Myspace Backgrounds

Wednesday, April 25, 2007

NAPAK TILAS RBI -2

MISUNDERSTANDING


Medio Maret 1988 , Dua orang anggota invest team CMI baru saja selesai melakukan interview beberapa responden di sebuah desa rural , kawasan Suka Sari Bogor , Djodi dan Syamsudin.

Saat menuruni lembah menuju arah kota Bogor , tiba – tiba terdengar sebuah sapaan ramah dari sebuah rumah.

“ Halo oom Djodi , mau pulang Oom “ seorang gadis remaja tanggung menyapa salah satu teman invest kita yang paling senior.

Djodi memang investigator paling spesialis untuk daerah tersebut , hingga tak heran jika hampir seluruh kampung tersebut mengenalnya apalagi anak - anak gadisnya , ditambah lagi dia memang asli putra Sunda.

Iya nih , bade uih ka Jakarta “ jawab Djodi ,
Mampir atuh oom “ pinta si gadis ,
Bapak ada kok didalam “ lanjutnya , Djodi sebenarnya agak enggan mengingat hari sudah sore , sementara jarak ke Jakarta masih jauh.

Namun rekannya Syamsudin terus mendesak “ Cewek kece tuh , udah yuk kita mampir aja “ ujar Syam.

Didesak demikian Djodi tak bisa menolak , segeralah keduanya bertamu kerumah tersebut , belakangan diketahui didiami oleh keluarga Haji Tohir , kepala kampung tersebut yang selama ini memang menjadi target responden RBI.

Segeralah keduanya beramah tamah dengan Haji Tohir , sementara anak gadisnya setelah membawakan pisang rebus segera mohon pamit

Oom , Ina mau mandi dulu ya “ dan segera berlalu keluar rumah , sementara Syamsudin agak bingung , mau mandi kok keluar rumah , setelah dijelaskan bahwa kamar mandinya terletak beberapa meter dimuka rumah dipinggir sungai , barulah ia paham.

Haji Tohir pun menyilahkan mereka untuk menikmati suguhan pisang rebus yang disediakan.

Tidak lebih dari 2 menit makan pisang rebus tersebut , Syamsudin terlihat agak nanar , pandangannya kosong , sementara matanya agak terbeliak , Djodi dan Haji Tohir pun agak panik ,

Wah , ayan nih “ pikir Djodi , yang segera mengambil air minum , ‘ Coba Syam , minum nih , minum nih “ , sementara Haji Tohir berinisiatif memijat punggungnya karena menyangka dia tersedak.

Namun Syamsudin menolak pertolongan tersebut , dan terus saja makan pisang tersebut , Djodi pun berulang kali berseru
jangan – jangan dimakan “ , udah minum – minum aja yang banyak “ katanya.

Syamsudin tetap tidak mengindahkan peringatan tersebut dan menolak bantuan rekannya.

Tak lama situasi pulih , Syamsudin duduk tenang dengan pandangan sedikit sayu , tubuhnya agak lemas , namun napasnya masih terengah – engah.

Takut dengan berubah memburuk , Djodi berinisiatif untuk pamit , mengingat perjalanan pulang masih jauh.

Selama perjalanan ke terminal Baranangsiang – Bogor perdebatan sengit terjadi antara keduanya.

Syam : “ Kenapa sih Djod , reseh ganggu orang happy aja
Djodi : “ Lho reseh apanya , Gw kan mau nolong loe , kok malah nuduh gitu “

Syam : “ Nolong apaan , gw kan ngga sakit kenapa – napa ! “
Djodi : “ Ngga sakit gimana , mata mendelik , keluar keringat dingin , makan pisang kelihatan susah , kayaknya kan loe lagi “ kelolodan “ , makanya gw suruh minum banyak – banyak dan pisangnya jangan dimakan “.

Syam : “ Nah , makanya itu gw bilang loe ini ngga suka orang lagi senang ,
"Tahu ngga saat tadi anak pak RT mau mandi , kan gw lihatin dia terus , ternyata dia masuk bilik kecil yang di depan rumah itu
Eh , tanpa ragu dia buka seluruh bajunya , gw kan duduk pas menghadap keluar , gimana ngga panas dingin lihat “ Gitar Spanyol “ keluar dari bungkusnya “ jawabnya sambil nyengir kuda , “ Ya , gw salah tingkah lah , sementara loe ini repot nyuruh gw minum lah , pandangan kan jadi terganggu “ . . . . .

Djodi
: “ O , itu masalahnya “ , Djodi paham “kelakuan “ temannya yang memang mata bongsang. : "Bener kok , gw mau nolongin loe , sekarang gw tanya ya ,enak ngga pisang rebus tadi ?

Syam : “ Ah ngga perhatiin tuh , konsentrasi gw ke “ Gitar Spanyol “ kok yang penting sekarang kenyang , gw embat 4 biji sekaligus !.

Djodi
:” Nah , disitulah masalahnya , gw nyuruh loe minum kan , gw larang makan pisang itu kan , karena gw lihat sendiri semua pisang yang loe makan lupa loe buang kulitnya . . . . . . . .”

Syam : “ Alamaaaaak “ sambil megang perut
Djodi : ‘ Makanya otak jangan cuma di Gitar Spanyol doang , kulit pisang loe embat juga . . . . .”

Syamsudin : “Gerz(&#@|X?>VX#>?"+*&(%

No comments: