Myspace Backgrounds

Wednesday, December 2, 2009

Ikan Yang Kelaparan


Beberapa tahun yang lalu sebuah penelitian ilmiah yang penting dilakukan melalui sebuah film documenter.

Di situ ditampilkan Dr. Eden Ryl seorang psikolog spesialis perilaku.

Di dalam eksperimennya, seekor ikan Great Northern (sejenis Salmon yang bias tumbuh 1,4 meter dengan berat 21 kg) dimasukkan ke dalam akuarium besar. Dia diberi makan berupa ikan-ikan minnow, sejenis ikan sungai yang berukuran kecil 6-10 cm.

Selama beberapa hari, kamera digunakan untuk merekam aktivias kedua jenis ikan ini.Beberapa waktu kemudian, para peneliti mengubah kondisi akuarium degan meletakkan penyekat kaca antar ikan besar dengan ikan kecil.

Setiap kali si ikan besar berupaya memangsa ikan kecil, setiap kali pula ia membentur kaca. Kegagalan demi kegagalan ia alami dalam memperoleh mangsanya dan merasakan sakit di seluruh tubh akibat benturan-benturan pada kaca.

Ikan besar itupun menghentikan usahanya. Setelah diperkirakan ikan besar sangat kelaparan, peneliti ini mengangkat sekat kaca pembatas tersebut. Ikan-ikan kecilpun dapat berenang bebas demikian pula ikan besar kelaparan tadi.

Apa yang Terjadi ?

Tenyata ikan besar itu tidak berusaha memburu ikan-ikan kecil, sebaliknya ia berenang-renang dikelilingi buruannya. Sebetulnya ia sangat kelaparan, tetapi ia sudah putus asa. Karena gagal mendapatkan mangsanya dan luka di tubuhnya, akhirnya ikan besar ini mati dalam keadaan kelaparan dalam akuarium yang justru dipenuhi dengan makanannya sendiri !

Makanan itupun gagal didapatkannya. Ikan itu sudah YAKIN bahwa makanan itu sudah tidak bisa diraih !

Apa Hikmahnya :

Banyak orang yang gagal ketika berada di dalam potensi kesuksesannya. Mereka terus memikirkan jerih payah dan penderitaan yang dilakukan dan terus terpaku pada kegagalan masa lalu.

Rasa malu dan sakit akibat kegagalan-kegagalan untuk mencapai sasaran, kecewa karena penolakan-penolakan dan hal lainnya yang mematahkan semangat juangnya. Lama kelamaan terbentuk opini dalam diri mereka bahwa keberhasilan dan kehidupan yang bermakna TIDAK AKAN PERNAH BISA MEREKA RAIH.

Putus asa dan daya juang ketika Kesuksesan berada di depan mata.

(Diambil dari buku "Piano di tepi Pantai" karangan Jim Morgan)

Djodi Ismanto
Group Sumatera Berlian Motors

Monday, November 30, 2009

Manajer Blackbery


Agus, tipe Senior Supervisor yang modis dengan teknologi komunikasi terbaru. Ia membawa smartphone blackberry buatan Canadanya ke meeting, ke diskusi-diskusi, ke kantin saat makan siang, bahkan sampai ke toilet dan ketika didalam mobil dinasnya.

Semuanya itu baik-baik saja, jika Agus memakainya untuk keperluan komunikasi yang tepat, bukan hanya chatting dan sozializing.
Dengan Blackberry, manusia cenderung hidup sendirian dengan mesinnya.

Sejak ditemukannya computer, HP dan internet, kita belum bisa membuat masterpiece setara candi Borobudur 824 M yang pada saat didirikannya tidak menggunakan mur dan baut, apalagi computer dan HP.

Lalu apa aded-value teknologi itu bagi kehidupan kita?
Indonesia tetaplah belum bisa mengekspor sepeda motor sendiri ke luar negeri?

Tindakan bijak apa yang membuat Anda cepat menjadi Manajer atau GM ?
Janganlah minder dan anda tidak akan lambat dipromosikan gara-gara tidak memiliki Blackberry.

Itu hanya mode dunia. Komunikasi terbaik di dunia kerja tetaplah yang personal, verbal, dengan gerak tubuh, visual dan tatap muka.

Perkuat dan berlatihlah skill komunikasi verbal Anda dengan lebih baik, apalagi berkelas empatik.

Leadership adalah tentang human. Jika Anda memiliki teknologi canggih, komunikasi Anda haruslah lebih canggih, lebih kreatif dan lebih memberi added-value bagi kehidupan dan bagi bisnis Anda, bukan?


Source :
Harry "uncommon" Purnama
http://www.mature-leadership.com/

Setahap Demi Setahap Menjadi Master



Karena ingin menjadi dokter, anak saya tidak mau masuk ke Play Group. Katanya mau langsung ke UI supaya cepat jadi dokter. Setelah diberi pengertian, akhirnya anak saya mengerti bahwa untuk menjadi dokter harus melalui berbagai tahapan.

Sekarang, anak saya sudah mau sekolah di Play Group. Apa hubungannya dengan bisnis?

Cerita singkat tentang anak saya tersebut ada hubungannya dengan banyak pebisnis, mereka ingin langsung menjadi master, menghasilkan penghasilan besar, dan menikmati penghasilan pasif tanpa mau melalui tahapan sebelumnya. Buktinya produk-produk yang menjual mimpi kaya secara instan laku di pasaran.

Saya mengenal banyak pebisnis sukses baik di bidang bisnis internet maupun bukan. Mereka memiliki kesamaan, yaitu mereka membangun bisnisnya setahap demi setahap sampai berdirinya sebuah bisnis besar atau memiliki penghasilan besar.

Apa lagi, bagi Anda yang tidak mau atau tidak mampu mengeluarkan investasi untuk percepatan bisnis Anda.

Bagaimana menjadi agar menjadi master bisnis? Sama seperti menjadi master (S2) dan juga Doktor (S3), melalui tahapan demi tahapan.

Tahapan yang ditempuh tergantung dari tingkat master yang ingin Anda capai. Berikut langkah-langkahnya:


Tahap 1: Identifikasi

1. Identifikasikan mindset atau sikap yang diperlukan supaya Anda sukses pada bisnis Anda.
Saya jadikan nomor satu, karena mindset atau sikap memegang peranan paling penting dalam keberhasilan sebuah bisnis.

2. Identifikasikan skill atau keterampilan yang Anda butuhkan dalam menjalankan bisnis. Bisnis apa pun itu, tentu mengharus memiliki satu set keterampilan yang diperlukan.

3. Identifikasikan aset atau modal yang dibutuhkan untuk belajar dan untuk investasi Anda.


Tahap 2: Perencanaan

Buatlah rencana bagaimana mendapatkan atau memiliki mindset, keterampilan, dan aset yang diperlukan. Buatlah rencana terfokus, satu tindakan untuk satu tujuan. Jangan sampai mau meraih semuanya dengan satu atau beberapa tindakan. Bahkan bisa jadi satu tujuan memerlukan beberapa tahapan.
Jika Anda mau, silahkan pilih rencana mana yang mau dilakukan sendiri dan rencana mana yang akan dilakukan oleh orang lain, baik oleh bawahan Anda, rekan Anda, atau outsourcing.

Tahap 3: Bertindaklah

Bertindaklah setahap demi setahap. Sama seperti Anda makan sepiring nasi, Anda memakannya sesuap demi sesuap. Anda tidak memasukan satu piring nasi langsung ke dalam mulut Anda. Begitu juga untuk membangun bisnis, lakukan setahap demi setahap. Diperlukan kesabaran, ketekunan, dan komitmen untuk menjadi seorang master.
Sebagai contoh, Anda tidak perlu membaca belasan buku sekali duduk. Anda hanya perlu membaca satu buku setiap pekan, maka dalam satu tahun Anda sudah membaca 52 buku. Anda sudah memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas jika Anda membaca 52 buku pada bidang yang sama.

Selamat menapaki tangga sukses

Source :

Dari Rahmat Mr. Power.

Monday, November 23, 2009

Sales Script

Tahukah Anda bahwa hampir 80% situasi yang dihadapi oleh seorang sales dalam menghadapi pelanggan adalah sama dan standard ?

Bila anda seorang sales, coba bayangkan ketika anda menawarkan produk kepada pelanggan Anda,bukankah mereka mengajukan keberatan yang hampir sama, seperti :

" Harga kamu mahal, barang competitor lebih bagus, bagi sales dealer biasanya pelanggan minta waktu pembayaran yang lebih lama. "

Kalau Anda tahu bahwa pertanyaan atau kondisi yang kita hadapi 80% adalah hampir sama, maka kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya, yaitu dengan SALES SCRIPT.

SALES SRIPT tersebut dipersiapkan sebelum menghadapi pelanggan. Misalnya kalau seorang pelanggan keberatan dengan harga yang di berikan, menurut mereka harganya terlalu mahal, maka anda bisa mempersiapkan SRIPTnya Misalkan bisa dijawab :

" Mahalnya di bandingkan dengan apa,pak ? Atau Menurut Anda berapa harga yang pantas untuk produk yang ditawarkan? Atau jelaskan benefit lain yang didapat pelanggan dari after sales service perusahaan dll. "

Dengan demikian maka siapapun salesnya baik senior maupun junior / pemula sudah bisa menjawab tanpa adanya keraguan.
Dengan panduan SALES SCRIPT maka secara tidak langsung Anda membuat sebuah standard yang bisa diaplikasikan, bahkan bagi anda yang merupakan seorang sales pemula ataupun kurang mampu berbicara dengan baik dengan pelanggan.


Bayangkan dengan adanya sebuah SALES SCRIPT yang akan membantu memudahkan anda untuk menghadapi setiap keberatan yang akan di ajukan oleh pelanggan. Maka anda akan lebih percaya diri dan bukankah pada akhirnya hal ini akan berdampak terhadap peningkatan omset penjualan?.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk dapat membuat sebuah SALES SCRIPT.

1. Identifikasi dan tuliskan semua keberatan/penolakan yang akan anda temui .


2. Susun keberatan yang ada ke dalam kategori-kategori .

3.Tuliskan semua kemungkinan respons yang mampu Anda pikirkan untuk masing masing keberatan itu.

4. Gali dan teliti respons-respons terhadap setiap keberatan tersebut

5. Tanyakan pada yang ahli, apa respons mereka terhadap setiap keberatan tersebut .

6. Pilih respons terbaik untuk setiap keberatan tersebut

7. Perbaiki, perhalus dan latihlah script tersebut sehingga jawaban Anda terdengar spontan,meyakinkan dan alami.


Kiranya apa yang saya bagikan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi bapak/ ibu sekalian.


Source :
Dedi Budiman

'Anggogodo' Menunggang Buaya


Salah seorang seniman melukis seekor monyet yang diberi nama Anggogodo yang merupakan plesetan dari Anggodo tengah menunggangi seekor buaya.
Sempak dan Cicak mengungkapkan dukungannya kepada KPK dalam bentuk lukisan dan gambar karikatur, Minggu (22/11). Salah satu lukisan mereka adalah seekor monyet yang diberi nama Anggogodo sedang menunggang buaya

Tuesday, November 17, 2009

Kemana Lift Kehidupan Kita Menuju?

Kita semua tentu mengenal lift. Dengan alat itu kita bisa naik atau turun tingkat pada sebuah gedung tinggi. Jika kita ingin naik, tinggal menekan tombol naik; lalu lift membawa badan kita naik. Jika kita ingin turun, tinggal pencet tombol turun; lalu lift itu dengan patuh membawa tubuh kita turun. Secara kasat mata, lift membawa kita naik atau turun. Namun, apakah lift juga bisa membawa ‘diri’ kita menuju ke tingkat yang kita inginkan?

Saya pernah berkantor di sebuah gedung perkantoran yang langka di jantung kota Jakarta. Gedung itu bernama GKBI yang letaknya persis diseputaran jembatan Semanggi. Mengapa saya sebut langka, karena gedung itu memiliki lift yang unik. Pada kebanyakan gedung bertingkat lain, jika kita ingin menuju ke lantai tertentu, kita cukup menekan tombol up atau down saja. Jika ada orang lain yang sudah menekan tombol itu, maka kita tidak usah bersusah repot lagi untuk menekannya.


Istilahnya, kita bisa nebeng kepada usaha orang lain, untuk tiba di tingkat yang kita inginkan. Ketika salah satu pintu lift akan terbuka. Lalu kita memasukinya. Didalam lift itu, barulah kita menekan tombol nomor lantai yang hendak kita tuju. Jika ada orang lain yang sudah menekan ke lantai yang kita ingin tuju, kita boleh berdiam diri saja. Kita sebut saja system seperti ini sebagai lift konvensional.

Di gedung GKBI tidak bisa begitu. Karena untuk menuju ke lantai tertentu kita harus ‘terlebih dahulu’ menekan nomor lantai yang kita inginkan secara digital ‘diluar lift’. Setelah itu, sistem canggih tersebut memilihkan untuk kita lift mana yang akan membawa kita ke lantai yang kita inginkan. Contohnya, kita menekan angka 1 dan 0 untuk menuju ke lantai 10. Maka sistem itu akan mengarahkan kita kepada lift P, misalnya. Dan itu berarti bahwa kita harus menggunakan lift P untuk bisa sampai ke tempat yang akan dituju.

Ketika pintu lift yang bukan P terbuka, maka kita diam saja. Sekalipun lift itu masih kosong. Sekalipun kita sedang terburu-buru, kita tetap tidak memasukinya. Mengapa? Karena lift itu tidak akan membawa kita ke Lt 10 yang kita tuju. Dan karenanya kita akan tetap fokus kepada lift P. Dan kita hanya akan memasuki lift P, seperti niat kita semula. Ketika pintu lift P terbuka, kita memasukinya tanpa harus menekan apapun lagi. Karena, lift itu akan membawa kita ke lantai 10 yang kita pilih diawal tadi. Saya menyebutnya lift kontemporer.

Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita boleh saja menyerahkan tujuan hidup kita kepada arus yang diciptakan oleh orang lain. Kita boleh ikut orang lain yang sudah terlebih dahulu menekan tombol. Tidak masalah apakah tujuan orang itu sama dengan tujuan kita atau tidak. Begitu tombol up atau down ditekan oleh orang lain, maka kita tinggal mengikuti arusnya saja.

Di lift kontemporer, kita tidak bisa lagi melakukan hal itu. Artinya, kita tidak bisa mengikuti saja apa yang orang lain lakukan dengan lift itu tanpa tahu tujuannya terlebih dahulu. Kita boleh mengikuti orang itu, hanya jika kita tahu persis bahwa tujuan orang itu adalah lantai yang sama dengan yang ingin kita tuju. Anda tidak boleh mengikuti orang lain jika tujuannya berbeda dengan Anda. Bahkan, Anda pun tidak boleh mengikuti orang lain dan menyerahkan tujuan Anda kepada orang lain yang Anda tidak tahu apakah tujuannya sama dengan Anda atau tidak.

Lift konvensional versus lift kontemporer. Di lift konvensional, kita tidak perlu merencanakan, kemana kita akan pergi. Di lift kontemporer, kita harus merencanakan, kemana kita akan pergi. Sebab, jika kita tidak merencanakan kepergian kita, maka begitu memasuki lift kontemporer ini, kita akan langsung tersesat. Sebab, lift itu tidak membawa kita ke tempat yang ingin kita tuju. Melainkan tempat antah berantah yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Jika lantai yang ingin kita tuju itu adalah ‘tujuan hidup’ kita. Dan jika kehidupan kita ini adalah sebuah lift yang akan membawa kita kepada tujuan hidup yang ingin kita capai itu, maka kiranya layak jika kita mengajukan 3 pertanyaan ini:

Pertama, “Apakah kita bisa mengandalkan dan menyandarkan diri kepada orang lain yang belum jelas kemana arah tujuannya?”

Kedua, “Apakah kita bisa memasuki pintu lift peristiwa kehidupan mana saja, yang tidak jelas ke lantai kehidupan mana dia akan menuju?”

Ketiga, “Apakah kita bisa membiarkan diri kita dibawa oleh lift kehidupan itu tanpa harus menentukan terlebih dahulu, lantai dimana tujuan kehidupan kita didefinisikan?”


Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga kita boleh saja menyerahkan seluruh kepentingan hidup dan tujuan hidup kita kepada orang lain yang sudah terlebih dahulu men-set lift itu. Sebab, ada kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus benar-benar melakukan sendiri, dan menentukan sendiri; tujuan yang ingin kita capai dalam hidup kita.

Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift konvensional hingga kita boleh saja memasuki lift kehidupan manapun yang terbuka lebih dahulu. Sebab, ada kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga kita harus benar-benar fokus, hanya kepada lift kehidupan yang akan membawa kita kepada tempat tujuan yang sudah kita rencanakan saja.

Kita tidak selama-lamanya berhadapan dengan lift kehidupan konvensional hingga boleh-boleh saja jika kita tidak menekan dan merencanakan tombol tujuan kehidupan sebelum memulai perjalanan ini. Karena didalam lift kehidupan konvensional, ‘akan ada kesempatan’ untuk menekan tombol itu. Nanti didalam lift. Namun, ada kalanya kita berhadapan dengan lift kehidupan kontemporer. Sehingga untuk bisa sampai kepada tujuan hidup yang kita inginkan; kita harus memulainya dengan merencanakannya terlebih dahulu. Sebab, didalam lift kehidupan kontemporer ‘tidak akan ada lagi kesempatan’ untuk menekan tombol itu. Semuanya serba terlambat. Dan kita akan segera tersesat.

Namun demikian, lift kehidupan konvensional dan lift kehidupan kontemporer memberi kita inspirasi untuk menentukan; kapan saatnya kita boleh mengikuti arus yang dibuat oleh orang lain. Dan kapan saatnya untuk mengandalkan kemampuan diri kita sendiri.

Mari Berbagi Semangat!


Dadang Kadarusman


Catatan Kaki:
Kita tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa tak satupun dari pencapaian yang kita raih tanpa campur tangan orang lain. Namun, tidaklah masuk akal jika kita menyerahkan arah masa depan kita kepada orang lain.

Saturday, October 24, 2009

Kode Etik Perusahaan











Special Thanks to TRANSAVIA


Friday, October 23, 2009

GRATIS ANALISIS


GRATIS ANALISIS

Kalau anda ingin menangkap ikan paus, maka arahkan umpan ke samudra, bukan ke selokan. Cita-cita besar, pasti akan dibayar dengan ujian-ujian yang besar.“

Dear friends , betapa banyak hari ini orang-orang yang menginginkan sesuatu tapi enggan membayar atau menukar sesuatu itu dengan harga yang wajar.

Padahal dalam pandangan Islam, hidup ini adalah perkara JUAL-BELI.
Kita BELI Karunia ALLAH (Surga), dengan cara MENJUAL jiwa dan harta kita untuk ALLAH SWT.

Dalam Q.S 09;111, Al-Quran surat Attaubah :
Sesungguhnya Allah MEMBELI dari orang-orang mukmin, baik JIWA maupun HARTA mereka dengan MEMBERIKAN syurga untuk mereka.”

Wow, rupanya hidup ini tidak gratis, agar kita bisa tetap hidup lebih layak dan lebih abadi dalam kebahagiaan di akhirat kelak, maka kita harus berani MEMBAYAR dengan harga yang SESUAI.

Beberapa kali saya menemukan orang-orang yang ketika ditawarkan sesuatu lalu ia menjawab “Kalau gratis saya mau”... maka saya melihat kehidupan orang seperti itu biasanya penuh dengan ketersendatan yang sejati.. na’udzubillahi min dzalik.

Padahal mereka memiliki dana yang cukup untuk membeli, tetapi ia enggan MEMBAYAR harga sebuah Produk atau Karya yang ditawarkan. Kalau membayar saja tidak mau, apalagi bersedekah?

Hari ini betapa banyak di internet menawarkan kata GRATIS untuk mendatangkan uang RATUSAN JUTA rupiah.
Berusaha mendatangkan uang tanpa pengorbanan apapun, sebenarnya TIDAKLAH MUNGKIN, walaupun terjadi biasanya TIDAKLAH BERKAH... masya Allah... betapa tidak akan berkahnya hidup ini kalau kita hidup dari sesuatu yang GRATISAN.

Dear friends , marilah kita menjadi pribadi yang BERANI MEMBAYAR HARGA SETIAP KESUKSESAN yang ingin, sedang, dan telah kita raih.
Janganlah menjadi pribadi yang menyukai GRATISAN.

Sebab Anda pun pastinya tidak suka jika GRATIS (Tidak dihargai) maka janganlah menjadikan diri Anda dipenuhi oleh berbagai energi yang GRATISAN.


Source : Kang Zen ( Humortivasi )

Wednesday, October 21, 2009

Kisah Martabak Special


Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran Aturan, dan Aam Amtenar.

Suatu hari, Ibu- ibu mereka sepakat untuk makan martabak. Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali naik ojeg pp.

Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli martabak special, kemudian menyerahkan martabak special itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000. Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya.

Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp. 40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es campurnya dengan adiknya.

Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya.Pulang laporan lagi.

Baru ketiga kalinya dia pergi untuk membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya. Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa. Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa ojeg empat kali pp.

Ketika dia pulang ke ibunya, dia hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an. Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg katanya habis Rp. 10.000.

Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga martabak special atau tarif ojeg yang riel.

Apa komentar ibu-ibu mereka?

Ibunya Lalas (bernada kesal):
" Anakku ini jika sudah punya prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran."

Ibunya Eep: " Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

Ibunya Ran:
"Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih target dan masih untung lagi."

Ibunya Aam:
" Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya serap anggarannya 100% !

Tiga puluh tahun kemudian:

Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda, perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon independen, dan terpilih.

Akhirnya Eep dikenal orang sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi. Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat pesat.

Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan seisi dunia tutup mata

Moral Story :
Rumah tangga adalah penggembleng utama moral dan karakter sesorang . . .

Monday, October 19, 2009

Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan. Bijaksana itu…?

Sungguh Kagum terhadap seorang "guru" yang sangat bijaksana memberi saya petuah tentang hidup dan permasalahan yang saya hadapi.
Guru saya menjelaskan bahwa sebenarnya untuk bisa dinilai sebagai seorang bijak bukanlah pengetahuan ataupun pengalaman yang penting, tetapi bersedia untuk lebih mementingkan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri.

Orang mulai dinilai bijak apabila ia sudah dapat menyadari kekosongan atau menghilangkan rasa egonya.
Bijaksana tidak bisa dilihat dari umur seseorang.
Bijaksana adalah suatu pola pikir yang santun dan bertanggung jawab dalam melihat suatu masalah yang ada.

Bijaksana hanya biasa terwujud jika kita dapat mengendalikan emosi kita, dan melihat masalah dari berbagai kaca mata.
Sehingga keputusan yang diambil adalah keputusan yang santun dan bertanggungjawab.

Kebijaksanaan seseorang juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan, masa lalu, pendidikan, dan iman.
Tetapi menjadi bijaksana dapat dilatih, dapat dipelajari, dan akhirnya dapat diamalkan.

Lalu bagaimana cara kita menjadi bijaksana ?

1. Selalu mengevaluasi diri apa adanya (kekuatan dan kelemahan) sebelum mengevaluasi orang lain, sekaligus mau mengakui kelemahan diri kita

2. Selalu memprioritaskan pengunaan sumber daya secara optimum (tidak boros) tanpa merugikan pihak lain;

3. Berempati terhadap orang lain yang sedang mengalami duka atau sukacita.

4. Menahan emosi (bersabar dan menahan amarah) atas kritik orang lain tentang diri kita.

5. Menjadi pendengar dan pembicara yang baik (ucapan, bahasa tubuh,kadar emosi).

6. Merespon pendapat orang lain tanpa harus menyakiti orang tersebut; dan hendaknya memberi jalan keluarnya.

7. Berpenampilan murah senyum dan tidak kikir menghargai orang lain , sekaligus menihilkan sifat menyakiti orang lain.

8. Menunjukkan kerendahan hati namun tidak rendah diri kecuali di hadapan Allah.

9. Selalu menambah ilmu pengetahuan utamanya agama dan memanfaatkannya demi rahmatan lil alamin.

10. Mensyukuri apapun yang diberikan Allah kepada kita.

11. Mengurangi rasa kesedihan atas kehidupan yang keras , bersabar dan siap-siaplah menerima pertolongan yang segera datang dari Allah.

Bijaksana bukan tuntutan, tetapi seharusnya sudah inheren bagi diri kita.Makhluk tuhan yang hidup dalam banyak ragam kehidupan. Karena kehidupan yang normal adalah adanya keseimbangan hidup.

Orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya adalah menghancurkan orang lain.
Dengan bisa bersikap bijaksana, kehidupan yang kita jalani akan lebih baik dan bermanfaat bagi kita.
Bijaksana itu . . . . . .
Mari kita mencoba menjadi lebih bijak dalam hidup dan kehidupan ini."Tua itu pasti. Dewasa itu pilihan.


Source :
Erwin Arianto,SE

Friday, October 16, 2009

PENJARA PIKIRAN


Di British Columbia, dibangun sebuah penjara baru untuk menggantikan penjara Fort Alcan lama yang sudah digunakan untuk menampung para narapidana selama ratusan tahun.

Setelah para napi dipindahkan ketempat tinggal mereka yang baru, mereka menjadi bagian dari pasukan pekerja untuk mencopoti kayu, alat alat listrik, dan pipa yang masih dapat digunakan dari penjara lama.

Di bawah pengawasan para penjaga, napi - napi itu mulai melucuti dinding dinding penjara lama.
Saat mereka melakukannya, mereka terperanjat oleh apa yang mereka temukan.

Walaupun gembok gembok besar mengunci pintu pintu logam, dan batangan - batangan baja dua inci menutupi jendela sel sel, dinding - dinding penjara itu sebenarnya terbuat dari kertas dan tanah liat, dicat sedemikian rupa sehingga menyerupai besi.

Jika ada dari para narapidana yang memukul atau menendang dinding itu dengan keras,mereka dengan mudah dapat membuat lubang di situ, dan melarikan diri.

Selama bertahun tahun, bagaimanapun juga, mereka tinggal berjubel dalam sel sel terkunci mereka, menganggap bahwa melarikan diri adalah sesuatu yang mustahil.

Tak seorang pun pernah MENCOBA melarikan diri, karena mereka BERPIKIR itu mustahil.

Saat ini, banyak orang merupakan tawanan rasa takut. Mereka tak pernah berusaha mengejar impian - impian mereka karena berpikir bahwa itu merupakan sesuatu yang mustahil.

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda tak dapat berhasil bila Anda tidak mencoba ?



Source :

Sarikata.com

Wednesday, October 14, 2009

2 Gajah Berkelahi , Pelanduk Cengengesan Ditengah


'. . . . .2 Gajah berkelahi , Pelanduk cengengesan ditengah . . . . . . "

Saat ini kita merasa prihatin , 2 lembaga negara penegak hukum Republik ini sedang " berselisih " , entah siapa benar , yang pastinya dua - duanya merasa benar semua.

Kita sebenarnya bisa belajar dari Hukum Alam , rasanya tak mungkin anda berdua berswelisih , bertengkar atau melakukan kekerasan seorang diri.

Selalu dibutuhkan setidaknya dua orang ( lembaga ) untuk memulai sebuah perselisihan kecil.

Dan, itu sudah cukup untuk memicu pertengkaran dan kekerasan besar-besaran pada seluruh negeri. Itu berarti,pertengkaran bukan hanya persoalan perbedaan pendapat atau tarik-menarik keinginan.

Perselisihan , Pertengkaran ataupun kekerasan adalah soal pilihan anda berdua .

Pilihan untuk memulai lalu membiarkannya MEMBESAR dan MEMBAKAR semua yang ada, atau MENUTUP PINTU sebelum sempat dimasuki oleh salah seorang dari anda.

Karena, pertengkaran mustahil terjadi bila anda benar-benar tak berkehendak untuk menceburkan diri kedalamnya.

Meski anda jatuh dalam sungai deras, itu tak berarti anda harus hanyut atau tenggelam tanpa daya. Anda bisa berenang-renang meninggalkan pusaran air,dan naik ke daratan.

Hanya di saat berada di tepianlah anda bisa menolong rekan anda yang berseteru untuk lolos dari kehanyutan. Ulurkan tali penyelamat berupa curahan maaf dan pengertian diri tanpa pamrih.

Dua " orang " yang bersilisih , bertengkar atau melakukan kekerasan takkan bisa menolong satu sama lain.

Justru sekarang sang Koruptor lah sedang cengengesan ditengah - tengah anda . . . . . . .

Monday, October 12, 2009

SINGA


Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya.

Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan tubuhnya yang lemah.

Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara.

Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu.Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.

Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambingpergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu,makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkah lakunya juga layaknya kambing.

Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum!

la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.


Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa.

Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan.

Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan auman mu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!" Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.

Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain bukan auman.

Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala. Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah,

"Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang jahat itu!"

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu.

Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan> cengkeramannya.Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!

Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, "Emmbiiik!"

Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk menyeruduk lagi.

Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing.

Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu!

Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anaksinga itu dengan cakarnya.

Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala.

Bukankah singa adalah raja hutan?

Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu.

Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega,dengan> sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting.

Anak singa bangun.

Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.
Semua kambing ketakutan dan merapat!
Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat.
Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit.

Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.

Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari.
Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing ?

Ia mengejar anak singa itu dan berkata,

"Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku takkan memangsa anak singa!


Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus mengejar.

Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap.

Anak singa itu ketakutan,
"Jangan bunuh aku, ammpuun!"
"Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa!"

Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata,

"Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!"
Anak singa itu meronta dan berteriak keras.
Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.

Sang singa dewasa heran bukan main.
Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing.
Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau.
Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu.

Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.
Lalu membandingkan dengan singa dewasa.
Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut,

"Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!"
"Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!"Tegas singa dewasa.
"Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!"
"Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan!

Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!" Kata sang singa dewasa.

Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras.
Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan.

Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan,
"Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!"
Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.


Saya tersentak oleh kisah anak singa di atas!
Jangan jangan kondisi kita, dan sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilikinya.

Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasa biasa saja, ala kadarnya.
Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh siapa dirinya sebenarnya.
Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan.
Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya.
Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.

Saya amati orang-orang di sekitar saya.
Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya.
]Hidup dinamis dan prestatif. Sangat faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis.

Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia.
Semakin besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk menaklukkannya.

Namun tidak sedikit yang hidup apa adanya.
Mereka hidup apa adanya karena tidak memiliki arah yang jelas.
Tidak faham untuk apa dia hidup, dan bagaimana ia harus hidup.

Saya sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya,
"Bagaimana Anda menjalani hidup Anda?" atau "Apa prinsip hidup Anda?", mereka menjawab dengan jawaban yang filosofis,
"Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air. Santai saja."

Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi ´mengalir bagaikan air´.
Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air itu ya hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini.
Bagaimana cara hidup yang berkualitas.

Sebab mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka?
Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka.

Bisa jadi mereka sebenarnya adalah ´seekor singa´ tapi tidak tahu kalau dirinya ´seekor singa . Mereka menganggap dirinya adalah´seekor kambing sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.

Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini.

Bahkan bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini.
Kenapa tidak berubah?
Jawabnya karena mereka tidak mau berubah.

Kenapa tidak mau berubah?
Jawabnya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah.
Bahkan kalau mereka tahu mereka harus berubah, mereka tidak tahu bagaimana caranya berubah.
Sebab mereka terbiasa hidup pasrah.Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah.
Dan cara hidup seperti itu yang terus diwariskan turun-temurun.

Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa yang sedemikian takut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan,

"Aku malu jadi orang Indonesia!"
Di mana-mana, kita lebih banyak menemukan orang orang bermental lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah.
Orang-orang yang tidak tahu potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orang- orang yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan dan kehinaan.
PaDAHAL sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup merdeka, jaya, berwibawa dan sejahtera.


Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental> kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa!

Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak singa bermental kambing pada serigala dalam kisah di atas.
Padahal sebenarnya, Bngsa ini adalah bangsa besar!
Ummat ini adalah ummat yang besar!
Bangsa ini sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat.
Bukan bangsa sekawanan kambing.

Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak bangsa ini, maka ia akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidakboleh diremehkan sedikitpun.

Bangsa ini sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara.
Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan adikuasa.
Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak mungkin disangkal, adalah ummat Islam terbesar di dunia.

Ada dua ratus juta lebih rakyat dinegeri tercinta Indonesia ini.
Banyak yang tidak menyadari apa makna dari dua ratus juta jumlah rakyatnya. Banyak yang tidak sadar. Dianggap biasa saja.
Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya.

Dua ratus juta rakyat di Indonesia, maknanya adalah dua ratus juta singa.
Penguasa belantara dunia. Itulah yang sebenarnya.


Sayangnya, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa justru bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa.

Lebih memperihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap menjadi kambing.
Karena telah terbiasa menjadi kambing maka ia malu menjadi singa!
Malu untuk maju dan berprestasi!

Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap menjadi kambing itu menginginkan yang lain tetap menjadi kambing.
Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing.

Yang menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh!

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa.
Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai ummat terbaik di muka bumi ini.
Marilah kita bermental menjadi ummat terbaik.
Jangan bermental ummat yang terbelakang.

Allah berfirman,

"Kalian adalah sebaik baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.!"35>

KESOMBONGAN


Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Kadangkala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi - siang - malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan - bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya --- tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es.

Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkannya.

Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.


Djodi Ismanto


Source : Cetivasi

Saturday, October 10, 2009

Not Me , Boss . . . . .!



Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.

Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.

Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang.

Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas.

Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit.Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.

Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.

Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.

Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!

Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut : "Not me, Boss !
Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss , agar masakan Boss jadi lebih nikmat . . . !"



Moral kisah :

Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi?
Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit?
Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.

Adakah kisah ini terjadi pada kehidupan anda ?

Pada perusahaan anda ?
Atau bahkan pada Boss anda ?
Wallahu alam . . . .


Djodi Ismanto
www.djodiismanto.blogspot.com

Friday, October 9, 2009

Jangan Menyerah . . . . . .










Source dan special thanks to TRANSAVIA

Thursday, October 8, 2009

SOCRATES


Socrates (469-399 BC) adalah seorang filosof Yunani.

Ia dikenal luas memiliki kearifan dan kecerdasan luar biasa. Tak mengherankan jika banyak sekali pemuda pada masa itu ingin menimba ilmu darinya, entah tentang bisnis, ilmu pengetahuan, dan lain sebagainya.

Salah seorang pemuda diantaranya dijanjikan bertemu pada pagi hari di pantai.Sebelumnya pemuda tersebut sudah mengutarakan kepada Socrates tentang keinginannya untuk belajar tentang bagaimana meraih kesuksesan.

Merekapun bertemu di tempat yang sudah mereka sepakati.Socrates langsung memerintah pemuda itu masuk ke laut sampai air laut menenggelamkan tubuh mereka sebatas leher.

Tanpa memberi komando, tiba-tiba Socrates menenggelamkan kepala pemuda tersebut.

Dengan sekuat tenaga pemuda itu berjuang agar kembali ke permukaan.

Setelah melihat pemuda itu hampir pingsan, Socrates baru mengangkatkan kepala pemuda itu.

Begitu muncul di permukaan air, pemuda itu langsung menarik nafas kuat-kuat untuk mengisi paru-parunya dengan udara.


Socrates lalu bertanya kepada pemuda itu,
Sewaktu di dalam air, apa yang paling kamu butuhkan?”
“Udara,” jawab pemuda itu singkat sambil terengah-engah.“

Itulah rahasia kesuksesan.

Jika kamu ingin sukses, harus berjuang seperti kamu membutuhkan udara di dalam air. Kamu pasti sukses!” kata Socrates penuh makna sembari meninggalkan pemuda itu.

Pesan:

Sebetulnya diantara faktor-faktor terpenting untuk meraih kesuksesan adalah kemauan keras untuk berbuat sesuatu.

Siapapun orangnya berpeluang menjadi orang sukses. Meskipun latar belakang pendidikan atau masa lalu seseorang tentu saja memberikan sentuhan-sentuhan peluang menjadi lebih besar.

Dengan kemauan yang keras, setiap orang dapat sukses di manapun dan di bidang apapun. Banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar.

“Manusia tidak pernah kekurangan kekuatan, tetapi kurang kemauan,” (Victor Hugo).

Salah satu contohnya adalah Tirto Utomo yang dulu ditertawakan karena menjual air mineral dalam kemasan.Berkat kemauan keras dan perjuangannya, kini usahanya menggurita seiring dengan semakin populernya air mineral dalam kemasan.

Sukses sangat ditentukan oleh kuatnya kemauan dari dalam diri sendiri untuk belajar dan bekerja keras, dan meningkatkan kualitas diri.

Tantangan atau kendala apapun berusaha diatasi dengan memberikan yang terbaik dan menjalani dengan sungguh-sungguh.


Kekuatan seseorang bukan datang dari kapasitas fisiknya, tetapi dari kemauan yang sungguh-sungguh,” tegas Mahatma Gandhi.

APES. . . . . .!



Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah.

Untunglah di lantai 70, ada seorang Pria Amerika menangkapnya.

Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya "
Pria Amerika : "Sama-sama, tapi anda harus membalas budi"
Wanita : "Bagaimana caranya ?"
Pria Amerika : "Tidurlah denganku."
Wanita : "Kampret kau, TIDAK MAU !!!"
Pria Amerika : "Ya sudah kalau nggak mau "

Pria Amerika kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh.

Di lantai 50, seorang Pria Prancis berhasil menangkapnya.

Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya. "
Pria Prancis : "Sama-sama, tapi anda harus membalas budi"
Wanita : "Bagaimana caranya ?"
Pria Prancis : "Tidurlah denganku."
Wanita : "Kampret kamu, TIDAK MAU !!!"
Pria Prancis : "Ya sudah kalau tidak mau."

Pria Prancis kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh...

Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat dan tidak ada lagi yang menangkapnya.

Si wanita mulai menyesal. Akhirnya dia memutuskan kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur bareng.
Daripada mati, pikirnya.

Akhirnya di lantai 20, seorang Pria muslim Arab menangkapnya.
Buru-buru wanita itu berkata :

Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa, anda boleh tidur dengan saya."

Pria Arab : " Astaghfirullah !!!!!"
Lalu Pria Arab itu melepaskannya kembali..

Wednesday, October 7, 2009

Kaya adalah . . . . . . . . . .


Ada seekor anjing yang terasa bingung saking laparnya, seharian penuh tidak mendapatkan makanan. Saat senja tiba, akhirnya dengan penuh gairah ia melihat sepotong daging yang lezat di atas tanah, ia bergegas menggondol daging itu dan berlari ke tempat tinggalnya.

Dalam hati dia merenung "
sungguh beruntung sekali, di luar dugaan bisa mendapatkan daging besar ini, saya harus menikmati dengan sepuasnya ".

Sambil berjalan ia berpikir, dan tanpa disadari tiba di sebuah sungai, jika sudah melewati jembatan kecil berarti tempat tinggalnya sudah dekat, berpikir sampai di situ ia lantas menggigit lebih erat lagi daging itu, dan berjalan di atas jembatan penyeberangan.

Ia berjalan dengan sangat hati-hati, ketika sampai di tengah jembatan, tanpa sengaja ia memandang ke sungai, dan begitu melihat ke sungai bukan main kagetnya, ia melihat ada seekor anjing di sungai itu, menggondol sepotong daging yang besar dan sedang menatapnya.

Dalam hati ia mulai berpikir "wah, daging yang digondolnya itu tampaknya lebih besar dibanding daging saya ini! Jika saya sedikit lebih galak terhadapnya, siapa tahu mungkin ia akan melepaskan daging itu dan lari!"

Makin dipikir ia semakin gembira, lalu mulai galak terhadap anjing di sungai itu. Namun, anehnya, anjing itu sepertinya tidak takut sedikit pun terhadapnya. Ia memelototkan mata, dan anjing itu juga memelototkan matanya; ia berbalik, anjing itu juga berbalik, ia menghentakkan kaki, anjing itu juga ikut menghentakkan kakinya.

Akhirnya, ia benar-benar marah, dalam hati berpikir "lebih baik aku menggigitnya, ia pasti akan lari, dengan begitu aku bisa mendapatkan daging itu," lalu, ia membuka moncongnya dan menggonggong dengan keras "Auh. auh.auh..."

Begitu ia membuka moncongnya, daging dalam gigitannya lalu tiba-tiba terjatuh ke sungai, menghancurkan tubuh anjing yang berada di sungai itu, dan dalam sekejap tenggelam di dalam air lenyap tak berbekas.

Percikan air yang dalam menghancurkan semua mimpi si anjing yang rakus ini, dan ia baru menyadari bahwa ternyata anjing itu adalah bayangan dirinya dalam air. Lalu dengan sedih ia menangis "kalau tahu begini aku tidak akan sedemikian rakus, namun kini, saya harus menahan lapar lagi, ke mana aku harus mencari makan?"

Renungan :

Banyak orang ingin bisa hidup dengan lebih baik, harus mendapatkan lebih banyak, maka disadari atau tidak dapat mencelakakan kepentingan orang lain, tidak puas dengan apa yang sudah diperolehnya.

Bahkan ada yang tak segan-segan merampas barang milik orang lain. Anjing yang rakus ini demi untuk mendapatkan sepotong daging lebih banyak, malah kehilangan makanan lezatnya, lantas apa yang hilang pada manusia yang rakus?

Persaudaraan, persahabatan, hati nurani atau ketenangan hati?
Ya, ini semua baru merupakan harta benda yang paling berharga dalam kehidupan !

Hargailah semua yang kita miliki, tidak memaksakan sesuatu yang tidak bisa diperoleh, jangan karena rakus lantas malah kehilangan sesuatu yang sudah ada.

"Kalau memang milik kita, pasti akan kita miliki, kalau bukan jangan memaksakan kehendak",
orang yang tahu menikmati hidup apa adanya, itulah orang yang benar-benar kaya.

Serigala Berbulu Ulama


Sepasang merpati yang sedang bertengger di cabang pohon melihat seorang alim datang dengan sebuah buku yang dikepit di satu tangan dan tongkat di tangan yang lain. Add Image

Seekor merpati berkata pada yang lain, "
Mari terbang, orang itu bisa membunuh kita."

Pasangannya menyahut, "
Dia bukan pemburu. Dia seorang ulama, tidak akan membahayakan kita."

Sang ulama melihat keberadaannya dan seketika memukulkan tongkatnya ke merpati betina, lantas ia sembelih agar dagingnya menjadi halal.

Merasa dizalimi, pasangannya mengadu kepada Nabi Sulaiman.

Ulama itu pun dipanggil ke istana.


"Kejahatan mana yang saya lakukan?" sanggahnya.
"Bukannya daging merpati itu halal," lanjutnya.

Merpati jantan menimpal,


"Saya tahu bahwa hal itu halal bagimu.
Tetapi, jika datang untuk berburu, engkau semestinya mengenakan pakaian seorang pemburu.


Engkau curang dan datang sebagai ulama."

----

Seorang ulama atau intelektual , seperti Abdi dan aparat negara , Hakim dan Pengacara , anggota DPRD bahkan Pimpinan perusahaan , memang telanjur dinisbatkan sebagai sosok pelindung kemaslahatan umum.


Nalarnya memberi lentera di kegelapan; nuraninya memberi oasis di tengah-tengah krisis keyakinan.
Tetapi, dalam realitas hari ini, banyak orang berpakaian ulama/ para intelektual seperti diatas tapi dengan peran yang telah ditanggalkan.

Begitukah ??




Djodi Ismanto

http://www.djodiismanto.blogspot.com/