Myspace Backgrounds

Wednesday, April 18, 2007

MENCARI TEMPAT YANG CERAH

Kesenangan seorang anak pada seekor serangga semacam belalang mungkin bukan hanya dialami di negara kita yang tropis seperti yang dulu kita alami saat kecil dan banyak memiliki jenis yang sangat banyak. Senang menangkap, memasukkan kedalam toples, plastik atau sengaja didiamkan dalam kamar. Hal ini ternyata sangatlah menarik ketika kita amati.

Ketika binatang tersebut dilepaskan, selalu saja mengarah pada tempat yang lebih terang baik berupa lobang, sinar lampu, jendela atau pintu sekalipun. Ini mungkin kita akan menganggap hanya saja sebagai naluri seekor binatang, Tidak lebih! Namun jika kita kaji lebih jauh atau lebih dalam lagi, itu sebagian pesan isyarat dari alam yang seharusnya kita teladani. Belalang melakukan usaha / proses menuju tempat terang, dengan harapan dapat bebas kembali.

Proses menuju terang tersebut dapat kita lakukan dengan penuh kesadaran. Kita drive diri kita, pemikiran kita, harapan-harapan kita menuju tempat lebih "terang" seperti halnya serangga tangkapan anak kita. Ada proses perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Tanpa henti. Tiada kata menyerah, untuk berbenah.

Kita lihat belalang, saat dia tertangkap, kita bawa kedalam rumah. Coba kita lepaskan! Dia akan terbang, melompat. Dia menuju jendela atau pintu. Bahkan bisa saja tersesat atau tertipu menuju lampu. Berulang usaha tersebut, dilakukan. Tanpa kenal menyerah. Kekuatan dikerahkan dengan sebenarnya. Bahkan sangat maksimal. Belalang tersebut punya target keluar dari rumah dengan melewati titik terang yang dia lihat. Apakah usaha ini selalu berhasil. Tidak! Banyak yang gagal, namun tak patah semangat dia melakukan. Lihat, saat dia terbang dan menabrak kaca. Pastilah dia kesakitan, namun dia tidak begitu saja menyerah. Tanpa disertai rasa kuatir gagal. Yach...dia sudah melakukan suatu tugas "ihtiar" dengan sekuat kemampuannya.
Ini benar-benar sesuatu yang kadang mengalahkan kita "seorang manusia". Kalau kita cermati, usaha kita dalam mencapai tujuan tidak jauh berbeda dengan belalang tadi. Namun dalam hal ketakutan dan kekuatiran, kita sama-sama yakin kalau kita manusia jauh terbebani. Ketika menghantam sedikit saja dalam masalah, kadang manusia sudah menjadi putus harap patah semangat. Mestinya dengan kita ihtiar sekuat-kuatnya, kita sertai dengan doa, kita harus serahkan hasilnya kepada Tuhan, karena tugas kita selaku manusia bukan menentukan hasil akhir tetapi berusaha sekuat tenaga mencapai hasil akhir sesuai harapan.

Ketika belalang tidak berhasil keluar dari rumah, dia mungkin akan mati didalam rumah. Bisa jadi menjadi mainan dan bulan-bulanan anak kita. Atau diterkam oleh kucing kesayangan kita. Ketika belalang berhasil keluar dari rumah, maka dia harus usaha lebih kuat lagi mempertahankan hidupnya. Dan tentu dengan tantangan yang lebih besar lagi. Apakah ketika belalang gagal keluar rumah dia hanya bisa pasrah atas keadaannya? Tidak dia masih punya usaha yang kuat. Saat didekati oleh anak kita akan ditangkap, dia berusaha loncat, terbang lagi, menghindar. Sama halnya ketika akan diterkam kucing kesayanagan kita.

Kalau dia selamat dan masih bertahan hingga pagi, mungkin masih bisa keluar dari rumah tersebut, saat anak-anak kita masih tertidur pulas. Saat pintu atau jendela kita buka pertama kali. Atau bahkan atas bantuan seseorang mengeluarkan dari dalam rumah. Sehingga kecerahan dia dapatkan.

Hari ini kita belajar dari seekor serangga yang tak kenal lelah, tak kenal menyerah.... dan kita telah diajari bahwa kita harus selalu mencoba dan mencoba tiada henti. Kita harus bisa meniru, bahwa tugas kita bukan penentu hasil akhir. Tapi berusaha sekuat tenaga dan berdoa. Hasil akhir kita serahkan kepada Tuhan.

Regards,
From nice city of Medan

No comments: