Myspace Backgrounds

Friday, August 22, 2008

Manusia Berasal dari Debu, Menjadi Debu... Lalu Jadi Permata


Banyak orang sering menyebut orang-orang yang dikasihinya sebagai permata hati. Kini hal tersebut menjadi kenyataan setelah teknologi mampu mengubah abu hasil kremasi menjadi permata.

"Hanya butuh 225 gram abu dari jasad seseorang yang dikasihi menjadi permata," kata Dean Vanden Biesen, wakil presiden LifeGem, perusahaan yang mengubah abu menjadi permata.

Dikatakan Vanden Biesen, abu kremasi memiliki cukup karbon untuk membuat 20 butir permata, dan masih tersisa beberapa gram lagi untuk dijadikan hiasan di sekitarnya. Tapi sejauh ini, tidak ada yang minta pembuatan lebih dari 11 permata dari sisa orang yang dicintai.

LifeGem menggunakan oven super panas untuk mengubah abu menjadi grafit. Grafit itu kemudian diberi tekanan tinggi sehingga berubah menjadi permata-permata berwarna biru dan kuning yang harganya mencapai 2.700 hingga 20.000 dollar AS (27 juta hingga 200 juta).

Kebanyakan orang kemudian menjadikan permata-permata itu sebagai cincin atau liontin untuk mengenang orang terdekat mereka.

"Memang tidak setiap orang tertarik," kata VandenBiesen.

"Tapi mereka yang melakukannya mengaku menjadi merasa menjadi lebih dekat dengan orang yang telah meninggal."

Ach . . . aya - aya wae . . .

2 comments:

Honey-if said...

Agagagag.
mengenang seseorang pke hrz mbakar dia lalu dikalungin d lehernya.
Kita bs mengenang orang lewat hal2 positif yg dtinggalkanny. artikel blog bpk boleh jg.
salam
dr pemuda yg sdg merintis kepemimpinan: www.pamong.blogspot.com

Anonymous said...

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengenang orang yang kita kasihi. dan cara ini adalah cara yang mungkin untuk sebagian orang merupakan cara yang aneh tapi ada yang justru melakukannya. Orang yang kita cintai akan selalu ada di hati sekalipun kita tidak bisa melihatnya lagi.
(dari : Franky - Medan)