Myspace Backgrounds

Monday, July 16, 2007

Kartu Kredit Bunga-berbunga Bukan Berbunga-bunga


Kartu kredit dibuat sebagai alat bantu dalam pembayaran bukan sebagai pendapatan lebih yang diberikan oleh Bank. Kelebihan kartu kredit dibandingkan dengan pembayaran tunai adalah lebih mudah karena tanpa membawa uang tunai yang beresiko terhadap kejahatan dan lain hal, di dunia ini tidak ada yang gratis kecuali menghirup udara, konsekwensinya ada beban bunga yang diterapkan kartu kredit, kisarannya sekitar 2.75 sampai dengan 4 %.


Coba bunga ini dikalikan satu tahun 4 %x 12 = 48%, contohnya, kalau kita beli barang seharga Rp. 1,000,- maka pembayaran bunganya dalam satu tahun adalah Rp.480,- ( Rp 1,000 x 48% = Rp 480,-), nah .. artinya kita hampir mendekati separoh nilai belanja kita.


Artinya kalau kita memang sudah mengambil keputusan untuk menggunakan kartu kredit, pastikan bahwa anda mampu membayarnya dan bukan sekedar bayar minimal.Pembayaran minimum itu hanya sekedar 10% saja dari biaya yang ditagih, sehingga perlu waktu untuk menyelesaikannya, kalau tidak pandai-pandai kita akan terlilit hutang, dari tahun-ke-tahun, karena ada akumulasi bunga ber bunga.


Hidup Berbunga-bunga


Dalam hidup ini seperti kartu kredit saja, kita terlahir tidak memiliki apa-apa kecuali badan dan jiwa, selanjutnya seirama dengan bergulirnya waktu, kita diberi kebebasan untuk "membelanjakan" isi hidup ini, tetapi bukan berarti kita akan dibebaskan oleh Sang Pemberi Hidup, kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita di hari akhir nanti.


Untuk mempertanggungjawabkannya kita harus pandai-pandai mengatur kehidupan ini, jangan sampai amal kebaikan kita merugi, usahakan biar hidup kita lebih hidup, walaupun sederhana tapi hari-hari dilalui dengan "berbunga-bunga", bukan dililit "bunga-berbunga".



Sampai hari inipun saya cuma punya satu kartu credit , itupun diberikan atas referensi kolega , yang " cuma " saya pergunakan bila mampir di executive airport lounge bandara jika sedang traveling ke cabang - cabang atau untuk bayar ticket pesawat dan bill hotel.

Artinya kartu itu cuma dipakai pada saat - saat "kepepet " , sementara banyak rekan yang menyimpan "belasan" kartu tersebut , dengan penggunaan yang tidak jelas , bahkan sampai untuk isi bensinpun jika perlu bisa dipergunakan.



Dalam dunia spriritual itu ada istilah Muhasabah, yakni analisis terus menerus terhadap hati berikut keadaannya yang selalu berubah. Selama muhasabah, orang yang merenungpun bisa memeriksa dirinya sendiri dari gerakan hati yang tersembunyi dan rahasia, apakah kita telah berbuat salah atau tidak, menghisab dirinya sendiri tanpa menunggu datangnya hari kebangkitan kelak.



Salam,

http://ferrydjajaprana.multiply.com

No comments: