sebanyak 50 kali. Seorang anak balita (usia di bawah lima tahun) yang mengalami jatuh bangun lebih banyak ketika belajar berjalan, akan lebih kuat dan lebih waspada daripada anak lainnya yang mengalaminya lebih sedikit.

Demikian juga bila anda sekarang seorang executive perusahaan besar , tentu masih bisa membayangkan " derita dan sakitnya " anda saat masuk kerja pertama sebagai karyawan " rendahan " atau bila sekarang anda seorang usahawan yang dahulu berkali-kali mengalami kejatuhan sebelum sukses , tentu sekarang akan menjadi karyawan / pengusaha yang tangguh dan tak perlu diragukan lagi kepiawaiannya.

Berdasarkan hal-hal itu, tulisan ini ingin memberi pesan kepada semua saja, baik yang sudah dalam proses jadi pengusaha mau pun yang masih menjadi karyawan, agar dalam usaha mewujudkan cita-cita jangan sekali-kali mengenal kata menyerah.

Nikmatilah kerja, karena kenikmatan sejati terletak pada penjiwaan dan penghayatan kerja, bukan pada hasilnya, baik berupa uang mau pun materi lainnya. Kenikmatan kerja sifatnya abadi, sementara kenikmatan materi bersifat sementara, berjangka pendek dan menyesatkan.


Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan