Myspace Backgrounds

Tuesday, August 14, 2007

The Key is PEOPLE

Yang bikin penasaran adalah, apa yang dilakukan oleh T.P. Rachmat ketika ingin mendirikan sebuah bisnis?

Ternyata, yang pertama kali dicarinya adalah orangnya dulu. CEO-nya. The right man on the right place. Maklum, dengan jumlah perusahaannya yang mencapai 18 itu, tentu ia harus menempatkan orang-orang kunci yang mumpuni di sana.

"Cari orang dulu, kalau sudah menemukan, baru masuk bisnisnya. Kami sebenarnya ingin masuk banyak bisnis, tapi tak mudah menemukan orang capable yang bisa menjadi kepercayaan kami", kata salah seorang mitra Pak Teddy.

"Dia sangat sukses di Astra, di mana man management adalah hal utama yang digarapnya", timpal salah satu mantan anak buahnya.

The key is people.

"Kalau disuruh memilih antara orang yang kompeten namun tidak baik karakternya, dengan yang berkarakter baik tapi kurang kompetensi, ia utamakan karakter", kata mantan anak buahnya yang lain.

"Buat ia, business is people", kata Charlo Mamora, seorang pemerhati bisnis. "Bidang lain boleh dipegang oleh orang lain. Tapi, untuk HRD, dia pegang sendiri. Soalnya ia ingin membangun sistem".

"Yang penting cari CEO dulu. Kami kan tidak punya waktu untuk mengurusi perusahaan-perusahaan baru. Dan CEO merupakan pengganti kami di perusahaan. Makanya kami harus pilih CEO yang punya nilai sama. Kami pilih yang baik, berintegritas, jujur dan kapabel. Kalau CEO-nya baik, sudah seperti detergen, bisa mencuci sendiri, he...he...he..." kata T. P. Rachmat.

"Saya mulai dari nol, dari tidak punya apa-apa. Makanya saya menawarkan saham kepada CEO 5%-10% sebagai insentif", lanjutnya.

Bagaimana cara Pak Teddy mengevaluasi kinerja para CEO dan perusahaan-perusahaannya?

"Setiap industri ada Key Performance Indicator (KPI)-nya masing-masing. Kalau KPI tidak tercapai, akan terus saya tanya, why, why, why, why dan why. Selama explanationnya bisa diterima, ya sudah" demikian ujar Djodi Ismanto , mantan karyawan Astra yang sekarang hengkang di Group dealer perusahaan otomotif Mitsubishi Motors , kompetiternya Astra International.

"Dalam check point perusahaan selalu ada empat poin.

Pertama
, model bisnisnya, benar atau tidak.
Kedua
, yang paling penting adalah orangnya. Pilihlah CEO yang benar dan jangan kompromi untuk hal ini.
Ketiga
, buat sistem yang benar. Semua bisnis harus ada standarnya.
Keempat,
harus bangun kulturnya: yang non-politicking, bersih, transparan, dan jujur", jawab Pak Teddy.

Semoga bermanfaat bagi kita semua yang tengah membangun bisnis yang world class. Ingat, belajarlah HANYA dari yang terbaik. T.P. Rachmat adalah salah satu dari sekian orang putra terbaik di Indonesia saat ini.

Regards,
Djodi Ismanto
From nice city of Medan

No comments: