Myspace Backgrounds

Thursday, November 8, 2007

Musibah itu Kado


Musibah , baik itu berupa banjir bandang ataupun gempa bumi atau kebakaran yang sering terjadi saat ini adalah rahmat bagi orang yang berpikir dengan hati. Hanya saja cara penyampaian rahmat tersebut yang kadang manusia tidak bisa memahami dan menerimanya.

Tuhan memberi ‘kado’ untuk kita, namun kadang kita tidak menyukai bungkus dari kado itu. Anda mau menolak kado berisi mutiara yang dibungkus kertas lusuh? Atau anda mau menerima kado berisi sampah yang dibungkus kertas kado yang indah dan diberi pita?


Ada
dua kemungkinan yang dapat diambil dari suatu musibah. Sebagai hukuman atau sebagai ujian. Renungi dan ingat-ingat apa yang sudah kita perbuat pada masa lalu dan semoga akan ditemukan apa sebabnya.


Besi yang terus menerus terkontaminasi kotoran tanpa pernah dibersihkan secara berkala, besi tersebut akan berkarat. Jika karat itu sudah membatu maka tidak ada yang bisa dilakukan kecuali membuang besi itu ke sampah. Apakah anda ingin dibuang sia-sia oleh pencipta kalian?

Jikalau itu adalah ujian, maka bergembiralah. Seorang murid tidak akan naik kelas sebelum dia melewati tes/ujian akhir semester.

Melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga ada batasnya, namun melihat dengan hati hasilnya unlimited.

Selalu berpikir positif atas segala yang telah menimpamu, maka Tuhan akan memberikan mutiara kepadamu.

Ada kata-kata bijak dari Norman V. Peale yang patut Anda renungkan. Dalam bukunya You Can If You Think You Can, ia mengatakan, ''Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda?

Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak!

Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.

Pernyataan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur Anda yang & sedang kalut menghadapi suatu masalah.
Ini adalah perubahan paradigma dan cara berpikir. Keadaan apa pun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kita lah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya.

Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching, ...
''Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respon terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya.''


Inspired from Syaikh Musthafa Haqqani
from logika-hati

No comments: